Wajib Berpakaian Baru Di Idul Fitri

- Wartawan

Jumat, 14 April 2023 - 05:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA. Keharusan memakai pakaian baru dalam Idul fitri adalah sebuah keniscayaan yang dilakukan semua muslim beriman. Terlihat nyata terjadi pergerakan pemborongan besar-besaran pakaian menjelang idul fitri, pemborongan pakaian secara maknawi dan secara harfiah dan ini menyebabkan terjadinya inflasi disektor keduniaan dan keakheratan.

Pakaian secara maknawi.

Secara maknawi pakaian merupakan sesuatu yang digunakan untuk menutupi jiwa dan berfungsi sebagai penghias kepribadian. Pakaian yang baik di mata Allah SWT adalah takwa.Sebagaimana tercantum dalam  surah Al A’raf ayat 26,
يَا بَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْاٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ – ٢٦
Artinya: “Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Wajib Berpakaian Baru Di Idul Fitri Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Takwa dalam hadits Arbain ke 18 yang tercantum pada buku Terjemah Hadits Arbain oleh Al Imam Nawawi Abu Zakariya (2019:35) mengatakan

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ جُنْدُبِ بنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بِنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللهِ ﷺ قَالَ: اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ. وَفِي بَعْضِ النُّسَخِ: حَسَنٌ صَحِيْحٌ.

Artinya: dari Abu Dzar Jundub bin Junadah Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari rasulullah saw beliau bersabda: “Bertakwalah kepada Allah subahanahu wa ta’ala di manapun engkau berada. Iringilah kejelekan itu dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya (kejelekan). Dan pergaulilah manusia dengan pergaulan yang baik.” (HR. At Tirmidzi, dan ia berkata bahwa hadits ini hasan. Di sebagian naskah hadits hadits ini hasan shahih)

Ini juga sesuai dengan tujuan diturunkan dan diwajibkannya puasa ramadhan bagi mukminin , seperti pada surat Al-Baqarah 183
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Ada beberpa keutamaan orang yang bertaqwa

Pertama : Yang bertaqwa adalah orang yang termulia di sisi Allah Swt. Sebagaimana firman  Allah dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujurat  : 13)

Kedua : Orang-orang bertaqwa adalah para wali dan kekasih Allah Swt, dalam firman-Nya bahwa Allah mencintai orang-orang bertaqwa:

بَلٰى مَنْ اَوْفٰى بِعَهْدِهٖ وَاتَّقٰى فَاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ

“(Bukankah demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya  Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran : 76)

Para wali Allah adalah orang-orang yang penuh  ketaqwaan kepada-Nya, tidak takut melainkan kepada Allah semata.

أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ, ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (QS. Yunus : 62-63)

BACA JUGA :  Tak Mesti Mewah untuk Kembali Fitri

Ketiga : Didapatkannya  Ma`iyyatullah  (kebersamaan dengan Allah),وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ (dan bertaqwalah kepada Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa” (QS. Al-Baqarah : 194)

Tidak ada kebersamaan yang lebih nikmat, tidak ada kesertaan yang lebih indah, tidak ada kedekatan yang lebih syahdu daripada ketika seorang hamba sedang merasa dekat dengan Tuhannya, merasa Allah Swt  senantiasa menyertai dalam setiap langkahnya dalam menapaki jalan kehidupan ini.

Keempat : Dimudahkan urusannya. فَأَمَّا مَن أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىفَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى. Aritnya :adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”. (QS. Al-Lail : 5-7)

Kelima : Dilapangkan rizkinya.  وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (۳) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ Artinya :Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya “. (QS. Ath-Thalaq : 2-3)”

Dalam satu bulan ramadhan manusia di “minta” untuk merajut pakaiannya sendiri, dengan berbagai cara ; membelinya melalui sedekah sosial (takjil) atau dengan merajutnya sendiri melalui taroweh, sholat berjamaah, sholat malam, membaca al Quran dan merebut lailatul qadar dan lain sebagainya dengan model, bahan, warna menurut seleranya sendiri untuk dipakai pada hari fitri (idul fitri).

Secara secara harfiah,

Pakaian secara harfiah adalah sesuatu yang yang digunakan untuk menutupi tubuh dan berfungsi menghias tubuh. Dan sudah terlihat aksi panick buying menjelang hari raya idul fitri. Dilihat dalam buku Sejarah Nasional Indonesia karya Poesponegoro dan Notosusanto,  dijelaskan bahwa awal mula tradisi beli baju baru jelang Lebaran telah berlangsung sejak tahun 1596. Pada waktu itu, keluarga Kesultanan Banten selalu berkeinginan menyambut Idul Fitri dengan keadaan suci, bersih dan seperti terlahir kembali yang disimbolkan dengan memakai baju baru.

Dari hasil survey penulis melalalui media elktronik maupun lapangan secara langsung ada kenaikan permintaan dan aksi borong pembelian pakaian muslim sebesar 200-300% dari hari biasa. Ada dampak positif dan negatif dari offer buying ini, dengan meningkatnya pembelian pakaian, para pedagang baju tentu mendapatkan banyak untung hingga dua kali lipat. Namun sayang, banyaknya pakaian yang dibeli setiap orang justru berpotensi untuk merugikan lingkungan karena akan terjadi unit sampah baru. Saat permintaan baju meningkat, unit produksi yang ada di hulu akan menggunakan sumber daya bahan baku yang lebih banyak. Hal itu akan mendatangkan ancaman yakni peningkatan produksi limbah tekstil. Sementara itu, di bagian hilir atau unit penjualan akan mengalami limpahan baju bekas yang banyak. Baju-baju bekas tersebut membutuhkan perawatan ekstra untuk dapat dijual kembali. Perawatan ekstra ini dapat berupa pencucian yang membutuhkan detergen yang cukup banyak. Ancaman-ancaman tersebut dapat meningkatkan produksi limbah fesyen di lingkungan. Dan limbah juga terjadi pada paling hilir yaitu pada person pemilik baju, akan terjadi penumpukan baju bekas dan berujung pada sampah limbah baju di lingkannya masing-masing……….

Begitu panjang dan banyaknya akibat negatif kita berburu dan membeli pakaian baru, maka diharapkan pada semua saudaraku seiman, untuk bijak dalam membeli pakaian untuk idul fitri… gunakan pakain yang masih bagus dan baik saja, jangan offer buying. Pakaian yang tidak ada limbahnya adalah pakaian maknawi yaitu taqwa. Mari berlomba meningkatkan taqwa……………Wallahushowab.

Berita Terkait

PNU WERE Sebut BPBD Halteng Tidak Serius Tangani Bencana Banjir, Bayi dan Warga Tiga Hari Belum Dievakuasi
Kasus Jasad Wanita Dalam Karung”Polisi Periksa 19 Saksi Di Lampung Timur.
Bersumber Dari DAK Fisik Pendidikan 2024, SD Negeri Karanggedang Sodong Hilir Dapat Revitalisasi!!!
Dimasa Menjelang Pilkada Serentak 2024, Bupati Tasikmalaya Rubah Nama RSUD SMC Menjadi RSUD KHZ Musthafa Setelah 13 Tahun Berdiri!!!
Reformulasi Pelatihan Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Tandatangani MoU
Ditahun 2024, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Kembali Mendapat DAK Fisik Senilai 71,8 Miliar Untuk Tiga Sub Bidang, Berikut Rinciannya!!!
Mahasiswi UMMI Ungkapkan Aspek Penting Pertumbuhan dan Perkembangan Siswa PAUD Usia 4 Tahun
Baru 1,5 Jam Ujicoba Contraflow Distop, Warga Palembang Keluhkan Kemacetan Justru Semakin Parah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 00:55 WIB

PNU WERE Sebut BPBD Halteng Tidak Serius Tangani Bencana Banjir, Bayi dan Warga Tiga Hari Belum Dievakuasi

Selasa, 23 Juli 2024 - 22:50 WIB

Kasus Jasad Wanita Dalam Karung”Polisi Periksa 19 Saksi Di Lampung Timur.

Selasa, 23 Juli 2024 - 17:33 WIB

Bersumber Dari DAK Fisik Pendidikan 2024, SD Negeri Karanggedang Sodong Hilir Dapat Revitalisasi!!!

Selasa, 23 Juli 2024 - 13:02 WIB

Dimasa Menjelang Pilkada Serentak 2024, Bupati Tasikmalaya Rubah Nama RSUD SMC Menjadi RSUD KHZ Musthafa Setelah 13 Tahun Berdiri!!!

Selasa, 23 Juli 2024 - 11:54 WIB

Reformulasi Pelatihan Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Tandatangani MoU

Senin, 22 Juli 2024 - 18:44 WIB

Ditahun 2024, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Kembali Mendapat DAK Fisik Senilai 71,8 Miliar Untuk Tiga Sub Bidang, Berikut Rinciannya!!!

Senin, 22 Juli 2024 - 15:37 WIB

Mahasiswi UMMI Ungkapkan Aspek Penting Pertumbuhan dan Perkembangan Siswa PAUD Usia 4 Tahun

Senin, 22 Juli 2024 - 14:43 WIB

Baru 1,5 Jam Ujicoba Contraflow Distop, Warga Palembang Keluhkan Kemacetan Justru Semakin Parah

Berita Terbaru

MOU Lazismu dan Kemenag

Berita Utama

Reformulasi Pelatihan Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Tandatangani MoU

Selasa, 23 Jul 2024 - 11:54 WIB