banner 728x250

Ungkap pelaku Tidak boleh tuduh rakyat: ini pernyataan resmi IPPMADO Jayapua.

IMG 20220524 WA0009 Ungkap pelaku Tidak boleh tuduh rakyat: ini pernyataan resmi IPPMADO Jayapua. Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
banner 120x600
1,015 Kali Dibaca

Suara Utama, Jayapura – Menyikapi rentetan kebakaran yg memberangus rumah milik warga Non-Papua secara misterius di Moanemani Kabupaten Dogiyai sepanjang bulan Mei dan terakhir puluhan rumah pada Minggu (22/05), Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Dogiyai(IPMADO) Kota study Jayapura melakukan jumpa pers di halaman Asrama Dogiyai Expo-Waena, Selasa (24/05/2022).

Di sela-sela jumpa pers tersebut Yanuarius Tebai Kordinator gerakan Mahasiswa IPMADO mengatakan kebakaran yg terus terjadi di dogiyai dan yg terakhir Minggu(22/05)kemarin, dirinya meminta kepada pihak Pemerintah Dogiyai, Polsek Kamuu, dan Polsek Mapia untuk segera mengungkap siapa pelaku sebenarnya dibalik rentetan peristiwa ini dan proses pelaku sesuai huku,”tegasnya.

Ia menambahkan sejauh ini masyarakat akar rumput khususnya di dogiyai telah menyatakan diri untuk menolak, baik Polsek, Kodim, DOB, dan Otsus jilid II.

“Kami mahasiswa menilai ini adalah skenario yg sedang dibuat oleh pihak ketiga untuk mendatangkan Polsek, dan Kodim di Kamuu,”katanya.

Dirinya juga menyatakan bahwa kehadiran Polsek di dogiyai adalah Ilegal, karena tidak sesuai mekanisme Hukum yg mengatur soal pembentukan Polsek.

“Kami Mahasiswa Dogiyai bersama 18 organisasi yg tergabung dalam Solidaritas Rakyat Papua(SRP)di dogiyai telah menyatakan diri untuk menolak,”tegasya.

Tebai juga membantah soal pernyataan resmi yg dikeluarkan oleh Kapolres Dogiyai akan dugaannya kepada masyarakat soal kebakaran yg memberangus rumah dan kios milik warga Non-Papua.

Tebai mengatakan, soal kebakaran yg terjadi Minggu (22/05), Kapolsek Dogiyai tidak boleh menudu rakyat tanpa melihat bukti.

Dia menjelaskan, rumah warga yg terbakar kemarin sangat dekat dengan kantor Polsek Kamuu, sehingga tidak mungkin masyarakat setempat dengan berani masuk ke area Polsek untuk membakar rumah-rumah tersebut,”ucapnya.

Pernyataan Polres Kamuu bukan lagi dugaan tetapi tuduhan. Sehingga kami mahasiswa/i dogiyai di jayapura meminta supaya Polsek Kamuu dan Mapia tidak boleh menuduh rakyat tetapi segera ungkap pelaku lalu di proses hukum sesuai perbuataannya,”tegasnya.

Adapun pernyataan sikap Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Dogiyai(IPMADO) kota study Jayapura :

Akar rumput Dogiya bersama Pelajar Mahasiswa/i Dogiyai dengan tegas menolak ;
1. Kehadiran Polres di Kabupaten Dogiyai
2. Kehadiran Kodim di Kabupaten Dogiyai
3. Daerah Otonomi Baru(DOB)
4. Perpanjangan OTSUS Jilid II

Maka kami Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i Dogiyai kota study Jayapura mendesak kepada ;
1. Kapolda Papua segera menarik kembali pasukan yg dikirim ke Kabupaten Dogiyai.
2. DPRP segera membentuk tim pansus untuk investigasi masalah kebakaran di Kabupaten Dogiyai.
3. Pemerintah Kabupaten Dogiyai, Polsek Kamuu, dan Polsek Mapia segera ungkap pelaku kebakaran dan proses hukum pelaku kebakaran.
4. Kapolda Papua segera membatalkan niat pembangunan Polres di Dogiyai karena tidak memenuhi kriteria Perkap Porli No.7 tahun 2014, yakni pasal 5 ayat 1 poin B, pasal 5 ayat 1 poin H, dan pasal 5 ayat 1 poin i.

Demikian pernyataan sikap dari kami Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i kabupaten Dogiyai, atas perhatiannya kami ucapkan banyak terimakasih.

Mengetahui BP IPMADO kota study Jayapura,

EGENIUS TEBAI

banner 468x60
Penulis: Jeffry Badii
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90