banner 728x250

Tantangan Dakwah STID M. Natsir, Sulitnya Akses Mengaji

Tantangan Dakwah di Desa Kepau Baru, Kabupaten Kepulauan Meranti

Foto: Ustadz Hartono Mukti bersama salah satu jamaah di Masjid Al-Jihad, membahas tentang tantangan dakwah/Dokumentasi Pribadi-Suara Utama.
Foto: Ustadz Hartono Mukti bersama salah satu jamaah di Masjid Al-Jihad, membahas tentang tantangan dakwah/Dokumentasi Pribadi-Suara Utama.
banner 120x600
350 Kali Dibaca

SUARA UTAMA, MERANTI – Kafilah khusus Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) M. Natsir yang diutus ke pedalaman Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau menghadapi tantangan dakwah, yaitu: sulitnya akses belajar mengaji di desa setempat. 

Program dakwah ke lokasi pedalaman merupakan program khusus bagi para Mahasiswa lulusan STID M. Natsir.

BACA JUGA: Hadirilah 6-7 Juni 2022, Peresmian YPPN DIY, Media Suara Utama dan Milad AR Learning Center di Villa Eden 1 Kaliurang Merapi

Ustadz Hartono Mukti salah satu kafilah dakwah mengawali agendanya dengan bersilaturahmi dan berbincang bersama salah satu warga di Masjid Al-Jihad, Desa Kepau Baru, Dusun II, membahas tentang kegiatan agama di desa tersebut.

Kegiatan agama di Desa Kepau Baru sebagian besar dipengaruhi kristenisasi dengan berdirinya 5 Gereja dan 1 Vihara.

Foto: Ucapan Selamat Datang Bulan Ramadhan 1443 H Management Redaksi Suara Utama/Suara Utama
Foto: Ucapan Selamat Datang Bulan Ramadhan 1443 H Management Redaksi Suara Utama/Suara Utama

“Desa yang minoritas Muslim menjadi tantangan akidah bagi masyarakat setempat.  Di sini kafilah dakwah bersinergi untuk menahan goncangan kristenisasi,” kata Hartono pada media suarautama.id, Ahad, (03/04/2022).

Langkah awal yang dilakukan kafilah dakwah adalah mencari informasi keadaan masyarakat setempat mengenai mata pencaharian dan sikap kekeluargaannya.

“Informasi yang kami dapatkan dari salah seorang jamaah di Masjid Al-Jihad.  Kepala Desa Kepau Baru merupakan pemeluk agama Kristen, sehingga pergerakan dan kegiatan masyarakat Muslim tidak mendapatkan dukungan dari perangkat desa,” ungkap Hartono.

BACA JUGA: Suara Utama Ganti Domain, Ini Kata Pimred Media Suara Utama ID

Kondisi tersebut, sambung Hartono, membuat kafilah dakwah merasa prihatin dengan kondisi masyarakat setempat. 

Menurut Hartono, problem besar pada desa ini adalah minimnya guru ngaji. Sedangkan, anak-anak hanya mengaji, apabila ada guru ngaji yang didatangkan dari kota. Itu pun hanya berlangsung beberapa bulan saja untuk pembinaan. 

Kelas Jurnalistik Official 1 Bulan Penuh
Foto: Kelas Jurnalistik Official 1 Bulan Penuh/Mas Andre Hariyanto/Suara Utama ID

“Ya kita melihat langsung kondisi masyarakat pedalaman di sini, untuk mengaji saja terbatas tenaga pengajarnya. Tidak ada guru ngaji menetap. Padahal untuk fasih mengaji memerlukan waktu belajar yang panjang dan sebaiknya dilakukan setiap hari,” beber Hartono.

banner 468x60
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90