banner 728x250

Syawalan Motor Ekonomi Masyarakat Jawa

Oleh Dr. Nuning Nurma Dewi, SE., MM (Universitas Maarif Hasyim Latief Sidoarjo)

1.nuning scaled Syawalan Motor Ekonomi Masyarakat Jawa Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
banner 120x600
192 Kali Dibaca

Suara  Utama-Surabaya. Budaya, tradisi dan kultur terbukti secara empiris meningkatkan perekonomian sekitar untuk menuju kesejasahteraan masyarakat. Budaya, tradisi dan kultur menuntut pengeluaran ekonomi tanpa batas.

Ramadahan dan lebaran secara empiris telah mempengaruhi ekonomi secara signifikan tidak peduli masa covid yang meruntuh lantahkan perekonomian dunia, ramadahan dan lebaran tetap berjaya dan mempengaruhi secara positif perekonomian masyarakat jawa khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.

Pada masa berakhirnya Covid-19 pada lebaran tahun ini (2023) tradisi ramadahan dan lebaran berkali lipat mengakibatkan inflasi segala sektor. Tampak sebagai tradisi, takjil adalah contoh kasat mata perputaran ekonomi riil di keseharian setiap menjelang buka puasa selama Ramadhan. Lalu, ada zakat fitra,  ada tunjangan hari raya ( THR ). Untuk aparatur negara dan pensiunan saja, THR 2023 pemerintah menambah guyuran dana beredar Rp 38,9 triliun. Ini belum lagi THR untuk buruh dan pekerja swasta dan satu lagi, mudik. Tradisi ramadhan dan lebaran  ini panjang ceritanya dari sisi ekonomi. Transportasi, oleh-oleh, penginapan, akomodasi, dan segala pernak-pernik kebutuhan Lebaran sudah pasti mengedarkan uang. Bahkan saat ini, perbaikan infrastruktur menyambut mudik pun sudah masuk kategori penggerak ekonomi, menjadi lebih istimewa karena mudik sekaligus mengalirkan uang ke daerah, tak berkutat di sentra-sentra utama ekonomi saja tapi ke teman,sanak saudara sebagi angpao. Pemerintah memperkirakan pada Lebaran 2023 ada pergerakan 123 juta pemudik, menjadi proyeksi rekor baru mudik dalam satu dekade. Dan sering terlupakan tradisi orang jawa yaitu menikah atau menikahkan anaknya setelah lebaran atau pada bulan syawal yang biasanya kita dapat undangan bertumpuk-tumpuk dan berkali-kali.

Pernikahan merupakan hal sakral untuk seseorang, sekali lagi budaya, tradisi dengan kesakralannya, menuntut pengeluaran tanpa batas……..berapa biaya sebuah pesta pernikahan ? minimal 50 juta…!.  dengan estimasi dari daftar persiapan pernikahan sebagai berikut:

  • Biaya pendaftaran pernikahan: Rp 600 ribu – Rp 1 juta
  • Biaya sewa gedung: Rp 3,5 juta – Rp 30 juta
  • Biaya tenda: Rp 5 juta – Rp 10 juta
  • Biaya katering pernikahan: Rp 20 juta – 70 juta (dengan estimasi 200 porsi)
  • Biaya rias dan gaun pengantin: Rp 3 juta – Rp 15 juta
  • Biaya undangan pernikahan: Rp 1.500 – Rp 10 ribu per lembar
  • Biaya suvenir: Rp 1.500 – Rp 50 ribu per produk
  • Biaya foto dan video: Rp 2 juta – Rp 12 juta
  • Biaya dekorasi pernikahan: Rp 3 juta – Rp 8 juta
  • Biaya seragam pernikahan: Rp 75 ribu – Rp 300 ribu per baju/per kain.
  • Biaya hiburan musik: Rp 2 juta –  Rp 10 juta

Pengeluaran dan pendapatan pada sebuah pesta pernikahan tidak sepadan. Yang mengadakan pesta mendapatkan pemasukan lebih sedikti dengan pengeluarannya. Contoh; dengan estimasi  kalau  yang diundang 200 orang, dengan angpao yang didapatkan rata- rata antara 50 ribu -100 ribu x 200 orang maka yang diperoleh dari “ngunduh mantu” adalah 10 juta- 20 juta.

Akan tetapi perputaran ekonomi dalam pernikahan ini menarik, karena melibatkan segmen semua masyarakatl; KUA sebagai aparatur negara, yanga artinya negara mendapat pemasukan. Sewa gedung yang melibatkan pihak lain pemilik gedung, swasta maupun pemerintah. Tenda.,katering, rias dan seterunya sampai hiburan…… semuanya melibatkan dan terpaksa memutarkan roda perekonomian masyarakat sekitar dengan pengeluaran uang.

Bila di estimasikan daerah Surabaya saja yang melakukan  pesta pernikahan pada bulan syawal ini 100 pasangan maka uang yang berputar minimal 5 M x 2 = 10 M dengan asumsi mengadakan pesta mempelai wanita dan kemudian mempelai pria.

Maka  untuk meningkatkan dan menggerakkan perekonomian serta mempertahankan perekonomian menuju keejahteraan masyarakat… tradis-tradisi ramadhan dengan takjil serta zakat fitrah dan shodaqah lainnya, lebaran dengan pakaian baru, jajanan dan mudiknya serta pernikahan harus terus dipertahankan dan dilestarikan…… wallahu a’lam bishawab

banner 468x60
Penulis: Dr. Nuning Nurma Dewi, SE., MM (Universitas Maarif Hasyim Latief Sidoarjo)Editor: Khoiruddin, S. Sos, ME. C. Marcom
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90