Spirit Of Takbir

- Jurnalis

Minggu, 23 April 2023 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA. “Takbir”, sebuah kalimah “ajeg” terucapkan pada setiap moment kemenangan. Tapi ada banyak perbedaan penempatan kalimat takbir ini; yaitu pada hari raya idul fitri yang disunahkan mengumandangkan hanya 1 hari, pada hari raya idul adha disunahkan mengumandangkannya 4 hari berturut-turut dan moment pemberian motivasi semangat dan rasa bangga dilakukan secara insedental, serta moment wajib karena rukun sholat (takbirotul ihram) dan takbirotul intiqal (moment sunah perpindahan gerakan sholat). Mengapa takbir begitu penting ….?

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ (Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.)

Di kutib dari kitab Nuzhat al-Majalis wa Muntakhab an-Nafais karya Syaikh Abdurrahman ash-Shofuri as-Syafi’i, awal mula terciptanya kalimat takbiran dilatar belakangi pemenuhan nadzar Nabi Ibrahim saat mempunyai putra (yang kemudian di karunia putra bernama Ismail dari Siti Hajar). Saat Ismail berumur 13 tahun Allah menagih janjinya, dan Nabi ibrahim dengan sangat berat hati memenuhi janjinya, sesaat pedang yang tajam diletakkan di leher Ismail, Malaikat jibril meminta  agar Nabi Ibrahim berdoa. Nabi ibrahim pun berdoa “Ya Allah, janganlah engkau siksa satu pun umat Nabi Muhammad saw”. Doa ini mengagetkan Malikat jibril dengan secara sepontan berucap; “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar”. Lalu Nabi Ismail, berucap “Laa ilaaha Illahu Wallahu Akbar.” Kemudian Nabi Ibrahim menimpali, “Allahu Akbar Walillahilhamd.”

Takbir adalah sebutan untuk bacaan Allahu Akbar. Islam mengajarkan pemeluknya untuk senantiasa mengucapkan takbir kepada Allah SWT. Arti bacaan takbir Allahu Akbar itu sendiri adalah Allah SWT. Ustaz Rizem Aizid dalam buku Cerdas Total (2017: 166) menjelaskan bahwa hakikat dari takbir menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada satu kekuatan pun yang lebih besar daripada Allah SWT. Jadi, seluruh makhluk Allah takluk dengan merendahkan diri terhadap keagungan, kebesaran, dan kuasa-Nya atas segala sesuatu. Sebegiitu banyak moment takbir yang dilakukan muslim, tapi ada takbir yang paling urgent yang harus dilakukan yaitu takbirtoul ihram. Takbiratul ihram adalah salah satu paket hadiah Allah kepada umat Muhammad SAW berupa sholat lima waktu melalui isra miraj. Dalam arti filosofi; takbirotul ihram pertanda seorang hamba melakukan starting point untuk mikraj, menembus batas ‘dunia atas’, (KH Nasaruddin Umar, Sholat Sufistik, 2013).

BACA :  Muzakarah Pemahaman Menyimpang Pada Pondok Pesantren Al-Zaytun Jawa Barat

Takbiratul ihram disimbolkan dengan mengangkat kedua tangan dengan arah jemari ke atas. Pengangkatan tangan menyimbolkan bahwa manusia, harus pasrah dan mengalah dalam hidupanya dengan dzat yang di atas (Allah). Selain itu mengangkat tangan sebagai simbol kekuatan manusia dalam menyelesaikan berbagai persoalan, dengan jikalau  manusia mampu mengontrol tangan, kekuasaan, kekuatan, dan potensinya, maka manusia akan mencapai tingkat keutamaan dan kesempurnaan.

Takbir juga sebagai simbol perjuangan dan alat mobilisasi masa. Dalam perang-perang dimasa rasulullah takbir adalah pekikan seruan motivasi untuk maju berperang. Gaya mobilisasi masa ini juga di tiru oleh bung Tomo sang pahlawan 10 September 1945. Dr. Yahya Muhaimin, seorang pengamat Politik dan Militer menganalisa, bahwa untuk memobilisir massa, sebagai kekuatan nasional, perlu adanya simbol yang abstrak, dan sudah disatukan. Teriakan Takbir Bung Tomo waktu itu, jelas merupakan simbolisme suatu kekuatan agama untuk diinternalisasikan  sedemikian rupa, menjadi kekuatan nasional”. Senada dengan itu, Kuntowijoyo juga memaknai takbir Bung Tomo sebagai simbol dalam memobilisasi massa dalam pertempuran 10 November di Surabaya. Ia mengatakan: “Di Surabaya umat Islam sangat dominan lalu dimengerti bahwa umat Islam mempunyai semangat jihad yang disebutkan dalam resolusi, maka Takbir merupakan simbol verbal untuk memobilisasi massa, jadi Bung Tomo sangat tepat sekali dengan memakai komando umat Islam untuk bergerak, sekaligus untuk memberikan gambaran tujuan akhir dari perjuangan itu apa dan memberikan motivasi-servise pada perjuangan tersebut.” (Majalah Tebuireng 1986).

BACA :  Ramadhan ke Idul Fitri, perjalanan pulang ke kampung batin

Pada masa demontrasi 1998 dalam rangka melengserkan Soeharto sebagai presiden gema takbir di kumandangkan oleh kelompok pergerakan-pergerakan nasional agamis. Dan pada masa berikutnya masa-masa reformasi teriakan takbir sering dikumandangkan untuk merobohkan “ketidakadilan” di negeri ini bahkan sesama muslim yang saling berseteru……. (jadi membingungkan).

Kemenangan yang ditandai dengan idul fitri adalah simbol awal perang lebih besar lagi, yaitu memerangi kedlaliman yang lakukan diri sendiri.

رجعنا من الجهاد الأصغر إلى الجهاد الأكبرقالوا: وما الجهاد الأكبر؟ قال: جهاد القلب

“Kita kembali dari Jihad kecil menuju jihad besar.” Mereka bertanya: “Apakah jihad paling besar itu?” Beliau bersabda: “Jihad hati.”

Maka bertakbirlah agar engkau miroj ke langit paling atas dan engkau mengetahui bahwa manusia itu kecil dan tidak ada apa-apanya dengan sang khalik. ……………Wallahushowab.

Berita Terkait

MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DENGAN KEGIATAN KOLASE MENGGUNAKAN MEDIA DAUN KERING PADA ANAK TK AL HUDA KRIKILAN – MASARAN – SRAGEN
Distorsi Akidah Islam 1445 H
Upaya Pengembalian Jati Diri Kepada Fitrah 1445 H
Syafari Ramadhan DP. MUI di Masjid Ukhuwah Islamiyah Desa Bagan Asahan 1445 H
Mudzakarah Ramadhan MUI Asahan : Ummat Washato 1445 H
Peningkatan Keterampilan Membatik Melalui Metode Demonstrasi Dengan Bahan Alam Sekitar di  Kelompok B TK Muslimat NU 88 H Ruqoiyah Kecamatan Bandar Taman Kabupaten Sidoarjo – Semester I Tahun Ajaran 2022/2023
Memastikan Korban Bencana Alam, BNPB RI Kunjungi Intan Jaya, Papua Tengah
DDI Kabupaten Asahan Membina Remaja Desa Gedangan
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 18 April 2024 - 07:41 WIB

MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DENGAN KEGIATAN KOLASE MENGGUNAKAN MEDIA DAUN KERING PADA ANAK TK AL HUDA KRIKILAN – MASARAN – SRAGEN

Minggu, 7 April 2024 - 23:22 WIB

Distorsi Akidah Islam 1445 H

Sabtu, 30 Maret 2024 - 13:55 WIB

Upaya Pengembalian Jati Diri Kepada Fitrah 1445 H

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:51 WIB

Syafari Ramadhan DP. MUI di Masjid Ukhuwah Islamiyah Desa Bagan Asahan 1445 H

Sabtu, 16 Maret 2024 - 13:18 WIB

Mudzakarah Ramadhan MUI Asahan : Ummat Washato 1445 H

Kamis, 7 Maret 2024 - 16:32 WIB

Peningkatan Keterampilan Membatik Melalui Metode Demonstrasi Dengan Bahan Alam Sekitar di  Kelompok B TK Muslimat NU 88 H Ruqoiyah Kecamatan Bandar Taman Kabupaten Sidoarjo – Semester I Tahun Ajaran 2022/2023

Senin, 12 Februari 2024 - 19:23 WIB

Memastikan Korban Bencana Alam, BNPB RI Kunjungi Intan Jaya, Papua Tengah

Rabu, 7 Februari 2024 - 01:48 WIB

DDI Kabupaten Asahan Membina Remaja Desa Gedangan

Berita Terbaru