banner 728x250

SOLPAP bersama Pasar Mama Mama Peringati 6 Tahun kepergian Robert Jitmau

Pasar Mama-Mama Papua bersama Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP) memperingat hari wafatnya Robert Krock Jitmau, perjuang Pasar mama mama Papua

Foto: SOLPAP bersama Pasar Mama Mama Peringati 6 tahun kepergian Robert Jitmau/Jeffry Suara Utama
Foto: SOLPAP bersama Pasar Mama Mama Peringati 6 tahun kepergian Robert Jitmau/Jeffry Suara Utama
banner 120x600
362 Kali Dibaca

SUARA UTAMA, JAYAPURA – Pasar Mama-Mama Papua bersama Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP) memperingat hari wafatnya Robert Krock Jitmau, perjuang Pasar mama mama Papua.

Foto: Poster Pamflet Kelas Jurnalistik Official 1 bulan pelatihan menulis pada 15 Juni - 15 Juli 2022/Suara Utama ID
Foto: Poster Pamflet Kelas Jurnalistik Official 1 bulan pelatihan menulis pada 15 Juni – 15 Juli 2022/Suara Utama ID


Tepat di hari ini 20 Mei 2022, kami SOLPAP bersama mama-mama pasar Papua mengenang 6 tahun kepergian Almarhum Robert Jitmau,”kata Frengky Warer Ketua Kordinator SOLPAP kepada Suara Utama saat diwawancarai dipasar sentral mama-mama Papua Kota Jayapura, Jumat (20/05/2022).

Kata Frengky,”kegiatan ini adalah kegiatan tahunan yg dilakukan dengan tujuan menjaga hubungan emosional antara Robert dengan mama mama yg sempat tidak terjalin dan kemudian antara mama mama dan juga kita sebagai pendamping yg masih ada sekarang dengan semangat menjaga spirit yg ada,”katanya.

Foto: Poster Pamflet Kelas Jurnalistik Official 1 bulan pelatihan menulis pada 15 Juni - 15 Juli 2022/Suara Utama ID
Foto: Poster Pamflet Kelas Jurnalistik Official 1 bulan pelatihan menulis pada 15 Juni – 15 Juli 2022/Suara Utama ID


Selain itu kata dia, kegiatan malam ini juga merupakan permintaan khusus juga dari keluarga almarhum untuk kita SOLPAP sebagai pendamping melakukan acara memperingati hari kematian RotJi (Robert Jitmau).

BACA JUGA : Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dogiyai Papua Gelar US Tingkat SD


Acara memperingati ini sangat penting dan harus selalu jadi rutinan setahun sekali.

“Kami bersama mama-mama papua sudah anggap almarhum Robert sebagai pejuang dan juga pencetus dengan membawah mama-mama papua mereka punya perjuangan dan harapan sampai pasar ini ada.

Dan sangat disayangkan bahwa ketika pasar ada, dan setelah sudah dibangun dengan megah, beliau sudah tidak ada,”tuturnya.

Foto: Pamflet poster kesempatan bergabung menjadi Penulis dan Jurnalis di Media Suara Utama ID/Mas Andre Hariyanto
Foto: Pamflet poster kesempatan bergabung menjadi Penulis dan Jurnalis di Media Suara Utama ID/Mas Andre Hariyanto

Walaupun acara semacam ini tidak akan membalas jasa baik dari seorang almarhum Robert Jitmau, tetapi sebagai bentuk apresiasi yg tinggi dan penghargaan kepada beliau dan juga keluarganya, maka kami membuat acara tersebut untuk memperingati kepergian beliau,”katanya.

Frengky mengatakan kedepannya ada 10 rekomendasi yg menjadi hal yg wajib untuk dieksekusi paska Mubes beberapa tahun lalu. Karena tujuan utama setelah SOLPAP dibentuk, adalah untuk mendapatkan pasar secara layak.

“Tujuan utama teman-teman berkumpul dalam SOLPAP adalah untuk mendapatkan pasar yg layak untuk Mama-Mama Papua berjualan

Sebelumnya Mama-Mama mereka belum mendapatkan tempat yg layak. Mereka hanya berjualan dibawah hujan dan panas terik matahari,”ucapnya.

Dirinya juga mengeluhkan, setelah pasar jadi dan diresmikan, ternyata kita(SOLPAP)melihat banyak sekali masalah masalah turunan yg harus di kerjakan yg tidak bisa dilepas begitu saja.

“Dari Mubes satu(1) kemarin dihasilkanlah beberapa rekomendasi oleh teman teman dan kemudian juga lewat rapat rapat Ekolosi yg melibatkan beberapa senioritas dan juga teman teman lain yg banyak memberi masukan dan juga saran buat kita pendamping bagimana kerja-kerja kedepan,”katanya.

Frengky mengatakan yg menjadi Pekerjaan Rumah(PR) besar kita kedepan adalah, saat ini harga barang atau jualan dipasar mama mama Papua itu lebih tinggi dibandingkan tempat lain. Sehingga ini yg membuat kenapa pengunjung di pasar ini sepi jika dibandingkan dengan pasar lama,”keluhnya.

Dia pun menambahkan selama ini mama mereka bergantung ke pasar youtefa yaitu ke para tenggulak. Jadi ketika mereka membeli barang ditangan kedua atau ketiga itu harga sudah berubah dibandingkan mereka beli langsung dari petani dilahan atau dikebun langsung,”jelasnya.

Pekerjaan Rumah(PR) besar kita adalah untuk memutuskan mereka(mama-mama) punya ketergantungan tersebut dengan melakukan koneksi langsung ke teman teman petani atau mereka yg ada dilahan sehingga mama-mama mereka tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos atau biaya yg besar, tetapi mereka harus sudah ada dipasar, dan kita sebagai pendamping koperasi berperang sebagai distributor angkut mereka punya barang jualan sehingga mereka, selain menghemat biaya, supaya mereka juga punya waktu untuk keluarga,”tandasnya.

Sementara itu ditempat yg sama, Yuliana Pigai selaku Ketua Koperasi Mama-Mama Papua mengatakan, dirinya mengaku bersedih dan merasa kehilangan atas kepergian seorang Robert Jitmau sosok pemimpin dan pejuang tulen.

“Tanpa Robert Jitmau, perjuangan dan harapan kami mama mama papua tidak mungkin terjawab. Tetapi karna anak Robertlah perjuangan dan harapan kami terwujud dengan adanya pasar Mama-Mama Pasar Papua,”tuturnya.

banner 468x60
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90