Serangan Penyakit Berlanjut, Produksi Udang Tambak Dipasena Turun Drastis, Ekonomi Petambak Terdampak

- Publisher

Minggu, 12 Mei 2024 - 21:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gede Brata, Petambak Kampung Bumi Dipasena Mulya, Rawajitu Timur, Lampung, Saat Diwawancarai Salah Satu Media Televisi Nasional (12/5) Foto: Nafian Faiz (Suarautama.id)

Gede Brata, Petambak Kampung Bumi Dipasena Mulya, Rawajitu Timur, Lampung, Saat Diwawancarai Salah Satu Media Televisi Nasional (12/5) Foto: Nafian Faiz (Suarautama.id)

SUARA UTAMA, Tulang Bawang- Selama tiga tahun terakhir, hasil produksi budidaya udang Vanamei petani tambak di Bumi Dipasena, Rawajitu Timur, Tulang Bawang,  Lampung, terus mengalami penurunan drastis karena seringkali gagal panen, akibat serangan penyakit.

Kegagalan  budidaya ini berdampak terhadap kesulitan ekonomi bagi petani tambak dan keluarga mereka, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka harus mencari pekerjaan tambahan seperti menjadi kuli upah di luar area pertambakan Dipasena.

Gede Brata (60) bersama istrinya, Niketut Maryati (50), saat ditemui di rumah mereka di Kampung Bumi Dipasena Mulya, Blok 8 Jalur 59 No 7, pada Minggu (12/5). Terlihat satu tambak mereka dibiarkan kosong, sementara satu tambak lainya tebar hanya 15 ribu ekor saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gede Brata dalam kesempatan tersebut menyampaikan keluhan tentang situasi ekonomi keluarganya. Sebagai petani tambak Dipasena sejak 1994, ia merasa keadaan ekonominya  tiga tahun terakhir ini sangat sulit. Modal mereka telah habis, karena gagal panen berulang. Saat ini, ia hanya mampu menebar benur sebanyak 15 ribu ekor benur untuk 1 petak tambak. Jumlah yang sedikit itu pun masih rentan terserang penyakit, padahal padat penebaran sudah jauh berkurang. “Kalau empat tahun yang lalu, kami bisa menabur 125 ribu ekor benur per tambak dengan hasil panen di atas 1,5 ton,” ungkap Gede Brata dengan sedih.

BACA JUGA :  Respons Perubahan Global, Ketum SMSI Firdaus Instruksikan Anggota Jadi Pemandu Informasi yang Sehat

Gede Brata tidak sendirian, ribuan petambak udang Bumi Dipasana, Lampung saat ini mengalami nasib serupa. Kini para petambak berusaha bekerja serabutan, melakukan apa pun untuk sekadar memenuhi kebutuhan dapur keluarga.

Kepala Kampung Bumi Dipasena Jaya, Dediyono, membenarkan kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat pertambakan Dipasena. Produksi udang Dipasena saat ini hanya berkisar antara 5 ton sampai 10 ton per hari, sebelumnya bisa mencapai 80-100 ton per hari. Saat ini maksimal tidak sampai 10 persen saja petambak yang bisa panen finish itupun keuntungan tidak signifikan, termasuk  berhasil sekali, tapi gagalnya berkali-kali.

BACA JUGA :  Aliansi Lingkungan Soroti Rencana PT Conch di Barru

Menurutnya, saat ini banyak warga yang terpaksa mencari pekerjaan di luar pertambakan Dipasena. “Warga terpaksa menjadi kuli upah, seperti kuli babat rumput di perkebunan sawit, kuli tebang pohon perkebunan tebu, kuli ikat padi yang roboh, bahkan ada yang menjadi asisten rumah tangga untuk sekedar menyambung hidup, dan banyak juga petambak yang terpaksa menelantarkan tambak milik mereka karena kehabisan modal dan terlilit hutang.” kata Dediyono.

Sementara itu, Kepala Bidang Budidaya Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW Lampung) Suryadi, menjelaskan bahwa penurunan produksi udang di pertambakan Dipasena saat ini, disebabkan oleh serangan Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND), penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio yang menyerang hepatopankreas udang. Gejalanya antara lain hepatopankreas yang membengkak dan kematian udang mulai dari usia 14 hari, bahkan ada yang baru seminggu di tambak. Kematian ini terjadi secara terus-menerus, akibatnya populasi udang habis.

BACA JUGA :  Bapelkum dan BNNK Bitung Siapkan Podcast Edukasi Hukum dan Anti-Narkoba.

Lebih lanjut dijelaskan, bakteri ini berkembang pesat di lumpur yang mengandung Amoniak, baik lumpur sedimentasi maupun lumpur sisa pakan yang tidak terurai.

“Berbagai upaya telah dilakukan P3UW Lampung seperti pengerukan lumpur di muara pintu Dam, pengerukan lumpur di saluran pasok, penggunaan probiotik dari jenis bakteri fotosintesis dan probiotik jenis Lactobacillus, seleksi benur yang lulus uji virus dan uji laboratorium penyakit udang, namun hasilnya belum dapat mengatasi masalah yang ada secara signifikan,” pungkas Suryadi.

Penulis : Nafian Faiz

Berita Terkait

BEMNUS Sulawesi Barat Soroti Rencana Pengangkatan Kembali Nakes PPPK di Mamuju : “Jangan Jadikan Tenaga Kesehatan Korban Kebijakan Anggaran
Bapelkum Bitung Dorong Pelayanan Hukum Makin Dekat dengan Masyarakat
Jam Pelayanan Masih Berlangsung, BEMNUS Sulbar Soroti Kosongnya Loket Layanan Disdikpora Majene
Semangat Pengayoman Menggelora, Bapelkum Bitung Meriahkan Fun Walk Sambut HUT RI ke-81
Semarak HUT RI ke-81, Lapas Kelas IIB Bangko Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Binaan, Keluarga dan Masyarakat
Bapelkum Bitung Tebar Kepedulian, Bagikan Sembako untuk Security dan TAD Sambut HUT RI ke-81
Bapelkum Bitung dan BNNK Perkuat Sinergi Sambut HUT RI ke-81
Diduga Minim Pelayanan Saat Jam Kerja, Warga Kampung Baruh Desak Evaluasi Kinerja Lurah dan Pegawai
Berita ini 2,512 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:24 WIB

BEMNUS Sulawesi Barat Soroti Rencana Pengangkatan Kembali Nakes PPPK di Mamuju : “Jangan Jadikan Tenaga Kesehatan Korban Kebijakan Anggaran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Bapelkum Bitung Dorong Pelayanan Hukum Makin Dekat dengan Masyarakat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:07 WIB

Jam Pelayanan Masih Berlangsung, BEMNUS Sulbar Soroti Kosongnya Loket Layanan Disdikpora Majene

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Semangat Pengayoman Menggelora, Bapelkum Bitung Meriahkan Fun Walk Sambut HUT RI ke-81

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:39 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Lapas Kelas IIB Bangko Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Binaan, Keluarga dan Masyarakat

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand