Rentetan Kebakaran di Dogiyai: IPMADO SEMSAL Tolak Kebijakan Pusat dan Minta Aparat Ungkap Pelaku

- Jurnalis

Jumat, 27 Mei 2022 - 08:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, MANOKWARI – Mahasiswa dan Pelajar yang tergabung dalam organisasi Ikatan Pelajar  Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Study Semarang Salatiga menyikapi situasi terkini rentetan kebakaran rumah warga di Kabupaten Dogiyai yang belum terungkap pelaku harus diusut tuntantas berdasarkan hukum yang berlaku di Negara ini, Kamis (26/05/2022).

BACA JUGA : BPIP-RI Gelar Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila di Institut Parahikma Indonesia (IPI) Gowa

Ketua IPMADO Rudy Tebai mengungkapkan kami melihat dan mengikuti peristiwa rentetan kebakaran di Dogiyai pada pekan lalu dan pengiriman militer gabungan TNI-PORLI yang masih tersimpang siur, karena hingga kini belum terungkap siapa dalannya atas peristiwa itu.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Rentetan Kebakaran di Dogiyai: IPMADO SEMSAL Tolak Kebijakan Pusat dan Minta Aparat Ungkap Pelaku Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto: Poster Pamflet Kelas Jurnalistik Official 1 bulan pelatihan menulis pada 15 Juni - 15 Juli 2022/Suara Utama ID
Foto: Poster Pamflet Kelas Jurnalistik Official 1 bulan pelatihan menulis pada 15 Juni – 15 Juli 2022/Suara Utama ID

Semestinya Kapolda Papua membentuk tim investigasi untuk mengungkapkan pelakunya bukan mengirimkan aparat negara berskala besar demi melancarkan wacana pembagunan maporles di Dogiyai.

Foto: Poster Pamflet Kelas Jurnalistik Official 1 bulan pelatihan menulis pada 15 Juni - 15 Juli 2022/Suara Utama ID
Foto: Poster Pamflet Kelas Jurnalistik Official 1 bulan pelatihan menulis pada 15 Juni – 15 Juli 2022/Suara Utama ID

“Polda Papua stop pengiriman aparat dengan berskala besar, itu hanya menciptakan  situasi panas dan trauma bagi masyarakat setempat. Karena masyarakat tanpa aparat bias hidup damai, tenang dan saling menghargai antara sesama warga di Dogiyai,” tegas Rudi saat dikonfirmasi kepada Reporter Suara Utama ID Kamis (26/05/2022) kemarin.

Rudy menilai, rentetan kebakaran yang dilansir media Antara dalam keterangan Kapolres Dogiyai, Kompol Bambang Suranggono mengatakan peristiwa tersebut dilakukan masyarakat dogiyai. Hal tersebut merupakan skenario aparat untuk menghadirkan porles dan kodim di wilayah tersebut.

IMG 20220516 WA0005 Rentetan Kebakaran di Dogiyai: IPMADO SEMSAL Tolak Kebijakan Pusat dan Minta Aparat Ungkap Pelaku Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

“Kami mahasiswa turut mendukung aspirasi rakyat dari 79 kampung tentang menolak segala bentuk tawaran Klonial Indonesia (Jakarta), perpanjangan Otsus jilid II, Pembentukan DOB 3 Provinsi di Papua, pembangunan Porles dan Kodim di Dogiyai,” tegas Rudy.

BACA JUGA :  Ada yang Menarik di Kajian Spirit Gemilang bersama Coach Fahmi Selain Gratis Ilmu dan Makan Malam

Selain itu, ia juga  menyatakan Polres baru saja melantik Kapolres Dogiyai adalah hal yang tidak sesuai berdasarkan peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014, tentang pembentukan peningkatan status kesatuan kewilayahan: yakni pasal 5 ayat 1 poin B, pasal 5 ayat 1 poin H Pasal 5 ayat 1 Poin i.

“Kami menduga dalam waktu yang singkat  Polres melantik kapolres hanya meloloskan pembangunan Polres dan Kodim. Sementara pelaku rentetan kebakaran tidak usut tuntas dan masih menuduh antara warga dan pihak aparat. Sehingga dirinya berharap kepada pihak kepolisihan perlu ungkap pelaku semua peristiwa ini dengan sebenarnya” beber Tebai.

BACA JUGA : Media Suara Utama ID Akan Gelar Rapat Jurnalis Lintas Nusantara di Yogyakarta 6-8 Juni 2022

Untuk itu, kami mahasiswa dan pelajar Dogiyai kota studi Semarang Salatiga mendesak:

Pertama, Polda Papua segera menarik kembali pasukan organik maupun non organik yang dikirim ke kabupaten Dogiyai.

Kedua, Pemerintah Dogiyai segera membentuk tim investigasi untuk mengunkapkan pelaku pembakaran rumah warga di Dogiyai.

Ketiga, Pemerintah Dogiyai, Polsek Kamu dan Polsek Mapia segera ungkap pelaku rentetan kebakaran pekan  lalu dan diproses secara hukum berdasarkan peraturan yang berlaku.

Keempat, Kapolda Papua segera membatalkan rencana pembangunan Porles di Dogiyai karena tidak memenuhi kriteria Porli No.7 tahun 2014, yakni pasal 5 ayat 1 poin B, pasal 5 ayat 1 poin H, dann pasal 5 poin i.

Kelima, Kami seluruh  rakyat, Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai mengutuk keras pelaku pembakakaran rumah warga di kabupaten Dogiyai.

Berita Terkait

Banjir Besar Hanyutkan Jembatan Masyarakat Pulau Panggung Lampung Kini Gunakan Jembatan Bambu
Management PT. Well Harvest Winning Alumina RefInery (PT. WHW) Salurkan CSR untuk Qurban.
Pengukuhan DDII Tahun 2024-2027 dan Penyembelihan Hewan Qurban di Musholla Istiqomah Desa Gajah Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan
Presiden Jokowi Rayakan Ulang Tahun ke-63 dengan Tetap Bekerja Seperti Biasa
KNPB Nabire Bantah Terlibat Pembakaran Kantor Dan Fasilitas Umum
Posyandu Mawar Desa Sido Harjo Gelar Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting
Penyebab Server Sihalal Down Sampai Hari Ini, Jumat 21 Juni 2024
Pembukaan Raker, Komnas PA Jawa Timur Berharap Kader Siap Menjadi Pejuang Anak
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Juni 2024 - 14:00 WIB

Banjir Besar Hanyutkan Jembatan Masyarakat Pulau Panggung Lampung Kini Gunakan Jembatan Bambu

Jumat, 21 Juni 2024 - 23:10 WIB

Pengukuhan DDII Tahun 2024-2027 dan Penyembelihan Hewan Qurban di Musholla Istiqomah Desa Gajah Kecamatan Meranti Kabupaten Asahan

Jumat, 21 Juni 2024 - 22:42 WIB

Presiden Jokowi Rayakan Ulang Tahun ke-63 dengan Tetap Bekerja Seperti Biasa

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:18 WIB

KNPB Nabire Bantah Terlibat Pembakaran Kantor Dan Fasilitas Umum

Jumat, 21 Juni 2024 - 17:01 WIB

Posyandu Mawar Desa Sido Harjo Gelar Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting

Jumat, 21 Juni 2024 - 16:39 WIB

Penyebab Server Sihalal Down Sampai Hari Ini, Jumat 21 Juni 2024

Jumat, 21 Juni 2024 - 14:42 WIB

Pembukaan Raker, Komnas PA Jawa Timur Berharap Kader Siap Menjadi Pejuang Anak

Jumat, 21 Juni 2024 - 09:14 WIB

Redaksi SUARA UTAMA Ucapkan Selamat Raker Komnas Perlindungan Anak Se Malang Raya

Berita Terbaru

Ilustrasi: Dampak Medsos Terhadap Hubungan Keluarga: Gambar AI (Suara Utama.id)

Artikel

Pengaruh Media Sosial terhadap Hubungan Keluarga

Sabtu, 22 Jun 2024 - 07:20 WIB