banner 728x250

Ramadhan Syahrut Tarbiyah

Puasa pada bulan Ramadhan merupakan kelebihan dan keutamaannya dalam proses tarbiyah (penggemblengan)

feat ramadhan Ramadhan Syahrut Tarbiyah Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
banner 120x600
197 Kali Dibaca

SUARA UTAMA Kewajiban puasa terkait dengan bulan Ramadhan. Salah satu rukun Islam ini diwajibkan Allah SWT kepada kaum Muslim. Saat mengomentari ayat di atas, Syaikh Mustafa Masyhur dalam kitab Min Fiqhi ad Da’wah mengungkapkan, “Puasa memberi pakaian takwa pada pelakunya. la adalah benteng dan perisai dari berbagai kejahatan dan fitnah bagi pelakunya”. Puasa di bulan Ramadhan dengan segala kelebihan dan keutamaannya adalah proses tarbiyah (penggemblengan) yang datang langsung dari Allah SWT.

BACA JUGA : KUIPs Malaysia Beri Beasiswa Pendidikan Kuliah untuk Indonesia

Hasil dari proses tarbiyah tersebut adalah lahirnya pribadi mukmin yang bertakwa. Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk melahirkan individu yang berkepribadian islami. Dengan berpuasa di bulan Ramadhan, Allah SWT mentarbiyah langsung hamba-hamba-Nya, baik secara jasmani maupun ruhani. Puasa adalah ibadah teristimewa dari ibadah- ibadah lainnya dengan pengakuan langsung dari Allah.

IMG 20220414 WA0098 Ramadhan Syahrut Tarbiyah Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Foto: Pamflet Poster Pelatihan & Pengembangan Internal Redaksi Suara Utama/Suara Utama ID

Abu Hurairah ra meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda: Allah SWT berfirman, “Setiap amal manusia adalah untuknya, kecuali puasa, ia itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan memberi balasan dengannya. Dan puasa itu perisai. Karenanya, bila salah seorang dari kamu berpuasa, hendaknya jangan melakukan rafats (mengatakan kata-kata yang menimbulkan birahi atau kotor) dan jangan berteriak-teriak. Bila seseorang mencaci atau memeranginya, maka hendaklah ia berkata, ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa.’ Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya sungguh bau tidak sedap dari mulut orang yang sedang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada harumnya kesturi.”

BACA JUGA : Lihat Program Pelatihan AR Learning Center April-Juni

Muslim yang sejati akan mengisi Ramadhan secara istimewa dan senantiasa hidup bersamanya. la beristirahat sejenak dari kepenatan hidup, berbekal dan memperbarui semangat untuk melanjutkan perjalanan hidup berikutnya. la akan lebih bersemangat membaca, mengkaji, menghafal dan mengamalkan al-Quran serta menggunakannya untuk qiyamul lail.

IMG 20220414 WA0099 Ramadhan Syahrut Tarbiyah Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
Foto: Pamflet Poster Pelatihan & Pengembangan Internal Redaksi Suara Utama/Suara Utama ID

Syaikh Mustafa Masyhur menjelaskan, di dalam puasa banyak terdapat nilai-nilai tarbawi yang amat penting bagi pribadi Muslim. Puasa membimbing para shaimin untuk mengikhlaskan niat kepada Al lah dan merasa selalu dipantau oleh-Nya. Sebab puasa merupakan rahasia antara dirinya dengan Tuhannya. Dengan demikian, akan terbentuk pribadi-pribadi yang profesional (ihsan) dalam melaksanakan segala aktivitas kerjanya. Tidak lagi tergantung kepada pengawasan dan kontrol manusia. Dalam puasa ada (perjuangan) melawan keinginan-keinginan nafsu dan fisik, sehingga dapat menguatkan kehendak dan tekad pelakunya, sehingga muncul pribadi yang memiliki etos kerja yang tinggi. Para shaimin sudah terbiasa mengekang keliaran jiwa dan syahwatnya dari yang dihalalkan, sehari penuh sepanjang satu bulan. Hal itu dapat membantunya untuk menghindari yang diharamkan pada hari-hari berikutnya.

Puasa mentarbiyah pelakunya memiliki sifat sabar, sebagai bekal untuk bisa mengatasi segala rintangan dan melanjutkan perjuangan hidup tanpa merasa lemah, putus asa dan menyerah. “Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar,” (QS Ali Imran:146).

Puasa melatih dan membimbing anggota badan selama sebulan penuh, hingga terbiasa melakukan hal tersebut.

Tidak hanya melatih menahan dini dari
Syahwat perut dan kemaluan saja. Puasa yang benar adalah puasanya seluruh anggota badan dari segala yang diharamkan Allah: mata, telinga, lisan, tangan, kaki menyertai mulut dan kemaluan dalam berpuasa. Dengan demikian, puasa akan menumbuhkan sifat santun, bahkan terhadap orang jahil sekalipun. Apabila orang bodoh dan jahil menantangnya, mencelanya atau memancing kemarahannya, maka la menahan dirinya, berlaku santun dan berkata, “Sesungguhnya saya sedang puasa.” Siapapun butuh sifat semacam ini; pengendalian jiwa, kelapangan dada dan tidak marah karena kepentingan diri.

Puasa juga mentarbiyah hati agar mengasihi orang fakir dan orang-orang yang membutuhkan bantuan. Ketika ia merasakan pedihnya lapar, maka ia akan mengulurkan ban- tuan kepada yang mem butuhkan. Rasa lapar pula yang membuat hati menjadi jernih karena telah mempersempit jalan syetan.

Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya setan itu berjalan dalam diri manusia melalui tempat peredaran darah, karena itu persempitlah jalan jalan
setan dengan rasa lapar,” (HR Muttafaq Alaih).

Pada saat berpuasa, saat perut kosong atau berkurang isinya, ruh membumbung tinggi, hati menjadi jernih, tabir menghilang, dan daya tarik dunia menyingkir. Dan yang ada tinggallah kejernihan, kecemerlangan dan cahaya kebenaran menembus hati lalu meneranginya. Kemudian jiwa terkondisi untuk melakukan tazkiyah (pembersihan jiwa) dengan dzikir, tilawah Al-Quran, istighfar, taubat dan doa hingga merasakan kebahagiaan yang hakiki, kenikmatan ruhani dan kedekatan dengan Allah. Wallahua’lam.

banner 468x60
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90