Puasa, Mengapa ?

- Jurnalis

Jumat, 24 Maret 2023 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA. Tidak ada yang tahu pasti kapan dimulainya sebuah ritual “puasa”. Akan tetapi tujuan utama puasa adalah “taqwa” sebagaiman pada surat Al-baqarah ayat 183 dan ayat 185. Dan berkembang menjadi cabang taqwa yaitu puasa untuk mendidik bersyukur, melebur dosa, intropeksi diri, melatih meredam hawa nafsu, mengindari maksiat dan dosa.

Puasa Agama Selain Islam

Tradisi puasa, ternyata tidak hanya dilakukan oleh umat Muslim, pemeluk agama lain pun memiliki tradisi puasa. Puasa dalam agama lain memiliki aturan yang berbeda dengan Islam, namun tujuannya hampir sama yaitu melatih disiplin dan kesabaran.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Puasa, Mengapa ? Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Agama Budha, puasa disebut sebagai Uposatha. Ketika berpuasa, umat Buddha masih diperbolehkan untuk minum, namun tidak boleh makan dengan melaksanakan delapan uposatha-sila, yaitu tidak membunuh, tidak mencuri, tidak melakukan kegiatan seksual, tidak berbohong, tidak makan pada siang hari hingga dini hari, dan tidak menonton hiburan atau memakai kosmetik, parfum, dan perhiasan. Dalam agama Budha ada juga puasa Buddhis, yaitu puasa vegetaris atau tidak boleh mengkonsumsi makanan yang berasal dari produk hewani dan tidak mengkonsumsi bawang-bawangan. Puasa ini dilakukan pada tanggal 1 dan 15 berdasarkan kalender bulan
  • Agama Katolik; Ada puasa pra-Paskah berlangsung selama 40 hari, dihitung dari hari Rabu Abu hingga Jumat Agung.. Berpuasa wajib bagi mereka yang sudah berusia 18 tahun. Saat berpuasa, mereka hanya diizinkan untuk makan kenyang sekali saja dalam sehari. Dan bagi untuk mereka yang berusia 14 tahun ke atas. berpuasa dengan cara menghindari diri dari melakukan hal-hal yang disukainya, misal makan daging, garam, atau merokok.
  • Agama Hindu. Puasa dalam agama Hindu disebut Upawasa; ada Upawasa Siwa Ratri, yaitu umat Hindu tidak boleh makan dan minum dari matahari terbit hingga terbenam. Lalu ada puasa Nyepi, yang dilakukan dengan cara tidak makan dan minum sejak fajar hingga fajar keesokan harinya. Puasa lain yang dianggap wajib adalah puasa untuk menembus dosa yang dilakukan selama tiga hari, ada juag puasa tilem, dan juga puasa
  • Agama Yahudi. Puasa orang Yahudi disebut Ta’anit yang terbagi menjadi dua, yaitu pada hari besar, Yom Kippur dan Tisha B’Av, juga pada hari kecil, misalnya puasa Esther dan puasa Gedhalia. Pada saat puasa, mereka tidak diperkenankan untuk makan dan minum, berhubungan seks, mengenakan sepatu kulit, dan khusus pada hari Yom Kippur, umat Yahudi tidak diperkenankan untuk menggosok gigi dan tidak boleh dilakukan pada hari Sabat (Sabtu). dan, apabila jatuh para hari Sabat, para Rabbi akan memutuskan hari pengganti untuk berpuasa.
  • Agama Konghucu. Puasa dalam kepercayaan Konghucu juga merupakan cara untuk mensucikan diri dan melatih diri, baik itu untuk menjaga perilaku, perkataan, dan agar diri kita dipenuhi cinta kasih. Puasa Konghucu ada dua jenis: puasa rohani dan jasmani. Puasa rohani dilakukan dengan menjaga diri dari hal-hal yang dianggap asusila. Sementara puasa jasmani dilakukan pada bulan Imlek. Puasa dilakukan dengan cara berpantang makan daging secara bertahap, ada yang hanya sehari, dua hari, dan seterusnya hingga berpantang permanen. Pada tanggal 8 bulan pertama Imlek, dilakukan puasa penuh dari pukul 05.30 hingga 22.00. Puasa diawali dengan mandi keramas dan berakhir setelah sembahyang.
BACA :  Meningkatkan Kemampuan Berhitung Permulaan Melalui Media Stick Angka di TK BHAKTI PERTIWI  SUKAMAJU Kecamatan Kalumpang Selatan Kabupaten Kotabaru - Semester 1 Tahun Ajaran 2021/2022

Puasa Orang Kejawen

Selain puasa Ramadan dan puasa lain (dari agama selain Islam), sebagian masyarakat Jawa (kejawen) memiliki berbagai jenis puasa. Puasa-puasa di luar perintah agama tersebut bukan tanpa tujuan. Mereka yang memercayai, dengan menjalani laku prihatin berupa puasa, dengan keyakinan akan memperoleh energi spiritual atau gaib dan berhasilnya tujuan/hajat hidup. Bentuk kekuatan gaib tersebut bermacam-macam, tergantung apa yang diinginkan, doa apa yang dipanjatkan serta jenis puasa apa yang mereka jalankan. Ada yang ingin agar memiliki ilmu kesaktian, kekebalan, kewibawaan, pengasihan, kesuksesan diri sendiri maupun anak tujuh turunan, kekayaan, serta berbagai keinginan lain.

Puasa orang jawa ada bermacam-macam; ada puasa mutih, ada puasa ngebleng, ada puasa ngrowot ada puasa bisu, puasa tidak mandi dalam satu tahun dan puasa ngluwang (dikubur hidup-hidup), ada juga puasa weton (hari kelahiran), dan seterusnya yang intinya untuk dapat menjadikan dirinya manunggal dengan gusti dan meniadakan rasa keduniawian.

BACA :  Puasa dan Renungan Diri

Puasa banul Jan, hewan dan tumbuhan

Jika manusia mengenal puasa lewat ajaran agama atau kepercayaan, makhluk hidup lainnya menjalankan puasa sebagai pertahanan diri atau perkembangan tubuh. Sesuai dengan ayat 183 Al Baqoroh, Jin, hewan dan tumbuhan  juga melakukan puasa. Kaum banul jan melakukan puasa sebagaimana syareat seperti manusia. Untuk hewan melakukan puasa dengan berbagai alasan ; seperti hibernasi, musim kawin, dan perpindahan tempat hidup atau mgrasi.

Gajah, kucing dan anjing berpuasa ketika tubuh mereka terluka. Sedangkan kuda dan sapi akan berpuasa ketika jatuh sakit. Sedangkan laba-laba dan anak ayam akan berpuasa sebagai periode mereka bertransisi atau beradaptasi ke periode hidup lebih dewasa. Anjing laut, salmon, penguin, dan angsa berpuasa untuk meningkatkan kualitas sperma mereka. Hal ini dilakukan menjelang musim kawin, sehingga mereka bisa memperoleh anak dengan kualitas yang bagus. Ada pula binatang yang melakukan puasa sepanjang masa hibernasi. Seperti beruang, ulat, tikus, kelelewar, siput juga kepiting. Mereka melakukan puasa dengan cara masing-masing di periode hibernasi mereka.

Lama binatang melakukan puasa sangat bervariasi. Ada yang menolak makan dan minum berminggu-minggu hingga berbulan-bulan lamanya. Beruang misalnya, ia bisa berpuasa dalam masa hibernasinya selama sepanjang musim dingin, antara 2 hingga 7 bulan lamanya. Sedangkan ular, yang habis menelan mangsanya, bisa tahan tak makan selama berminggu-minggu hingga satu bulan lamanya. Ular membutuhkan waktu untuk mencerna mangsa yang ukurannya sangat besar.  Selama bersembunyi dan berpuasa, ular juga akan mengganti kulitnya. Suhu tubuh yang naik akibat puasa membuat mereka lebih mudah melepaskan kulit lamanya dan menggantinya dengan yang baru.

Puasa pun dilakukan tumbuhan, terutama tumbuhan berbiji. Tumbuhan berpuasa atau menahan untuk tidak tumbuh yang disebut dormansi. Biji yang tersebar melalui angin, melalui organisme lain atau karena gaya gravitasi, tidak selalu tumbuh alami. Biji tersebut mulai berkecambah atau bertunas ketika lingkungannya seperti suhu, kadar air, dan nutrisi dalam tanah mampu memenuhi kebutuhannya. Selama dormansi, metabolisme diperlambat dan biji tanaman mengandalkan cadangan pada keping biji/kotiledon.

BACA :  Pengurus Muslimat NU Kampung Bumi Dipasena Mulya Lampung Berikan Santunan Ramadhan

Tingkatan puasa

Menilik puasa yang dilakukan pada agama, kepercayaan, jin, hewan dan tumbuhan ,maka puasa dapat di bagi menjadi tiga tingkat, menurut  pendapat Imam Ghozali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin:

Pertama, good person; yaitu puasa yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang atau sudah menjadi kebiasaan umum yaitu sebatas menahan haus dan lapar serta hal-hal lain yang membatalkan puasa secara syariat seperti puasa hewan dan tumbuhan.

Kedua, special person; berpuasa lebih dari sekadar untuk menahan haus, lapar dan hal-hal yang membatalkan, tapi berpuasa untuk menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan segala anggota badannya dari perbuatan dosa dan maksiat. Mulutnya bukan saja menahan diri dari mengunyah, tapi juga menahan diri dari menggunjing, bergosip, apalagi memfitnah. Puasanya manusia dengan tingkatan sosialis praktis atau puasanya orang-orang shalih

Ketiga,very special person; dilakukan orang-orang istimewa, exellent. Mereka tidak saja menahan diri dari maksiat, tapi juga menahan hatinya dari keraguan akan hal-hal keakhiratan. Menahan pikirannya dari masalah duniawiyah, serta menjaga diri dari berpikir kepada selain (Tuhannya)/Allah. Puasa kategori level ketiga ini adalah puasanya para nabi, shiddiqin dan muqarrabin, puasanya orang yang berkeinginan terjadi manunggalaing kawulo gusti

Pada intinya puasa itu adalah lelaku rohani dan jasmani dengan tujuan untuk dapat mendekatkan kepada tuhan yang maha esa dengan tidak meninggalkan kesosialan dan, kesejahteraan ekonomi. Karena dari prilaku puasa untuk dapat taat, tekun, jujur,sabar dan ikhlas  pada diri sendiri, pada orang lain dan pada tuhan, peduli dengan diri sendiri serta orang lain sehingga manusia dapat melakukan jejaring hubungan hablum minallah wahablum minannas.

Berita Terkait

Distorsi Akidah Islam 1445 H
Upaya Pengembalian Jati Diri Kepada Fitrah 1445 H
Syafari Ramadhan DP. MUI di Masjid Ukhuwah Islamiyah Desa Bagan Asahan 1445 H
Mudzakarah Ramadhan MUI Asahan : Ummat Washato 1445 H
Peningkatan Keterampilan Membatik Melalui Metode Demonstrasi Dengan Bahan Alam Sekitar di  Kelompok B TK Muslimat NU 88 H Ruqoiyah Kecamatan Bandar Taman Kabupaten Sidoarjo – Semester I Tahun Ajaran 2022/2023
Memastikan Korban Bencana Alam, BNPB RI Kunjungi Intan Jaya, Papua Tengah
DDI Kabupaten Asahan Membina Remaja Desa Gedangan
Kuatkan Spiritual Pebisnis, Founder PBI dan RMR Ust Arief Adakan Kajian Online Alumni
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 7 April 2024 - 23:22 WIB

Distorsi Akidah Islam 1445 H

Sabtu, 30 Maret 2024 - 13:55 WIB

Upaya Pengembalian Jati Diri Kepada Fitrah 1445 H

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:51 WIB

Syafari Ramadhan DP. MUI di Masjid Ukhuwah Islamiyah Desa Bagan Asahan 1445 H

Sabtu, 16 Maret 2024 - 13:18 WIB

Mudzakarah Ramadhan MUI Asahan : Ummat Washato 1445 H

Kamis, 7 Maret 2024 - 16:32 WIB

Peningkatan Keterampilan Membatik Melalui Metode Demonstrasi Dengan Bahan Alam Sekitar di  Kelompok B TK Muslimat NU 88 H Ruqoiyah Kecamatan Bandar Taman Kabupaten Sidoarjo – Semester I Tahun Ajaran 2022/2023

Senin, 12 Februari 2024 - 19:23 WIB

Memastikan Korban Bencana Alam, BNPB RI Kunjungi Intan Jaya, Papua Tengah

Rabu, 7 Februari 2024 - 01:48 WIB

DDI Kabupaten Asahan Membina Remaja Desa Gedangan

Selasa, 6 Februari 2024 - 16:10 WIB

Kuatkan Spiritual Pebisnis, Founder PBI dan RMR Ust Arief Adakan Kajian Online Alumni

Berita Terbaru

Nafian Faiz (SUARA UTAMA.ID)

Artikel

Sidak Setelah Mudik Masih Efektifkah?

Rabu, 17 Apr 2024 - 12:00 WIB

Illustrasi Stress dan Relax  .Foto:pixabay.com/id/illustrations/search/stress

Artikel

7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri

Senin, 15 Apr 2024 - 20:46 WIB