PRP Menyerukan Bulan Mei Berlawan, Menolak Tunduk!

- Jurnalis

Kamis, 19 Mei 2022 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Juru bicara nasional Petisi Rakyat Papua (PRP) Jefry Wenda (depan) baju berwarna hitam dan belakang baju berwarna putih Victor F. Yeimo juru bicara internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Petisi Rakyat Papua/Suara Utama ID

Foto: Juru bicara nasional Petisi Rakyat Papua (PRP) Jefry Wenda (depan) baju berwarna hitam dan belakang baju berwarna putih Victor F. Yeimo juru bicara internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Petisi Rakyat Papua/Suara Utama ID

SUARA UTAMA, PAPUA – Juru bicara nasional Petisi Rakyat Papua (PRP) Jefry Wenda menyatakan penangkapan terhadap Victor F. Yeimo adalah salah satu bukti penjajahan Indonesia di Papua tentunya militerisme.

Victor F. Yeimo ditangkap secara paksa pada 09 Mei 2021 (1 tahun lalu) di sekitar Kecamatan Abepura, Kota Jayapura. Penangkapan Victor tidak ada surat penangkapan dan alasan-alasan dalam perspektif hukum yang jelas oleh Satgas Nemangkawi.

BACA JUGA: Sidang Victor Yeimo, Agus Kossai Sesalkan Tindakan aparat didepan pintu pengadilan Jayapura

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 PRP Menyerukan Bulan Mei Berlawan, Menolak Tunduk! Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil penyelidikan Victor F. Yeimo dituduh sebagai aktor intelektual dalam kasus aksi rasisme jilid II, 2019 yang menyebabkan kerusakan material maupun non material.

Meskipun telah dilakukan persidangan kasus aksi rasisme lalu beberapa orang telah menjalani proses hukum yakni, 7 tapol di Balik Papan, 6 tapol di Jakarta, dan beberapa kota lain seperti di Wamena, Sorong, Fak-fak pada 2019 – 2020.

Penangkapan Victor tidak terlepas dari keterlibatan dalam gerakan rakyat untuk memperjuangkan HAM dan demokrasi bagi rakyat tertindas khususnya di Papua.

BACA JUGA: Salah satu Menanggulangi Virus PMK, Ini Langkah Sigap DKPP Jawa Barat

Victor F. Yeimo merupakan juru bicara internasional Komite Nasional Papua Barat atau KNPB dan Petisi Rakyat Papua (PRP) yang dikriminalisasi dengan pasal karet makar, pada 2021.

BACA :  KNPB Mnukwar Nyatakan Pelaksanaan New York Agreement 1962 Ilegal di Papua, Ini Pernyataannya

Mengapa Victor Yeimo ditangkap?

Victor Yeimo adalah sekian dari anak muda yang muncul ke permukaan untuk memperjuangkan hak bersama rakyat tertindas di Papua. Victor melakukan kritikan kepada penjajah dan memberikan penyadaran luas.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan dalam organisasi front, aliansi masyarakat dan terlibat dalam perjuangan akan menggantikan sistem penjajahan (kini). Rakyat harus berdaulat dan menentukan nasib sendiri. Gagasan Victor yang kritis dan melalui praktiknya menjadi ancaman bagi negara Indonesia.

BACA JUGA: GAMKI Kota dan Sleman, Wujud Nyata Perluasan Kaderisasi GAMKI DIY

Negara Indonesia dengan segala perangkatnya dan kekuasaannya melakukan manipulasi kesadaran bagi masyarakat melalui program Otsus, UP4B, tranmigrasi, dana desa, beras miskin, pemekaran wilayah baru, operasi militer dan CPNS khusus bagi orang asli Papua.

Di balik program ‘pemberdayaan ini’ ada kepentingan investasi untuk eksploitasi sumber daya alam di Papua. Perusahaan seperti sawit, pertambangan, jasa, infrastruktur dibangun dengan tujuan ekspansi modal.

BACA :  Tuntutan Pelajar dan Mahasiswa Kota Nabire Terkait DOB dan Otsus Jilid II Tanah Papua

Sedangkan untuk kependudukan Indonesia di Papua dilakukan pembangunan infrastruktur yang massif agar mempermudah transmigrasi masuk serta pemodal dapat investasi kemudian membayar pajak ke negara.

BACA JUGA: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dogiyai Papua Gelar US Tingkat SD

Semua program ini adalah wujud dari sistem penjajahan yang diterapkan Jakarta ke Papua kemudian dasar hukumnya terpadu dalam otonomi khusus yang dipaksakan pada 21 November 2001, inilah alasan mengapa rakyat Papua harus menolak otonomi khusus jilid II.

Operasi militer di Nduga (2018), Intan Jaya (2020), Pegunungan Bintang (2021), Maybrat (2021) pengungsian mencapai 67.000 orang menunjukan bahwa militer Indonesia menjaga tuan pemodal.

Dominasi militerisme di kampus, bagaimana akses masuk-keluar intelegen TNI/PORLI dan polisi yang menghadang gerak mahasiswa adalah bukti pembungkaman ruang demokrasi.

Perampasan lahan oleh perusahaan sawit, perdagangan minuman keras tidak terkontrol, perdagangan senjata yang dilakukan militer kepada masyarakat sipil, pembentukan Satgas Nemangkawi kini menjadi satgas Cartenz bukti dominasi penjajahan militeristik.

BACA :  SRP Dogiyai Pertanyakan Kasus Kebakaran di Dogiyai, Siapa Dalangnya?

Petani dan masyarakat adat diusir dari tanahnya menyebabkan kemiskinan kronis yang semakin meluas.

BACA JUGA:Cek Rundwon Acara Anniversary AR Learning Center dan Launching Suara Utama di Yogyakarta

Aksi 10 Mei 2022 belasan kota di seluruh Indoensia dan Papua, lantas melakukan penangkapan 7 aktivis memiliki kesamaan pola yang dilakukan terhadap Victor. Victor Yeimo dan beberapa tapol lainnya adalah salah satu di antara mereka yang menolak tundak.

Kriminalisasi terhadap rakyat akan terus terjadi selama penjajahan Indonesia masih menancapkan sistemnya di wilayah Papua. Maka Petisi Rakyat Papua dengan tegas melalui aksi itu menuntut:

  1. Bebaskan Viktor F. Yeimo dan seluruh tapol lainnya yang dikirminalisasi negara tanpa syarat, dan buka ruang demokrasi bagi rakyat Papua.
  2. Hentikan kriminalisasi terhadap aktivis pro demokrasi.
  3. Tolak pemekaran, tolak operasi militer cabut otsus, dan berikan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.

Kepada seluruh rakyat rapatkan barisan jemput kemenangan. Rakyat bersatu takkan bisa terkalahkan. Koorlap aksi Varra Iyaba.

Berita Terkait

Kanit Intelkam Polda Babel Raih Predikat Hukum dan Mediator di AR Learning Center
Liburan ke Jatim Park 3, Nginepnya Wajib di Villa Kawan Jaya Junrejo Batu
7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri
Puncak Arus Balik 39 Ribu Lebih Kendaraan Kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera
6 Tantangan Jurnalis dalam Mempertahankan Integritas dan Kebenaran
Hari H Plus Empat Aidul Fitri 1445 H, Ribuan Warga Sesaki Wahana Pemandian Panjupian
Ketua DAP Wilayah III Domberay Tegaskan Ada Proteksi Kependudukan
Pasutri ini Nekad Bermotor dari Kalimantan Utara ke Tulang Bawang Lampung Setelah 4 Tahun Tak Mudik
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 21:45 WIB

Kanit Intelkam Polda Babel Raih Predikat Hukum dan Mediator di AR Learning Center

Senin, 15 April 2024 - 22:08 WIB

Liburan ke Jatim Park 3, Nginepnya Wajib di Villa Kawan Jaya Junrejo Batu

Senin, 15 April 2024 - 20:46 WIB

7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri

Senin, 15 April 2024 - 14:45 WIB

Puncak Arus Balik 39 Ribu Lebih Kendaraan Kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera

Senin, 15 April 2024 - 06:14 WIB

6 Tantangan Jurnalis dalam Mempertahankan Integritas dan Kebenaran

Sabtu, 13 April 2024 - 20:43 WIB

Ketua DAP Wilayah III Domberay Tegaskan Ada Proteksi Kependudukan

Sabtu, 13 April 2024 - 13:45 WIB

Pasutri ini Nekad Bermotor dari Kalimantan Utara ke Tulang Bawang Lampung Setelah 4 Tahun Tak Mudik

Jumat, 12 April 2024 - 16:24 WIB

Arus Balik Pemudik Mulai Padati Bakauheni Lampung

Berita Terbaru

Illustrasi Stress dan Relax  .Foto:pixabay.com/id/illustrations/search/stress

Artikel

7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri

Senin, 15 Apr 2024 - 20:46 WIB