banner 728x250

Pilot Susi Air Di Nduga, Perlu Di Jaga Dan Diutamakan Keselamatan

IMG 20230419 152003 Pilot Susi Air Di Nduga, Perlu Di Jaga Dan Diutamakan Keselamatan Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
banner 120x600
212 Kali Dibaca

suarautama, Wamena-keselamatan Pilot Susi Air di kabupaten Nduga, perlu di jaga dan diutamakan, sehingga Pilot tidak mengalami korban luka maupun korban jiwa.

𝙎𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙥𝙚𝙧𝙞𝙝𝙖𝙩𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙧 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙞𝙡𝙤𝙩 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙡𝙖𝙢𝙞 𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩.

Demi 𝙆𝙚𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙞𝙡𝙤𝙩 𝙎𝙪𝙨𝙞 𝘼𝙞𝙧 𝘾𝙖𝙥𝙩 𝙋𝙝𝙞𝙡𝙥 𝙈𝙖𝙧𝙠 𝙈𝙚𝙝𝙧𝙩𝙚𝙣𝙨. 𝘽𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙥𝙖𝙮𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞-𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙠𝙪𝙧.

Sesungguhnya keselamatan sorang pilot Selandia baru yang disandera pada 7 Februari 2023, yang lalu oleh TPNPB dibawah pimpinan Jendral Egianus Kogeya dan anggota di Nduga perlu di jaga dengan Eksra berhati-hati. Karena keselamatan sang pilot harus diutamakan oleh semua pihak.

Distrik Paro Operasi Militer, Warga Sipil Mengungsi Kota Kenyam,Ndugama

Masing-masing pihak dari TPNPB-OPM maupun TNI/ POLRI menjaga dan mengutamakan keselamatan pilot Capt Philp Mark Mahrtens yang disandera. Sehingga ia tidak mengalami luka dan sakit karena dengan alasan diserang atau lapar. Kami sangat hawatir karena berita beredar bahwa saudara pilot sedang mengalami sakit, kira-kira ini tangung jawab siapa ? Sebagai pembela ham sangat sedih dan perihatin kalau beliau sedang mengalami sakit.di hutan.

Murni TNI 9 Orang Tewas Di Tangan TPNPB-OPM di Nduga

Oleh karena itu kita semua tidak mengharapkan pada saat upaya melakukan pencarian pilot tidak terjadi baku serang antara TPNPB-OPM dan TNI/POLRI disana, dan nantinya berujung pilot Capt Philp Mark Mahrtens mengalami korban sia-sia. Sehingga keutuhan hak hidup seorang pilot harus di jaga.

Memang kita ketahui bahwa kalau biasaya bertemua antara musuh dan musuh, pasti akan terjadi baku tembak karena TNI/ Polri dan TPNPB adalah musuh abadi selama ini, tetapi demi keselamatan Pilot masing-masing harus menahan diri.

Kalau terjadi penyerangan maka, upaya pembebasan pilot yang diperjuangkan TNI/ POLRI selama ini bisa menjadi sia-sia dan tidak akan berhasil.

Upaya pencarian yang dilakukan Pemerintah Indonesia, Pemerintah Selandia Baru sangat mengharapkan tidak melakukan Operasi militer karena:

a. Mereka tidak mau keselamatan pilot Capt Philp Mark Mahrtens terancam dan tidak jadi korban.

b. Mereka tidak mengiginkan masyarakat sipil jadi korban, dari operasi militer

c. Pemerintah Selandia Baru mengharapkan Hak hidup tetap terjaga tidak di rusak bahkan dihancurkan. Selain itu, haK untuk bebas dari segala bentuk ancaman yang dapat membahayakan atau menghilangkan harus terjaga

Sehingga Pemerintah Selandia baru sangat berhati-hati mengambil keputusan untuk operasi militer di Nduga, harapan yang di harapkan Pemerintah Selandia Baru telah di tuai dengan penyerangan markas TPNPB, maka keselamatan pilot menurut saya telah terancam pula.

𝙋𝙚𝙣𝙙𝙚𝙠𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙢𝙞𝙡𝙞𝙩𝙚𝙧 𝙖𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙨𝙞𝙡 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙞𝙡𝙤𝙩 𝙙𝙞𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣.

Setelah terjadi penyanderaan pilot telah menghabiskan waktu, kurang lebih sekitar 1 bulan 28 hampir dua bulan, anggota mengalami kesulitan untuk menyelamatkan

pilot Capt Philp Mark Mahrtens. Mungkin juga terkendala dengan kondisi medan yang sangat sulit di jangkau.

Untuk itu upaya penyelamatan sang pilot tidak boleh terjadi kontak tembak antara TNI/POLRI DAN TPNPB, kalau terjadi kontak tembak dan kemudian terjadi penyerangan di markas TPNPB berarti memperpanjang proses pencarian dan akan terhambat.

𝙋𝙚𝙧𝙡𝙪 𝙖𝙙𝙖 𝙏𝙞𝙢 𝙄𝙣𝙙𝙚𝙛𝙚𝙣𝙙𝙚𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙚𝙧𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠, 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙥𝙚𝙣𝙩𝙞𝙣𝙜𝙖𝙣.

Saya bukan negosiator, tetapi menurut pandangan saya, demi upaya penyelematan seorang pilot, membutuhkan tim indefenden yang tidak berpihak kelompok manapun. Tim yang dimaksud bekerja dengan solit dan memiliki prinsip-prinsip negosiasi. Dan melakukan Negosiasi dengan kelompok yang bertikai, TPNPB-OPM, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Selandia Baru yang merpakan sebagai pihak korban.

Maaf disini saya tidak menyebutkan TNI/Polri karena mereka adalah alat kekuatan Negara Pemerintah Indonesia yang sedang berjuang membebaskan pilot, dan mereka bekerja dilapangan atas perintah Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden RI. mungkin tingkat komonikasinya bisa dibangun.

Tim ini juga bekerja dengan bebas tanpa ada tekanan-tekanan dan intimidasi dari kelompok manapun, sekalipun saya tau bahwa tekanan itu akan datang dari berbagai kalangan kelompok dan secara individu, namun itu menurut saya hal yang biasa dan harus dihadapi oleh tim indefenden.

Tim yang saya maksudkan disini adalah orang-orang yang memang dikenal dan dipercayai oleh kedua kelompok yang berkonflik, sehingga semua proses negosiasinya dapat berjalan dengan baik, demi terwudnya kebebasan pilot. Tim ini menjadi tempat penampung aspirasi dan kemudian meneruskan aspirasi yang dimaksud kepada kedua kelompok yang bertikai untuk mencari solusi.

Tim memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. Namun demi Keselamatan seorang pilot Capt Philp Mark Mahrtens memang harus diperjuangkan karena dia adalah warga negara lain, tim juga memiliki rasa kwterbukaan, bersikap transparan dan terbuka dan indefenden.

𝘽𝙖𝙜𝙞 𝙨𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙤𝙖𝙡 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙋𝙖𝙥𝙪𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙙𝙚𝙠𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙨𝙤𝙖𝙡 𝙠𝙚 𝙙𝙪𝙖, 𝙞𝙣𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙖𝙣𝙜𝙪𝙣 𝙉𝙚𝙜𝙤𝙨𝙞𝙖𝙨𝙞 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠.

Menurut saya tim negosiasi yang saya dapat jelaskan di atas, sangat penting yang memang harus diperjuangkan oleh perbagai pihak, sekalipun kami ketahui, bahwa masing-masing kelompok terus menahan ideologinya ” 𝙋𝙖𝙥𝙪𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙙𝙚𝙠𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙩𝙞 “. Bagi saya siapapun punya hak menyatakan soal di atas tetapi tanpa Negosiasi tidak pernah akan menghasilkan sesuatu yang diharapkan apa lagi seselamatan seorang pilot. Berhasil atau tidak ? Harus ada tim Negosiasi untuk melobi dengan semua pihak yang punya kepentingan.

Saya selalu melihat membaca dan mendengar berita di mana-mana di media masa dan Youtube, bahwa TPNPB-OPM selalu minta Pemerintah Indonesia untuk segera mengakui kedaulatan Papua merdeka. Sedangkan Pemerintah Indonesia selalu menyampaikan Papua adalah bagian dari NKRI yang tidak dapat dipisahkan. Kedua pandangan yang berbeda menurut saya perpanjang masalah dan tambah rumit.

Kemungkinan bahasa yang saya sampaikan di atas dalam artikel ini, akan terus berputar hingga sampai kapanpun tidak pernah akan berakhir, kecuali ada suatu kesepakatan, karena tampa kesepakatan kedua bela pihak akan berujung pada jatuhnya korban jiwa, hanya demi mempertahankan “𝙄𝙣𝙙𝙤n𝙚𝙨𝙞𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙣 𝙋𝙖𝙥𝙪𝙖 𝙢𝙚𝙧𝙙𝙚𝙠𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙩𝙞” Kita ketahui bahwa penyanderaan seorang pilot juga adalah bagian dari tuntutan Papua Merdeka yang diperjuangkan oleh TPNPB-OPM dan hal itu kita tidak bisa pungkiri karena kita mengakui hal itu.

Saya harap Pemerintah tidak bisa mengandalkan dengan kekuatan TNI/POLRI mereka tetap berada dilapangan sebagai tugas dan tangung jawab mereka, tetapi juga harus ada tim Negosiasi.

𝙆𝙚𝙙𝙪𝙖 𝙗𝙚𝙡𝙖 𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠 𝙜𝙖𝙜𝙖𝙡 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙩𝙞𝙢 𝙉𝙚𝙜𝙤𝙨𝙞𝙖𝙨𝙞.

Sebenarnya secara aturan dan mekanisme, di dunia ini, kalau ada orang bikin masalah, pastinya ada solusi penyelesaian, dan kemudian berujung pada proses perdamaian antara kedua belah pihak. Proses perdamaian kedua pihak yang bertikai pasti ada orang yang dipercayakan untuk mediasi sehingga proses penyelesaian dapat terjadi sesuai dengan harapan dari ke dua belah pihak.

Pihak mediator juga biasanya diberikan kepercayaan oleh kedua belah pihak secara tertulis atau lisan, untuk mediasi masalah tersebut. Sehingga berdasarkan kepercayaan itu dilakukan mediasi tanpa berpihak kepada kelompok tertentu demi kepentingan-kepentingan tertentu juga.

Menurut saya TPNPB-OPM telah melakukan penyanderaan seorang Pilot Warga Selandia Baru, adalah bagian dari tuntutan mereka tentang hak kedaulatan untuk menentukan Nasip sendiri, tetapi belum memiliki sebuah strategi untuk negosiasi yang bisa dilakukan oleh orang-orang, yang mereka percaya untuk melakukan negosiasi kepada pihak-pihak yang menurut TPNPB-OPM bermasalah dengan mereka.

Tuntutan yang disampaikan selama ini, kepada pemerintah Indonesia, untuk mengakui kedaulatan Papua merdeka hanya melalui, media masa dan Youtube, sedangkan media dan Yotube adalah hanya sebuah alat kampanye terbuka, dan itu bukan sebuah proses penyelesaian konflik.

Menurut saya itu hanya sebagai alat Kampanye yang dikampanyekan agar semua pihak dapat melihat dan mendengar, kampanye yang dimaksud wajar-wajar dan silakan saja. Namun kalau tak ada yang bisa negosiasi terbuka kampaye yang dimaksud kepada pihak-pihak yang bertikai atau bermasalah, masalah tidak pernah akan berakhir sesuai dengan harapan justru akan berpanjang masalah dan berujung memakan korban jiwa.

𝙋𝙚𝙢𝙚𝙧𝙞𝙣𝙩𝙖𝙝 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖 𝙙𝙖𝙣 𝙏𝙋𝙉𝙋𝘽-𝙊𝙋𝙈 𝙈𝙚𝙧𝙚𝙥𝙤𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙋𝙚𝙢𝙚𝙧𝙞𝙣𝙩𝙖𝙝 𝙎𝙚𝙡𝙖𝙣𝙙𝙞𝙖 𝘽𝙖𝙧𝙪

Pemerintah Selandia Baru menaru harapan dengan sesungguhnya kepada pemerintah Indonesia untuk membebaskan seorang pilot warga Negara Selandia baru yang disandera pada 7 Februari 2023, oleh Jendral Egianus Kogoya dengan rombongannya di Kabupaten Nduga Papua. Namun harapan yang diharapkan sedang diperjuangkan dan memakan waktu yang cukup lama hampir sudah mau dua bulan.

Saya percaya bahwa kemungkinan besar, Pemerintah Selandia baru sangat hawatir setelah terjadi penyerangan markas TPNPB-OPM di Nduga. karena akan berdampak buruk bagi pilot, sedangkan Pemerintah Selandia baru minta tidak melakukan kekerasan fisik ( Kontak Senjata ). Karena mereka sangat berhati-hati. namun kejadian pada tanggal 23 Ferbruari 2023, menurut saya sangat mengangetkan pemerintah Selandia Baru. Karena terjadi penyerangandi Markas TPNPB-OPM, sehingga dikabarkan beberapa orang ditembak dan meninggal dunia.

Saya percaya pasti Pemerintah Selandia baru sangat hawatir dengan kejadian tersebut, karena akan berdampak buruk masa depan seorang pilot, saya tidak tau apakah Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Selandia Baru telah membuat suatu kesepakatan bersama secara tertulis terkait langka-langka atau tahapan penyelamatan seorang pilot ? Salah satunya adalah tidak melakukan operasi militer di Nduga.

Kalau misalnya, ada tahapan kesepakatan bersama antara Pemerintah Indonesia dan Selandia baru, tentang penyelamatan pilot operasi militer atau penyerangan tidak perlu terjadi, karena akan mengakibatkan nengorbankan jiwa, tetapi kalau terjadi penyerangan di markas TPNPB berarti telah menyalahi kesepakatan yang telah disepakati oleh pemerintah Indonesia dan Pemerintah Selandia baru.

Untuk menjaga dan menjamin kesepakatan yang sudah disepakati oleh ke dua Negara demi keselamatan seorang pilot, masing-masing wajib dan menghargai kesepakatan yang dimaksud. Sehingga tidak melangar kesepakatan dari kedua Negara.

Artikel ini saya menulis sebagai bahan masukan dan saran saya sebagai pembela Ham di Papua, kepada pihak-pihak yang berkonflik, untuk mencari solusi atas upaya penyelamatan pilot Capt Philp Mark Mahrtens.

𝑾𝒂𝒎𝒆𝒏𝒂, 08-04-2023

𝙋𝒆𝒎𝒃𝒆𝒍𝒂 𝑯𝒂𝒎

𝒕𝒕𝒅

𝑻𝒉𝒆𝒐 𝑯𝒆𝒔𝒆𝒈𝒆𝒎

𝙏𝙚𝙡𝙥𝙤𝙣 +6281344553374

banner 468x60
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90