Petambak Dipasena, Lampung, Keluhkan Layanan Listrik PLN

Manager ULP Menggala: Ada 14 Tiang Listrik Terdampak Cuaca Buruk dan Hujan

- Publisher

Jumat, 26 Januari 2024 - 16:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gardu Induk Dipasena Foto: Nafian Faiz (Suara Utama.ID)

SUARA UTAMA, Tulang Bawang-

Suara kekecewaan pelanggan terhadap layanan Perusahaan Listrik Negara, PT. PLN (Persero) di pertambakan Dipasena, Rawajitu Timur, Tulang Bawang, Lampung, semakin nyaring terdengar. Sebabnya listrik PLN sering padam, apalagi saat musim hujan dan angin saat ini.

Keluhan pelanggan disebabkan usaha yang digeluti mayoritas masyarakat Bumi Dipasana, adalah budidaya udang Vanamei. Sangat tergantung dengan kincir sebagai aerator, satu jam saja kincir mati akan menyebabkan masalah pada udang. Dan itu adalah alamat kerugian bagi petambak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Thowilun, seorang pelaku budidaya udang beralamat di Kampung Bumi Dipasena Utama, memberikan komentarnya terkait pelayanan listrik pertambakan Dipasena. Ia menyayangkan kondisi jaringan PLN yang rentan terhadap cuaca. Listrik padam begitu ada gerimis atau angin. Sangat merugikan petambak, sepertinya PLN belum layak disebut mendukung produksi udang Nasional dari budidaya udang Dipasena.

BACA JUGA :  Jaga Keberlanjutan Bisnis, Advokat Roszi Krissandi Tekankan Pentingnya Audit Hukum Berkala bagi Perusahaan

“Faktor rendahnya kualitas jaringan, kurangnya gardu, termasuk kurangnya titik fuse cut out , fasilitas dan personil pelayanan teknis saat ada masalah jaringan adalah hal yang harus dibenahi, karena bila ada pemadaman listrik dan udang mati yang rugi ya konsumen” Kata Thowilun.

Pelanggan lain, Markus, petani tambak udang di Kampung Bumi Dipasena Jaya, menuturkan khusus di blok 6, 7 dan wilayah 61 kampung Bumi Dipasena Jaya, ada lebih dari 20 titik kerusakan dalam sebulan terakhir dan itu pasti ada pemadaman bahkan pernah padam selama 12 jam, sebabnya mulai dari pecah kramik, kabel jatuh, kabel putus, tiang miring dan roboh hingga gardu travo meledak.

BACA JUGA :  MOU Bukan Sekadar Formalitas — Advokat Samarinda Ingatkan Risiko Hukum yang Sering Diabaikan

“Seingat saya ada 20 kali pemadaman di kampung kami, saya tau ini karena hampir setiap ada kerusakan di area blok 6,7 dan 61, saya ikut serta bersama personil pelayanan teknis jaringan listrik (YANTEK) PT.PLN Gardu Induk Dipasena,” kata Markus.

Petambak Blok 5 Kampung Bumi Dipasena Agung, I Ketut Subangga, mengungkapkan kekhawatirannya bila ada hujan, petir dan angin. Menurutnya saat ini beliau sedang tebar dengan densitas padat, yakni 100 ribu ekor benur perkolam tambak, ada dua kolam tambak yang dioperasikan.

“Walau sudah diantisapi dengan pengadaan Genset mandiri, tetap saja hati ini berdebar dan was -was kalau ada hujan dan angin, contoh saja semalam (25/1) sampai dini hari. Hampir 5 jam listrik PLN mati, terpaksa engkol Genset , kalau tidak, udangnya mati, tapi akan ada tambahan biaya operasional karena harus beli solar.” Kata Ketut.

BACA JUGA :  Sengketa Tambang Barsel: Janji "Hibah" Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Terpisah menurut Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Menggala PT.PLN (Perasero), Irvan Eduardo Purba, Jumat (26/1) saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa cuaca buruk, hujan deras membuat tanah tergurus dan tiang listrik PLN terdampak, sebanyak 14 tiang rusak.

“Atas kejadian ini kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan setia PLN, kami sedang berjuang proses recovery dan penormalan”. Kata Irvan

 

Berita Terkait

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP
Jaga Keberlanjutan Bisnis, Advokat Roszi Krissandi Tekankan Pentingnya Audit Hukum Berkala bagi Perusahaan
SMKN 3 Makassar Gelar Pameran P8, Gandeng Pertamina Enduro Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Siswa Otomotif
MOU Bukan Sekadar Formalitas — Advokat Samarinda Ingatkan Risiko Hukum yang Sering Diabaikan
Suarautama.id Buka Jasa Liputan dan Publikasi Online untuk Sekolah, Kampus, Pemerintah, serta Promosi Produk di Seluruh Indonesia
Genah Rasa Snack: Pelopor Oleh Oleh Bandung 24 Jam yang Guncang Shopee Lewat Kelezatan Tempe Goreng Fenomenal!
Dari Iseng Jadi Pengusaha Muda, Pemuda Asal Teluk Bayur Sukses Tekuni Jual Beli Kendaraan.
INVESTIGASI UTAMA: Diduga Langgar Aturan Daerah Aliran Sungai Citarum, Aktivitas Misterius Sabita Garmindo di Katapang Disorot Tajam
Berita ini 493 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Sengketa Tambang Barsel: Janji “Hibah” Alat Berat Berujung Penolakan di RDP

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:57 WIB

Jaga Keberlanjutan Bisnis, Advokat Roszi Krissandi Tekankan Pentingnya Audit Hukum Berkala bagi Perusahaan

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:34 WIB

SMKN 3 Makassar Gelar Pameran P8, Gandeng Pertamina Enduro Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Siswa Otomotif

Senin, 15 Juni 2026 - 05:50 WIB

MOU Bukan Sekadar Formalitas — Advokat Samarinda Ingatkan Risiko Hukum yang Sering Diabaikan

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:58 WIB

Suarautama.id Buka Jasa Liputan dan Publikasi Online untuk Sekolah, Kampus, Pemerintah, serta Promosi Produk di Seluruh Indonesia

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand