Pesan PiPI Gelora Bantul kepada Ibu Spesial dan Putra Putri Istimewa

PiPI adakan kajian bersama Ibu yang dikaruniakan putra putri surga. Mereka adalah putra-putri istimewa penyandang difabel dan disabilitas.

- Publisher

Senin, 11 April 2022 - 00:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pintarnya Perempuan Indonesia/PiPI Gelora Bantul/Bahagia Menjadi Ibu Special/Suara Utama ID

Foto: Pintarnya Perempuan Indonesia/PiPI Gelora Bantul/Bahagia Menjadi Ibu Special/Suara Utama ID

SUARA UTAMA, YOGYAKARTA – Bertempat di Piyungan Bantul, Ahad (10/04/2022) sebagaimana rilis diterima dapur redaksi Suara Utama ID, Senin (11/04/2022), Pintarnya Perempuan Indonesia (PiPI) Gelora Kabupaten Bantul, Prov. D.I Yogyakarta mengelar kajian rutin dengan mengangkat tema tentang pentingnya “Bahagia Menjadi Ibu Spesial” yang juga acara bertepatan pada Hari Autis Se-dunia pada 2 April 2022.

BACA JUGA: Lowker Lembaga AR Learning Center Yogyakarta: Customer Service dan Digital Marketing

Adapun peserta yang hadir adalah dari ibu-ibu yang dikaruniakan putra putri surga. Mereka adalah putra-putri istimewa penyandang difabel dan disabilitas.Tentu tidak mudah membersamai putra putri yang berkebutuhan khusus, karena akan sangat membutuhkan energi ekstra dalam mendampingi proses tumbuh kembang mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA: Santriwati Gunung Tembak Bercita-Cita Bangun Pesantren di Dubai

Dan ibu, adalah pilar utama di keluarga sekaligus menjadi fondasi proses tumbuh kembang anak-anak ini. Ibu adalah ruh, magnet bagaimana ia harus mengalirkan daya tarik menariknya untuk seluruh anggota keluarganya, terutama bagi proses tumbuh kembang putra putrinya.

PiPI Gelora Bantul Pintarnya Perempuan Indonesia
Foto: Pintarnya Perempuan Indonesia/PiPI Gelora Bantul/Bahagia Menjadi Ibu Special/Suara Utama ID

Karena itu, sebelum ibu memberikan aliran kehangatan dan kebahagiaan di keluarganya, mesti dipastikan ibu harus yang pertama kali memiliki kebahagiaan itu. Ibu yang bahagia akan memancarkan aura kebahagiaan pula di keluarganya.

BACA JUGA: Alumni Lembaga AR Learning Center, Sekda OKU Berhasil Dapatkan Rekor MURI Gelar Non-Akademik Terbanyak

Masalahnya, ibu juga memiliki peran yang kompleks dan multi tasking. Ibu seakan dituntut untuk mampu menyelesaikan semua masalah di keluarganya. Dari mulai urusan domestik rumah tangga, pendidikan anak, finansial dan urusan di masyarakatnya. Ibu dituntut untuk tangguh, kuat dan berdaya. Padahal ia adalah makhluk yg rentan. Karena 90% dikuasai perasaan. Di titik inilah potensi kerawanan emosional dan mental akan bisa meledak jika tidak didukung daya support dari orang-orang terdekat. Pasangan, anak-anak, keluarga, saudara dan lingkungannya.

BACA JUGA :  Komnas PA Kota Batu Berikan Edukasi Perlindungan Anak pada Pertemuan Forum Anak Desa Tlekung

Terdapat beberapa hormon yang memengaruhi kondisi emosional ibu. Baik hormon yang mampu memberi efek kebahagiaan atau sebaliknya, kesedihan.

Foto: Pamflet Poster Partai Gelora/Pintarnya Perempuan Indonesia/PiPI Gelora Bantul/Bahagia Menjadi Ibu Special/Suara Utama ID

Seperti hormon noradrenalin, yakni hormon yang begitu cepat bekerja untuk memicu emosi kesedihan. Semacam racun yang teramat cepat bekerja dalam menghantarkan rasa sedih. Tumpukan masalah yang bertubi yang dihadapi seorang ibu, semua menuntut untuk segera dituntaskan, dari mulai urusan rumah tangga, pendampingan tumbuh kembang anak dan lainnya akan membuat mental ibu cepat lelah, stress dan jika berlarut hingga 3 – 4 minggu dibiarkan tanpa solusi, akan berpotensi memunculkan depressi dan gangguan permanen psikologis.

Ditambah tidak adanya kasih sayang dan care dari orang terdekat, maka akan memicu halusinasi. Inilah mungkin yang dialami Kanti Utami, ibu yang mengalami halusinasi untuk menghabisi nyawa putra putrinya.

Berdasar data Riskesdas 2007, terdapat kerentanan baik laki-laki maupun perempuan memiliki potensi skizofrenia dan gangguan mental berat lainnya sebesar 0,46%, sedangkan perempuan memiliki potensi mengalami gangguan mental ringan dua kali lebih besar dari laki-laki.

Sebaliknya, juga terdapat hormon positif yang membantu memacu kebahagiaan. Diantaranya hormon serotonin, yang membantu menjaga mental untuk rileks, tenang. Yakni dengan cara tidur dalam kondisi lampu dimatikan dan berjalan kaki di pagi hari dengan menghirup udara segar.

BACA JUGA :  Dugaan Penipuan Berkedok Mentor Affiliate dan Arisan Online di TikTok Resahkan Warga, Redaksi Siapkan Laporan Resmi ke Polda Jabar dan Polresta Bandung

Hormon oksitosin, hormon yang memunculkan rasa bahagia melalui sentuhan. Bisa berupa pelukan, pijatan, ciuman atau dekapan. Sentuhan pelukanvdan ciuman ibu atau ayah kepada putra putrinya akan mengalirkan bonding, ikatan psikologis yang dalam di antara keduanya. Demikian juga dengan pasangan. Inilah sumber menciptakan kebahagiaan di keluarga.

Hormon dopamin, berfungsi mengalirkan kebahagiaan, kepuasan melalui hiburan. Hiburan, dalam kadar yang seimbang akan mengalirkan rasa tenang, rileks dan bahagia. Namun jika berlebihan akan memunculkan ketagihan, adiktif. Inilah yang sering muncul dalam tayangan pornografi dan hiburan lainnya di medsos yang tanpa kendali.

Foto: Kelas Pembelajaran Jurnalistik Official 1 bulan penuh pelatihan Jurnalistik dan KepenulIsan/Suara Utama ID

Lantas, bagaimana langkah menjadi bahagia?

Diawali dengan membangun mindset, bahwa bahagia itu hak setiap individu, sehingga rasa bahagia itu adalah tanggungjawab individu, bukan ditentukan oleh kondisi eksternal seseorang.

BACA JUGA: Ikutilah Training HR dan Bukber di Hotel Bandung bersama AR Learning Center

Bahagia juga tidak membutuhkan syarat. Misal, saya bahagia jika punya uang, atau jika memiliki pasangan yang baik perhatian atau hal lainnya. Tidak. Bahagia yang menentukan diri kita sendiri, tanpa syarat apapun.

Foto: Kelas Pembelajaran Jurnalistik Official 1 bulan penuh pelatihan Jurnalistik dan KepenulIsan/Suara Utama ID

Langkah – Langkahnya Ialah:

Pertama, adalah rasa kesadaran diri, awareness. Kesadaran akan siapa kita, mengenal diri sendiri, mengenal potensi diri, kelebihan dan kekurangan diri, mengetahui tujuan diri, tujuan hidup, dan menyadari akan tugas peran serta apapun yang telah given ditakdirkan Tuhan, Allah atas kita, akan membantu kita untuk mudah bersyukur. Tidak cepat mengeluh, dan kesadaran ini akan menuntun diri di saat menghadapi problem pelik, stress akan menemukan langkah bagaimana memikirkan solusinya. Selain kesadaran diri berawal dari individu, namun teramat membutuhkan daya support dari orang terdekat.

BACA JUGA :  Progam PRONA 2010 dan PTSL 2018 Desa Gading Kulon, Diduga Merugikan Negara, Masyarakat dan Ahli Waris Hingga Ratusan Juta Rupiah 

Kedua, adalah adanya sikap penerimaan diri, self acceptance. Sikap menerima diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, akan membantu menjadi mental untuk lebih bersabar, legowo, dan tidak mudah mengeluh dan menuntut. Sikap penerimaan diri akan membantu memunculkan kebahagiaan dalam diri. Mudah bersyukur dan menjadi pribadi yang fokus kepada sisi kebaikan potensi dan pengembangan diri.

Ketiga, relaksasi. Berupa menyediakan waktu untuk diri sendiri. Menyadari bahwa diri seorang ibu mempunyai hak untuk dirinya, berupa waktu untuk memikirkan diri sendiri, merawat diri dan membahagiakan diri sendiri. Waktu yang tepat adalah di saat akan tidur, dimana gelombang otak bernama delta berada dalam situasi tenang. Relaksasi membantu ibu untuk merenungi diri dan membuang racun sampah dalam pikiran. Melepaskan beban yang menggelayut dan membayangkan sebuah pemandangan yang membuat hati bahagia, akan membantu pikiran untuk menginstal kebahaguaan itu. Misal dengan membayangkan berada di kebun bunga, tempat yang indah dan tenang, atau apapun yang membuat pikiran menjadi rileks dan tenang.

Emosi pada dasarnya netral, ia akan terekspresikan dari sebuah keputusan dari hasil pikiran. Pikiran yang baik, akan membantu mengelola emosi sehingga akan terekspresikan dalam bentuk emosi yang positif. Demikian pula sebaliknya. Demikian materi yang disampaikan Coach Ferra Farial, CHt, CG pakar Hipnotheraphy dan Graphology, sekaligus Ketua Bidang Perempuan DPD Gelora Sleman, D.I Yogyakarta.

Berita Terkait

Gudang BBM Solar di Rumah Jayak Diduga Pasok Aktivitas PETI di Tanjung Benuang
Sengketa Tanah di Kelurahan Mampun Memanas, Ahli Waris Amer Husin Siap Gugat Merry dan Tomy
Gunakan Excavator, Aktivitas PETI Diduga Milik Kunep di Desa Pulau Baru Jadi Sorotan Warga
Tak Terima Lahan Dikuasai Pihak Lain, Ahli Waris Amer Husin di Kelurahan Mampun Siap Seret Merry-Tomy ke Ranah Hukum
PC IMM Majene Kecam Penangkapan Dua Aktivis Penolak TPA Salurano, Desak Evaluasi Kapolres Mamasa
PFII Dinilai Jadi Solusi Pembiayaan Daerah, SMSI Dorong Sinergi Percepat Penerbitan Obligasi Daerah
Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong
Tarif Merek UMKM Tak Naik, Pencatatan Hak Cipta Lagu Gratis Mulai Agustus 2026
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:12 WIB

Gudang BBM Solar di Rumah Jayak Diduga Pasok Aktivitas PETI di Tanjung Benuang

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:29 WIB

Sengketa Tanah di Kelurahan Mampun Memanas, Ahli Waris Amer Husin Siap Gugat Merry dan Tomy

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:48 WIB

Gunakan Excavator, Aktivitas PETI Diduga Milik Kunep di Desa Pulau Baru Jadi Sorotan Warga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:59 WIB

Tak Terima Lahan Dikuasai Pihak Lain, Ahli Waris Amer Husin di Kelurahan Mampun Siap Seret Merry-Tomy ke Ranah Hukum

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:54 WIB

PC IMM Majene Kecam Penangkapan Dua Aktivis Penolak TPA Salurano, Desak Evaluasi Kapolres Mamasa

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand