Peristiwa Rentetan Kebakaran di Dogiyai, Ini Pernyataan Sikap IPMADO Manokwari

- Jurnalis

Minggu, 29 Mei 2022 - 00:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Saat menyikapi pernyataan sikap mahasiswa IPMADO kota studi Manokwari, Sabtu28 (/08/2022), Yeko Gobai, Suara Utama ID

Foto: Saat menyikapi pernyataan sikap mahasiswa IPMADO kota studi Manokwari, Sabtu28 (/08/2022), Yeko Gobai, Suara Utama ID

SUARA UTAMA, MANOKWARI – Ikatan Pelajar Mahasiwa Kabupaten Dogiyai (IPMADO) kota studi Manokwari melakukan kegiatan pers menyikapi situasi rentetan kebakaran di Kabupaten Dogiyai yang tak usut tuntas hingga kini, Sabtu (28/05/2022).

Foto: Kegiatan Milad Mubarak Lembaga AR Learning Center & Grand Launching YPPN DIY juga Suara Utama. (Mas Andre Hariyanto)
Foto: Kegiatan Milad Mubarak Lembaga AR Learning Center & Grand Launching YPPN DIY juga Suara Utama. (Mas Andre Hariyanto)

Kami mahasiswa melihat situasi terkini di Kabupaten Dogiyai merupakan peristiwa yang bermula dari rentetan pembakaran yang mengakibatkan kebakaran rumah warga, kios, pasar, dan kantor KNPB. Peristiwa itu terjadi sepanjang bulan ini.

Foto: Kegiatan Milad Mubarak Lembaga AR Learning Center & Grand Launching YPPN DIY juga Suara Utama. (Mas Andre Hariyanto)
Foto: Kegiatan Milad Mubarak Lembaga AR Learning Center & Grand Launching YPPN DIY juga Suara Utama. (Mas Andre Hariyanto)

Namun pihak kepolisian belum investigasi pelaku kasus tersebut. Walaupun kasus pembakaran terakhir terjadi di depan Polsek Dogiyai. Kami mendesak pihak kepolisian segera mengaku dan usut tuntaskan pihak pelaku, bukan sembunyikan fakta.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Peristiwa Rentetan Kebakaran di Dogiyai, Ini Pernyataan Sikap IPMADO Manokwari Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA : Hari Minggu Besok, Car Free Day kota Bekasi kembali digelar

Sebelumnya banyak kasus yang pernah terjadi sejak dimekarkan kabupaten Dogiyai hingga kini seperti pembakaran, pembunuhan, kemudian konflik antara aparat dan masyarat juga pernah menewaskan nyawa manusia baik itu pihak aparat maupun masyarakat.

Foto: Pamflet poster kesempatan bergabung menjadi Penulis dan Jurnalis di Media Suara Utama ID/Mas Andre Hariyanto
Foto: Pamflet poster kesempatan bergabung menjadi Penulis dan Jurnalis di Media Suara Utama ID/Mas Andre Hariyanto

“Namun kasus tersebut tidak membesar dan selesai dalam durasi waktu yang cepat. Akan tetapi kasus pembakaran sekarang, kami menilai sangat keliru karena Polda Papua telah datangkan aparat berskala besar. Sebenarnya itu tugas dan tanggung jawab Polsek Dogiyai untuk menginvestigasi peristiwa tersebut”, ungkap Marten Goo saat diwawancarai wartawan Suara Utama ID, Sabtu (28/05/2022).

BACA :  LDII Ingatkan Bencana Lingkungan di Masa Depan Bisa Dicegah oleh Generasi Muda

Marten Goo juga mepertanyakan kepada Polda Papua bahwa ada apa dibalik peristiwa ini? Karena Polda Papua mengirim TNI-Porli berskala besar di Kabupaten Dogiyai. Pada hal kasus sebelumnya yang menewaskan korban nyawapun tak pernah datangkan pasukan yang lebih besar seperti saat ini.

“Kami menduga itu sebuah skenario negara demi meloloskan pembangunan maporles dan kodim di kabupaten Dogiyai” beber Goo.

Marten juga menjelaskan bahwa pernyataan sikap rakyat Dogiyai sudah jelas menolak kehadiran mapores dan kodim di kabupaten Dogiyai, maka jangan lagi negara dan polda Papua memaksakan kebijakan tersebut. Karena tanah dogiyai bukan milik tanah negara tetapi tanah adat.

Sementara itu, badan pengurus IPMADO Frans Iyai mengatakan seluruh rakyat yang tergabung dalam 18 Organisasi SRP di Dogiyai sudah menyatakan sikap penolakan terhadap pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di tanah Papua, kehadiran mapolres di Dogiyai, kehadiran kodim di Dogiyai dan Cabut Otonomi Khusus (OTSUS) jilid II.

BACA :  Sapetendik Indonesia Siapkan Pre Test PPG dan UKMPPG 2023, Ini Langkahnya

Selain itu, Frans Iyai juga menyatakan stop kriminalisasi masyarakat Dogiyai, terutam kepada Saugas Goo. Karena dia bukan pelaku, namun korban dari peristiwa tersebut.

Berikut ini pernyataan pelajar mahasiswa/i kota studi Manokwari mendesak kepada pemerintah daerah, jakarta dan kapolri bahwa:

Pertama, Kami mahasiswa/I menuntut agar mencabut kembali otsus jilid 2 dan menolak pemekaran daerah otomoni baru (DOB) di tanah Papua. Kedua, Dengan tegas kami menolak kehadiran Porles dan Kodim di Dogiyai.

Ketiga, Kepada Kapolda Papua Stop mengambil keputusan sewenang-wenang tanpa mendengarkan Aspirasi Rakyat Dogiyai. Keempat, Kapolda Papua segera tarik Kembali militer yang sudah dikirim ke Kabupaten Dogiyai.

Kelima, Kapolda Papua Stop mengirimkan TNI-POLRI ke Dogiyai. Keenam, Pemerintah Kabupaten Dogiyai dan Polsek Kamuu, Polsek Mapia serta para pengambil kebijakan segera usut tuntas pelaku kebakaran di kabupaten Dogiyai.

BACA :  Palsukan Identitas, drh Adi Hermawan Lulusan UGM dan Herminingsih alias Shafiyya Rahasiakan Kebohongan Bertahun Tahun

Ketuju, Kami mahasiswa/I bersama masyarakat Dogiyai tidak akan memberikan tanah sepetakpun kepada TNI-POLRI untuk membangun Polres dan Kodim di Dogiyai. Kedelapan, Kami menolak kehadiran segala bentuk produk Jakarta di Dogiyai.

Kesembilan, Kapolda Papua Segera Batalkan Niat Pembangunan Polres Di Dogiyai Karena Tidak Memenuhi Kriteria Perkap Kapolri Nomor 7 Thn 2014 yakni Pasal 5 Ayat 1 Poin B,H Dan I. Kesepuluh, Kami mahasiswa/I IPMADO di Manokwari mengutuk keras pelaku kebakaran kios-kios di Dogiyai.

Kesebelas, Kami Mahasiswa/I IPMADO Di Manokwari Mendesak Kapolri Segera Mencopot Jabatan Kapolda Papua Brigjen Pol Mathius D. Fakhiri,S.I.K, Karena Pembentukan Mapolres Dogiyai Tidak Sesuai Perkap Kapolri Nomor 7 Thn 2014 Yakni Pasal 5 Ayat 1 Poin B,H Dan I.

Keduabelas, Apabila Tidak Menjawab Pernyataan Kami, Maka Kami Mahasiswa/I IPMADO Se-Indonesia Memobilisasi Masa Besar-Besaran Turung Demo Damai Di Beberapa Kota Sentral Seperti Jayapura, Nabire Dan Dogiyai.

Berita Terkait

FORMASI Enrekang Kembali Menyalurkan Bantuan Tunai Puluhan Juta Rupiah untuk Palestina
Kurangnya Perhatian Pemkab, Begini Kondisi Jalan di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Lembah Masurai
Halal Bihalal AR Learning Center dan Suara Utama Gandeng Pakar Hipnoterapi dan Kolonel AD
Viral, Satu Satunya Angkringan di Kepanjen Malang Sediakan Sego Kucing Khas Jogja. Angkringan Prabu Moker
SMPN Satu Atap Jabon Sidoarjo Gelar Halal bi Halal Peduli dan Ramah Anak
Penuh Ceria Hari Pertama Sekolah Siswa SD Negeri 1 Gedung Karya Jitu Lampung Pasca Libur Idul Fitri
Klinik Rawat Inap Ramdani Husada Malang Salurkan Bantuan ke RMR Kepanjen
OMK St.petrus Leuwayan Melepas kontingen Qasidah Rebana Remaja Mesjid Namira Leuwayan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 April 2024 - 22:47 WIB

FORMASI Enrekang Kembali Menyalurkan Bantuan Tunai Puluhan Juta Rupiah untuk Palestina

Selasa, 23 April 2024 - 13:54 WIB

Kurangnya Perhatian Pemkab, Begini Kondisi Jalan di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Lembah Masurai

Senin, 22 April 2024 - 23:07 WIB

Halal Bihalal AR Learning Center dan Suara Utama Gandeng Pakar Hipnoterapi dan Kolonel AD

Minggu, 21 April 2024 - 11:52 WIB

Viral, Satu Satunya Angkringan di Kepanjen Malang Sediakan Sego Kucing Khas Jogja. Angkringan Prabu Moker

Sabtu, 20 April 2024 - 16:12 WIB

SMPN Satu Atap Jabon Sidoarjo Gelar Halal bi Halal Peduli dan Ramah Anak

Sabtu, 20 April 2024 - 14:02 WIB

Penuh Ceria Hari Pertama Sekolah Siswa SD Negeri 1 Gedung Karya Jitu Lampung Pasca Libur Idul Fitri

Jumat, 19 April 2024 - 16:20 WIB

Klinik Rawat Inap Ramdani Husada Malang Salurkan Bantuan ke RMR Kepanjen

Kamis, 18 April 2024 - 17:45 WIB

OMK St.petrus Leuwayan Melepas kontingen Qasidah Rebana Remaja Mesjid Namira Leuwayan

Berita Terbaru