Pembangunan Menara Telekomunikasi Di Desa Sirnaraja Diduga Kakangi Aturan, Kades Dan Camat Cigalontang Katakan Belum Beri Izin Rekomendasi!!!

- Wartawan

Jumat, 28 Juni 2024 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuaraUtama.id, Tasikmalaya,- Tower atau menara komunikasi pada umumnya dibangun di lahan luas yang jauh dari pemukiman warga. Menara komunikasi ini akan digunakan bersama-sama oleh para provider di Indonesia untuk memasang alat seperti antena. Pemasangan antena itu dimaksudkan untuk memperkuat jaringan atau sinyal di wilayah tersebut.

Namun, ada kalanya tower atau menara telekomunikasi malah dibangun di area yang dekat dengan pemukiman masyarakat. Mirisnya, pembangunan menara telekomunikasi di sekitar rumah warga atau ditengah-tengah pemukiman warga tersebut sering kali tidak disosialisasikan dengan baik oleh perusahaan terkait. Padahal, masyarakat perlu tahu dengan dampak yang akan ditimbulkan dari keberadaan tower atau menara telekomunikasi tersebut, baik itu dampak kesehatan, lingkungan, dan lain sebagainya. Alhasil, tak jarang terjadi konflik antara warga dengan perusahaan yang membangun tower atau menara telekomunikasi tersebut yang terjadi di berbagai daerah selama ini.

Seperti yang sudah ditegaskan untuk persyaratan mendirikan tower atau menara telekomunikasi di area pemukiman warga diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 02/Per/M.Kominfo/03/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi. Selain itu diatur juga dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Komunikasi dan Informatika dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 18 Tahun 2009; Nomor: 07/Prt/M/2009; Nomor: 19/Per/M.Kominfo/03/2009; Nomor: 3 /P/2009 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Bersama Menara Telekomunikasi. Namun hal tersebut masih tidak membuat gentar sejumlah oknum perusahaan yang masih saja melanggar dan berdampak kepada sejumlah masalah.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Pembangunan Menara Telekomunikasi Di Desa Sirnaraja Diduga Kakangi Aturan, Kades Dan Camat Cigalontang Katakan Belum Beri Izin Rekomendasi!!! Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, pembangunan tower atau menara telekomunikasi yang ada di Desa Sirnaraja Kecamatan Cigalontang diduga kuat kakangi sejumlah peraturan diatas dan belum memiliki izin baik izin rekomendasi dari Pemerintah Desa setempat ataupun dari Camatnya terlebih izin dari beberapa Dinas terkait dengan sejumlah persyaratan yang harus ditempuh.

Dari hasil investigasi tim suarautama.id di lokasi pekerjaaan pembangunan tower atau menara telekomunikasi yang berada di Kampung Sirnaraja RT 18 Desa Sirnaraja Kecamatan Cigalontang, (Kamis, 27 Juni 2024), pekerjaan tersebut sudah berjalan beberapa hari dan sedang dalam tahapan penggalian. Seperti yang katakan beberapa pekerja yang mengaku dari Kabupaten Sumedang namun tidak ingin disebutkan namanya saat dikonfirmasi mengatakan, jika pihaknya membenarkan telah bekerja selama tiga hari, namun saat dikonfirmasi siapa pelaksana atau nama pemilik perusahaannya, dirinya tidak menyebutkan dan mengatakan tidak tahu sembari memberikan nomor telepon pemilik perusahaan atas nama Geri dengan nomor telepon 0882209998xx.

Memang benar pak kami baru tiga hari memulai pekerjaan penggalian disini untuk pembangunan tower atau menara telekomunikasi dari Indosat, kami tidur dirumah pemilik tanah disini. Kalau nama pelaksana dari perusahaannya kami tidak tahu Pak dan tidak ada pengawasnya juga, namun ini ada nomor pemilik perusahaannya yang di Bandung kalau Bapak mau komunikasi. Terkait maslah izin atau lain sebagainya jujur kami tidak tahu menahu akan hal itu, kami hanya bekerja saja disini Pak“, ungkapnya.

Sebelumnya pemberitaan ini diterbitkan, di waktu yang sama tim suarautama.id sudah melakukan konfirmasi terhadap Sekretaris Desa Sirnaraja atas nama Apep melelalui telepon whatsapp miliknya dengan nomor telepon 0821192850xx. Saat dikonfirmasi Apep mengatakan jika dirinya tidak mengetahui dan belum pernah diberitahukan oleh Kepala Desa nya terkait adanya pembangunan tower tersebut.

Jujur bang saya tidak tahu menahu terkait masalah ini, yang pasti saya ini tidak pernah diajak atau ke ajak dari masalah ini sama siapapun. besok saya mau tanya Pak Kuwu/Kades. Soalnya saya juga bingun mau menjawab apa, dibilang nggak tahu kan mustahil saya selaku Dekretaris Desa nggak tahu kalau ada yang bertanya, tapi kalau dibilang tahu saya harus menjelaskan apa juga karena memang nggak tahu Bang“, ucapnya.

BACA JUGA :  Chandra Foetra ; Menikahkan Anak Dibawah Umur Dengan Alasan Apapun Bukan Solusi, Ini Hukumnya!!!

IMG 20240628 WA0026 Pembangunan Menara Telekomunikasi Di Desa Sirnaraja Diduga Kakangi Aturan, Kades Dan Camat Cigalontang Katakan Belum Beri Izin Rekomendasi!!! Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

Kepala Desa Sirnaraja Kecamatan Cigalontang Asep Yuyun saat dikonfirmasi oleh tim suarautama.id diruang kerjanya, (Jum,at, 28 Juni 2024) mengatakan, dirinya memang pernah kedatangan beberapa orang yang mengaku dari pihak perusahaan sebelumnya, namun dirinya pun mengatakan jika dirinya atas nama Pemerintah Desa belum memberikan izin rekomendasi.

Memang benar bang dulu saya pernah kedatangan tamu beberapa orang yang mengaku dari pihak perusahaan, saya lupa namanya siapa. Bahkan saya malah nggak tahu kalau sudah mulai ada penggalian disana Bang, yang jelas kami dari Pemerintah Desa belum memberikan izin rekomendasi apapun“, ungkapnya.

Di waktu yang sama, Camat Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya atas nama Dedi H, saat dikonfirmasi oleh tim suarautama.id melalui telepon whatsapp miliknya dengan nomor telepon 0852119722xx mengatakan, pihaknya belum memberikan rekomendasi apapun dengan alasan pada saat sosialisasi pihaknya dan tim Musyawarah Pimpinan Kecamatan yang meliputi Camat, Kapolsek dan Danramil tidak dilibatkan. Camat Cigalontang pun mengatakan pihaknya sudah memberhentikan pekerjaan galian untuk pembangunan tower atau menara telekomunikasi tersebut dan akan segera koordinasi dengan pihak Satuan Polisi Pamong Praja SatPol PP jika pekerjaaan tersebut masih berlanjut.

Terkait pembangunan tower, itu rekomendasi dari Kecamatan saja belum ada, kemarin saya sudah konfirmasi dengan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (MUSPIKA) yang akhirnya turun kelapangan dan sudah diberhentikan kemarin, dan saya akan laporkan ke pihak Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) kalau kerjaan itu masih berjalan. Sebenarnya sudah ada sosialisasi, katanya dari pihak perusahaan ke saya ada minta rekomendasi cuma saya nggak langsung merekom, tapi saya survei kelapangan semua yang menandatangani sudah didatangi semuanya mengakui bahwa dia sudah sosialisasi dan betul yang menandatangani itu adalah yang bersangkutan, semua yang menandatangani disitu mengakui betul tanda tangan. Cuma saya belum bikin rekomendasinya. Makanya kami dari Kecamatan belum memberikan rekom dan yang pasti kami belum memberikan rekom, karena ketika sosialisasi tidak melibatkan MUSPIKA, jadi tahapan ini masih dalam proses, saya juga tidak memberi rekomendasi“, Ungkap Camat.

Sementara itu, untuk persyaratan mendirikan tower atau menara telekomunikasi di area pemukiman warga yang harus ditempuh pihak perusahaan yaitu sebagai berikut:

1. Dokumen (Rekomendasi) Kesesuaian Tata Ruang Wilayah dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten setempat;

2. Dokumen (Rekomendasi) Lingkungan dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten setempat;

3. Dokumen (Rekomendasi) dari Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten setempat, dengan syarat berikut: a. Surat Permohonan pemohon, b. Surat Kuasa Sah dari Perusahaan apabila diurus oleh pihak lain, c. Rekomendasi Kepala Desa setempat, d. Rekomendasi Camat setempat, e. Bukti kepemilikan tanah, f. Surat kerelaan/ perjanjian penggunaan/ pemanfaatan tanah, g. Surat persetujuan dari warga sekitar dalam radius 1.5 kali tinggi menara yang diketahui oleh Kadus, Kades dan Camat setempat setelah dilakukan sosialisasi obyektif tentang menara kepada masyarakat sekitar, h. Surat pernyataan sanggup mengganti kerugian kepada warga apabila terjadi kerugian/ kerusakan yang diakibatkan oleh keberadaan menara, i. Kesanggupan membongkar menara apabila sudah tidak dimanfaatkan kembali, j. Surat pernyataan sanggup untuk digunakan secara bersama dan k. Surat pernyataan sanggup menepati janji sosialisasi, (Chandra Foetra S).

Penulis : Chandra Foetra S.

Editor : Chandra F. Simatupang.

Berita Terkait

Dimasa Menjelang Pilkada Serentak 2024, Bupati Tasikmalaya Rubah Nama RSUD SMC Menjadi RSUD KHZ Musthafa Setelah 13 Tahun Berdiri!!!
Reformulasi Pelatihan Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Tandatangani MoU
Parkir Liar di Purbalingga Semakin Merajalela
Ditahun 2024, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Kembali Mendapat DAK Fisik Senilai 71,8 Miliar Untuk Tiga Sub Bidang, Berikut Rinciannya!!!
LSM PETA Laporkan Dugaan Korupsi PSU DPD RI di Pesisir Selatan ke Kejari
Mahasiswi UMMI Ungkapkan Aspek Penting Pertumbuhan dan Perkembangan Siswa PAUD Usia 4 Tahun
Baru 1,5 Jam Ujicoba Contraflow Distop, Warga Palembang Keluhkan Kemacetan Justru Semakin Parah
agari Tluk Amplu Mengadakan Gotong Royong Bersama Masyarakat
Berita ini 159 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 13:02 WIB

Dimasa Menjelang Pilkada Serentak 2024, Bupati Tasikmalaya Rubah Nama RSUD SMC Menjadi RSUD KHZ Musthafa Setelah 13 Tahun Berdiri!!!

Selasa, 23 Juli 2024 - 11:54 WIB

Reformulasi Pelatihan Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Tandatangani MoU

Senin, 22 Juli 2024 - 19:08 WIB

Parkir Liar di Purbalingga Semakin Merajalela

Senin, 22 Juli 2024 - 18:44 WIB

Ditahun 2024, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Kembali Mendapat DAK Fisik Senilai 71,8 Miliar Untuk Tiga Sub Bidang, Berikut Rinciannya!!!

Senin, 22 Juli 2024 - 16:17 WIB

LSM PETA Laporkan Dugaan Korupsi PSU DPD RI di Pesisir Selatan ke Kejari

Senin, 22 Juli 2024 - 14:43 WIB

Baru 1,5 Jam Ujicoba Contraflow Distop, Warga Palembang Keluhkan Kemacetan Justru Semakin Parah

Senin, 22 Juli 2024 - 14:22 WIB

agari Tluk Amplu Mengadakan Gotong Royong Bersama Masyarakat

Senin, 22 Juli 2024 - 13:24 WIB

Banjir Halmahera Tengah, Puluhan Pengungsi Desa Lukolamo Diungsikan di Gedung Utama Kodim 1512/Weda

Berita Terbaru

MOU Lazismu dan Kemenag

Berita Utama

Reformulasi Pelatihan Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Tandatangani MoU

Selasa, 23 Jul 2024 - 11:54 WIB

Parkir Liar di Purbalingga -
suarautama.id 22/7

Liputan Khusus

Parkir Liar di Purbalingga Semakin Merajalela

Senin, 22 Jul 2024 - 19:08 WIB