banner 728x250

PCM Muhammadiyah Kisaran Sholat Idul Adha 1444 H

Foto Dokumentasi Suhardi, PCM Muhammadiyah dan BKM Masjid Al-Huda Kisaran Laksanakan Sholat Idul Adha 1444 H
Foto Dokumentasi Suhardi, PCM Muhammadiyah dan BKM Masjid Al-Huda Kisaran Laksanakan Sholat Idul Adha 1444 H
banner 120x600
298 Kali Dibaca

SUARA UTAMA, ASAHAN – Pengurus PCM Muhammadiyah dan BKM Masjid Mengucapkan selamat datang dalam rangka shalat Idul Adha dengan khatib dan Imam Ustadz Zulkifli,S.Pd.I membawakan Tema Pembinaan Ketahanan keluarga relevansi Peristiwa nabi Ibrahim dan Keluarganya. Pelaksanaan Sholat di Masjid Al-Huda Kisaran. Kamis. (29/6/2023).

Turut dihadiri PCM Muhammadiyah Kisaran dan Ratusan Jamaah baik laki2 dan perempuan. Dewasa dan anak-anak. Untuk jamaah perempuan shaff di lantai dua. Sedangkan pria di lantai pertama. Untuk Pelaksanaan Kurban dilakukan esok hari.

Foto Dokumentasi Suhardi, PCM Muhammadiyah dan BKM Masjid Al-Huda Kisaran Laksanakan Sholat Idul Adha 1444 H

Foto Dokumentasi Suhardi, PCM Muhammadiyah dan BKM Masjid Al-Huda Kisaran Laksanakan Sholat Idul Adha 1444 H

Khatib sholat Idul Adha menyampaikan “10 Zulhijjah 1444 H Turunnya hujan tidak mengurangi semangat dan kesempatan untuk berhadir”. Ucap Ustadz Zulkifli yang ditunjuk sebagai Khatib dan Imam di Masjid Al-huda Kisaran. Rabu (28/6/2023).

BACA : JURNALIS SUARA UTAMA: Kedepankan Kode Etik Jurnalistik,Profesionalisme,dan Integritas

Setelah memiliki sang anak yang bernama Ismail As, Nabi Ibrahim As di uji Alloh SWT melalui sebuah mimpi sebagai mana yang disampaikan dalam Pemaparan isi khutbah tersampaikan bahwa di dalam Alqur’an surat Asshofat terdapat Relevansi Hikmah dari keluarga Ibrahim untuk menjadi I’tibar sebagaimana yang terdapat dalam Alqur’an Surat Asshafat Ayat 92 sampai 110.

مَا لَكُمْ لَا تَنطِقُونَ ﴿٩٢﴾ فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْباً بِالْيَمِينِ ﴿٩٣﴾ فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّونَ ﴿٩٤﴾ قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ ﴿٩٥﴾ وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ ﴿٩٦﴾ قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَاناً فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ ﴿٩٧﴾ فَأَرَادُوا بِهِ كَيْداً فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَسْفَلِينَ ﴿٩٨﴾ وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ ﴿٩٩﴾ رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ ﴿١٠٠﴾ فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ ﴿١٠١﴾ فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ ﴿١٠٢﴾ فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ ﴿١٠٣﴾ وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ ﴿١٠٤﴾ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ ﴿١٠٥﴾ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاء الْمُبِينُ ﴿١٠٦﴾ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ ﴿١٠٧﴾ وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ ﴿١٠٨﴾ سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ﴿١٠٩﴾ كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ ﴿١١٠﴾

Foto Dokumentasi Mas Andre Hariyanto, AR.Learning Center, C.PW

Foto Dokumentasi Mas Andre Hariyanto, AR.Learning Center, C.PW

Artinya :Kenapa kamu tidak menjawab?”, Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat), Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas, Ibrahim berkata: “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?, Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu”, Mereka berkata: “Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu”. Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina, Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh,Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar,Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim.

BACA : Jamaah Membludaki Shalat Idul Fitri 1444 H

Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”,Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar, Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,(yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”,Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

KSA akan Gelar Family Gathering di Villa Pacet dan Pelatihan Jurnalistik Hadirkan Mas Andre Hariyanto. Foto/Gambar: Dok. KSA (SUARA UTAMA)

KSA akan Gelar Family Gathering di Villa Pacet dan Pelatihan Jurnalistik Hadirkan Mas Andre Hariyanto. Foto/Gambar: Dok. KSA (SUARA UTAMA).

Lebih lanjut khatib Menyampaikan bahwa “dalam Kisah nabi Ibrahim As, terdapat Pembinaan Ketahanan keluarga relevansi Peristiwa nabi Ibrahim dan Keluarganya untuk kita teladani sebagai amanah Mu’tamar Muhammadiyah ke 48” Ujar Ustadz Zulkifli.

BACA : Halal bi Halal dan Doa Selamat Ibadah Haji Kepada Keluarga Besar MUI Kabupaten Asahan Tahun 1444 H

Ada 7 poin penyampaian Sang khotib pertama Pendidikan keluarga diajarkan Tauhid dan keimanan yaitu pendekatan diri kepada Alloh SWT serta mendidik  Akhlak (suri tauladan). Kedua Musyawarah (Discussion) dengan cara Berdialog dan  Berkomunikasi  atau Bertutur yang baik. Ketiga Kesabaran (baik keluarga/masyarakat) dalam proses melaksanakan ibadah. Keempat Bertawakal (penyerahan diri kepada Allah SWT) apa yang diberikan sang Kholik itulah yang terbaik bagi kita.

Foto Dokumentasi, Suhardi, PCM Muhammadiyah dan BKM Masjid Al-Huda Kisaran Laksanakan Sholat Idul Adha 1444 H

Foto Dokumentasi Suhardi, PCM Muhammadiyah dan BKM Masjid Al-Huda Kisaran Laksanakan Sholat Idul Adha 1444 H

Kelima Cinta (mahabbah) makhluk Alloh SWT dicintai untuk dihargai sesuai kodratnya. Keenam Ikhlas (menerima apapun yang Alloh berikan kepada kita), ketujuh Khouf (takut) dan Rozak (kembali) Alloh memberikan ganjaran yang terbaik bagi kita. Memenangkan kita menjadi pribadi yang bernilai Bukan pribadi Uforia namun rendah hati bukan rendah diri. Memberikan yang terbaik kepada siapapun dari dirinya.  Nilai-nilai kehidupan tersebut akan menjadi insan sebagaimana terdapat dalam surat Al-Kautsar ayat 1 sampai 3.

BACA : Pesantren Pertama Di Asahan

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ﴿١﴾ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ﴿٢﴾ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ ﴿٣

Artinya : Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni`mat yang banyak, Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah,Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

banner 468x60
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90