Orang Papua membaca buku adalah melawan sistem kolonialisme Indonesia

- Jurnalis

Senin, 7 November 2022 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

A. Latarelakang

Buku bukan membodohi manusia, tetapi buku menjadi pintar untuk manusia dan alternatif untuk manusia. Menusia menjadi manusia itu sangat susah. Nah soal susah itu kita upaya-kan manusia bisa menjadi manusia yang pintar. Logika mau manjadi luas adalah membaca buku, waktu yang segar adalah membaca buku, maka moral nilai-nilai untuk membaca buku agar salah satu sesuatu mau dapat adalah membaca buku. Manusia pikir bahwa membaca buku hal yang tak bermanfaat, tetapi suatu saat bisa menjadi orang pintar.

Padangan dari manusia bahwa buku itu se-kertas, tetapi di dalam buku ini banyak bermanfaat yang terisi di dalam buku. Nah justur judul dan makna buku sudah jelas hanya karena manusia yang bertindak untuk membaca buku saja yang sedang kurang ini. Harap untuk mari rutinitas membaca buku untuk kembangkan, dan produktif membaca untuk kembangkan. Ketika tanah Papua ini Mei menjadi maju dan alternatif itu orang-orang yang membaca buku yang bisa menjadi Papua alternatif.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Orang Papua membaca buku adalah melawan sistem kolonialisme Indonesia Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Papua ini kurang, dan kekurangan adalah membaca buku, sebab waktu yang sedang ada ini moralitas membaca buku itu perlu di kembangkan. Semestinya manusia Papua kurang tahu itu adalah salahnya sendiri. Karena waktu yang ada tak fokus untuk membaca buku, dan tak fokus untuk belajar, sehingga waktu yang ada mari orang Papua berkembang membaca buku untuk tanah Papua ini menjadi era- globalisasi yang maju dan kembangkan rutinitas membaca buku orang Papua.

Orang Papua kurang tahu perkembangan adalah tak tahu membaca buku, orang Papua tak tahu pintar adalah kurang membaca buku, orang Papua logika sempit adalah adalah kurang membaca buku, sehingga waktu yang telah lewat itu kasih tinggal tetapi waktu sedang berjalan itu rutinitas membaca buku itu perlu kembangkan, supaya diatas tanah Papua bisa untuk maju dan produktif tanahnya sendiri.

B. Tujuan dan maksud membaca buku 

Ketika orang Papua membaca buku di mana saja berada itu karena begini? Diatas tanah Papua yang kita cintai itu melalu orang pintar lalu kita bisa bangkitkan, bila tidak membaca bukua maka sama seperti gelap gula. Nah justur itu yang kami harap untuk membaca buku orang Papua sangat perlu. Melalui membaca buku wawasan kuasa, logikanya luas, membentuk karakter, supaya membangu tanah Papua yang sedang tertindas ini.

Bila kita tidak belajar bagimana situasi kondisi diatas tanah tanah Papua. Sehingga waktu yang kosong itu refleksi dengan buku supaya melalui membaca buku kita bisa tahu. Apa yang kita tahu membaktikan tanahnya sendiri, maju untuk tanahnya sendiri.

Membaca buku penting sekali karena mengapa? “DR. SOFYAN YOMAN dia katakan bahwa begini buku itu judulnya sama tetapi maknanya beda. Bila ketika ada buku itu manusia Papua perlu untuk belajar. Diatasi tanah Papua itu orang-orang pintar yang membangkitkan dan memajukan. Jadi buku yang ada ini refleksi untuk baca.” Koteks itu ia kata seperti begitu. Nah di dalam saat membaca buku itu tidak memaha tetapi ada suatu saat untuk memahami apa yang kita membaca buku.

Ilmu pengetahuan dia tak butuh tetapi buku dia katakan bahwa begini manusia Papua mencari saya, supaya saya juga mencatai untuk manusia. Nah, justru itu kita perlu di tenunkan supaya konteks di dalam buku-kan sudah jelas, yang penting untuk manusia hanya tingdakan saja. Ketika tingdakan berarti apa yang kami orang Papua bisa untuk membangun tanahnya sendiri.

BACA JUGA :  Masyarakat Desa Gading Sari Sambut Hangat Kedatangan Mahasiswa KKN UIN Suska Riau

C. Rumusan masalah membaca buku

Manusia menjadi manusia adalah membaca buku tak ada kata lain! Hanya karena itu saja saja bisa untuk membentuk manusia. Pandangan dari manusia bahwa buku ini se-kertas tetapi di dalam situkan banyak faktor-faktor yang membentuk manusia. Baik itu membentuk watak, bodoh menjadi pintar dan sebagainya hal- hal yang bis untuk tahu bahwa orang Papua.
Di dalam proses membaca buku situasi kondisi tak menduu pun juga fokus pada buku.

Buku ini yang menunjukkan bahwa orang pintar. Banyak fakta yang terjadi di dalam proses membaca buku harus punya tekun dan percaya bahwa bisa untuk tahu ilmu pengetahuan diatas tanahnya sendiri. Ketika mau menjadi orang pintar banyak sisi yang perlu untuk lakukan. Baik itu membaca buku di hutan, pantai, kebun, rumah, kampus, gereja, dan sebagainya yang selalu untuk membaca buku bagi orang Papua.
Selama membaca buku harus punya komitmen bahwa saya bisa membangun diatas tanahnya sendiri. Bila saya tak komitmen siapa yang komitmen lalu membagi tanah Papua. Hal itu perlu ingat siapa-siapa lebih khususnya orang Papua.

Membangun rutinitas membaca buku, dan berpikir bahwa sedang penjajahan diatasi tanahnya sendiri itu karena apa? melawan sistem adalah orang-orang pintar yang bisa di melawan, tak ada untuk orang bodoh yang melawan tetapi orang pintar saja yang melawan dengan kolonialisme Indonesia. Jadi membaca buku banyak- banyak itu sangat penting bagi orang Papua.

Momen ini kolonialisme Indonesia berpikir bahwa kami sudah kuasai diatas tanah Papua itu. Hanya karena kurang orang pintar. Jadi apa yang kolonial yang sedang berpikir ini kita lawan adalah membaca buku. Melalui membaca buku kita pintar apa yang mereka pikir bahwa orang pintar ini kami oranag Papua bisa di melawan. Karena moral nilai-nilai membaca buku sudah kembangkan, ilmu pengetahuan sudah di kembangkan hanya untuk melawan dengan kolonialisme Indonesia.

D. Manfaat membaca buku

Hasil dari membaca buku dan bermanfaat ilmu pengetahuan bagi orang Papua. Hanya untuk melawan bintang kolonialisme Indonesia. Karena kami orang Papua sudah bermanfaat membaca buku sudah jauh hanya untuk sudah potensi-potensi pengetahuan sudah milik oleh orang Papua. Hanya untuk melawan bentuk apa pun yang sedang lakukan oleh kolonial Indonesia.
Karena sudah milik pengetahuan sudah luar biasa, dan sisi-sisi semua sudah di milik oleh orang Papua. Karena membaca buku banyak solusinya adalah minta merdeka. Karena banyak hal atau banyak faktor-faktor yang sudah bermanfaat bagi orang Papua.
Hanya untuk memberikan waktu untuk merdeka itu adalah solusi karena mengapa? Wawsanya terlalu luas, logikanya terlalu terbuka, karakternya terlalu luar hanya untuk orang Papua punya maksud adalah minta merdeka. Sudah untuk miliki semua hal atau semua beban diatas tanah sendiri.

E. Penutup

Orang Papua perlu di ingat bahwa waktu yang sedang ada ini rutinitas membaca buku banyak sebab melalui itu bisa melawan penjajah yang sedang terjadi diatas tanah Papua.

Waktu adalah selalu berjalan waktu momen yang sedang ada ini mari kita orang Papua secara kolektif untuk membaca buku, dan kooperatif bersatu kesatuan untuk moral nilai-nilai mamba buku bankitkan.

Aktualistik dasar-dasar sudah kebiasaan bisa untuk membentuk tanah yang tertindas dan tanah yang sedang penjajahan. Melalui itu bisa kita melawan dengan semua bentuk penjajahan dari negara Indonesia bisa untuk melawan, kepintaran diatas tanahnya sendiri untuk merdeka oleh orang Papua.

Penulis oleh sedang pendidikan kota Manokwari

 

 

Berita Terkait

Qurban dan Makna Keikhlasan di Universitas Ibnu Chaldun
Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-78,  Polres Ngawi Gelar Lomba Hias Perahu di Waduk Sangiran Bringin
Polres Bengkayang Serahkan 5 Ekor Sapi dan 3 Kambing Kurban
Langgar Kesepakatan, Nelayan Tepeleo Hentikan Tuqboat Yang Melintasi Perairan Patani Utara dan Patani Timur
Idul Adha 1445 H : Penyembelihan Hewan Kurban Wujud Taqwa & Syukur
Ta’lim Mutaalim, Bagaimana Mengagungkan Ilmu, Ahli ilmu & Ustadz
Idul Adha 1445H Petambak Dipasena Lampung Sembelih 26 Sapi dan 123 Kambing Kurban 
Panitia Qurban Masjid Taqwa Banjar Agung Udik Tanggamus Bagikan 210 Paket Daging Qurban 
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:26 WIB

Qurban dan Makna Keikhlasan di Universitas Ibnu Chaldun

Selasa, 18 Juni 2024 - 14:56 WIB

Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-78,  Polres Ngawi Gelar Lomba Hias Perahu di Waduk Sangiran Bringin

Selasa, 18 Juni 2024 - 12:52 WIB

Polres Bengkayang Serahkan 5 Ekor Sapi dan 3 Kambing Kurban

Selasa, 18 Juni 2024 - 08:31 WIB

Langgar Kesepakatan, Nelayan Tepeleo Hentikan Tuqboat Yang Melintasi Perairan Patani Utara dan Patani Timur

Senin, 17 Juni 2024 - 20:24 WIB

Ta’lim Mutaalim, Bagaimana Mengagungkan Ilmu, Ahli ilmu & Ustadz

Senin, 17 Juni 2024 - 20:12 WIB

Idul Adha 1445H Petambak Dipasena Lampung Sembelih 26 Sapi dan 123 Kambing Kurban 

Senin, 17 Juni 2024 - 15:27 WIB

Panitia Qurban Masjid Taqwa Banjar Agung Udik Tanggamus Bagikan 210 Paket Daging Qurban 

Senin, 17 Juni 2024 - 13:00 WIB

Pinisepuh PBI Korda Malang Yani Sinergi Kurban bersama Wasekjen NGG Coach Agus

Berita Terbaru

Artikel

Qurban dan Makna Keikhlasan di Universitas Ibnu Chaldun

Selasa, 18 Jun 2024 - 15:26 WIB

Berita Utama

Polres Bengkayang Serahkan 5 Ekor Sapi dan 3 Kambing Kurban

Selasa, 18 Jun 2024 - 12:52 WIB