Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi) Bermain Bazar Buah Hasil dan DampakTerkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran di PAUD

- Jurnalis

Senin, 4 Desember 2023 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, NGAWIMenyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi) Bermain Bazar Buah Hasil dan DampakTerkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran di PAUD

 

Bu chalimah BP Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi) Bermain Bazar Buah Hasil dan DampakTerkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran di PAUD Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

Bu Nur Chalimah sedang mempraktekan – Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi) Bermain Bazar Buah – Hasil dan DampakTerkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran di PAUD. Foto & Gambar: Dokumentasi Pribadi Bu Nur Chalimah

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi) Bermain Bazar Buah Hasil dan DampakTerkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran di PAUD Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

 

Lokasi TK. Musra Surabaya

Kecamatan Sawahan

Lingkup Pendidikan Taman Kanak-kanak
Tujuan yang ingin dicapai 1. Meningkatkan keterampilan bercerita sederhana pada anak kelompok B (usia 5-6 tahun)
Penulis Nur Chalimah, S.Pd
Tanggal 10 Nopember 2023
 

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Berdasarkan pengamatan di TK Musra kelompok B (usia 5-6 tahun), masih terdapat 3 dari 8 anak yang masih mengalami perkembangan bahasa yang belum optimal, diantaranya anak kurang mampu bercerita sederhana. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat, dan kegiatan yang dilaksanakan masih berupa penugasan pada Lembar Kerja Anak (LKA) sehingga anak tidak belajar langsung melalui benda konkret. Ketika pembelajaran berlangsung anak-anak kurang paham dalam menjawab pertanyaan Anak-anak merasa bosan dengan metode yang di berikan oleh guru untuk menyimak cerita Hal ini dapat dilihat ketika anak diberi pertanyaan masih sering keliru dalam menjawab.

 

  Oleh karena itu guru diharapkan mampu mengatasi kesulitan tersebut dan melakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan mengaplikasikan bercerita dengan penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan media yang lebih bervariasi yaitu dengan bermain bazar

buah.

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat

 

Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, wawancara guru, kepala sekolah dan pakar maka beberapa tantangan yang terjadi yaitu:

1.      Media yang digunakan guru kurang bervariasi karena masih berupa Lembar Kerja Anak (LKA)

2.      Strategi yang digunakan guru untuk mengajari bercrita masih kurang.

3.      Minat anak untuk belajar bercerita masih kurang

4.      Kurangnya pemanfaatan TPACK dalam kelas.

5.      Penataan ruang kelas kurang sesuai

Tantangan tersebut yang menyebabkan seorang guru harus melewatinya dengan berbagai cara seperti menerapkan media yang sesuai dengan gaya belajar anak serta model pembelajaran lainnya. Adapun yang terlibat dalam pembelajaran ini adalah:

1.      Kepala sekolah

2.      Guru

3.      Anak-anak

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya,  siapa  saja  yang

terlibat / Apa saja sumber daya

 

Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut yaitu:

1.      Berkaitan dengan stragegi guru menggunakan strategi permainan Bazar Buah sehingga anak lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut.

2.      Berkaitan  dengan  model  pembelajaran,  guru

menyediakan  media  alat  yang  bervariasi

 

atau    materi    yang    diperlukan untuk melaksanakan strategi ini kemudian memberikan kesempatan pada anak untuk memilih kegiatan main sesuai dengan minatnya sehingga mudah dipahami oleh anak.

3.   Berkaitan dengan setting kelas, guru bisa mendesain tempat duduk anak dengan baik, sehingga anak- anak bisa bermain dan belajar tidak terlihat bergerombol, ruang gerak anak- anak lebih luas dan nyaman sehingga bisa menerima pembelajaran dengan optimal.

 

Strategi yang digunakan adalah memperbaiki pembelajaran yang sudah mendapat arahan dari dosen pembimbing dan guru pamong. Penggunakan strategi pembelajaran berupa permainan bazar buah (berbagai jenis alat dan bahan , mesin blender gula air jeruk gelas plastic sendok pisau, dan lain-lain) untuk lebih memahami konsep bercerita pada anak TK kelompok B. Media ini dipilih karena sering di jumpai di sekitar anak- anak.

Yang terlibat dalam Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini adalah:

1.      Prof. Dr. Rachma Hasibuan, M.Kes selaku dosen pembimbing

2.      Dhian Gowinda Luh Safitri,S.Pd . M.Pd selaku dosen pembimbing

3.      Mallevi,S.Pd M.Pd selaku dosen pembimbing

4.      Kholifatur rosydah,S.Pd selaku guru pamong

5.      Lulu’ Khumairoh S.Pd selaku guru pamong

6.      Azizah, S.Pd selaku guru pamong

7.      Kep.Sek TK Musra yang senantiasa membantu dalam proses PPG

 

Materi yang diperlukan untuk melakukan strategi ini adalah menyiapkan modul ajar dan perangkat yang akan

 

  digunakan dalam pembelajaran yaitu tentang topik Tanaman”, sub tema “Buah jeruk yang menghasilkan Jus . jeruk .

Adapun langkah awal pembelajaran yaitu:

 

 

1.      Kegiatan pagi

a.       Anak mengucapkan salam kepada guru yang menyambut di pintu kelas sekolah

b.      Kemudian anak berbaris di halaman untukmengikuti aturan masuk kelas

2.      Rutinitas pembukaan

a.       Anak dan guru duduk melingkar,

b.      Kemudian salam, do’a pembuka, hafalan surat- surat pendek, doa , dan presensi

3.      Kegiatan awal

a.    Memperlihatkan tayangan video tentang cara membuat jus buah jeruk

b.    Diskusi tentang video yang telah ditayangkan kemudian guru memberikan pertanyaan pemantik seputar “jeruk”

c.    Menyanyikan lagu pohon jeruk (Jati Diri)

4.      Kegiatan Inti

a.    Menyebutkan jeruk ciptaan Tuhan dan pisau buatan manusia (NABP)

b.    Diskusi tentang manfaat ,ciri-ciri buah jeruk. (Literasi danSTEAM)

c.    Menyusun huruf membentuk kata “jeruk” dengan kulit buah jeruk (Literasi dan STEAM)

d.    Mengupas kulit buah jeruk (Literasi dan STEAM)

e.    Menghitung jumlah takaran gula dalam jus. (Numerasi dan STEAM)

f.     Menyelesaikan tugas tanpa bantuan (Jati Diri)

 

5.      Istirahat

a.    Cuci tangan sebelum dan sesudah makan

 

  b.    Berdoa sebelum dan sesudah makan

c.    Makan bekal bersama

d.    Bermain bebas di halaman sekolah

6.      Penutupan

a.    Recalling tentang kegiatan hari ini

b.   Mengapresiasi hasil karya anak

c.    Pesan moral dan menginformasikan kegiatan esok hari

d.   Berdo’a, salam dan pulang

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang   dilakukan?              Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

 

Dampak dari aksi yang dilakukan adalah:

1.    Dengan menggunakan media TPACK anak lebih bersemangat dan tidak mudah bosan untuk menerima pembelajaran yang diberikan.

2.    Dengan menggunakan media konkret yang dekat dengan anak dapat menarik minat anak dalam mengikuti pembelajaran, sehingga bisa berkembang secara optimal.

3.    Dengan menggunakan berbagai media seperti video pembelajaran , gambar dan benda kongkret yang dekat dengan anak dalam pembelajaran terdapat peningkatan aspek perkembangan bahasa yaitu dari 8 peserta didik secara keseluruhan telah mengenal konsep bercerita Hal ini dapat dilihat ketika guru memberikan kegiatan bercerita kepada anak, dan anak mampu bercerita dengan tepat.

 

Adapun respon yang diberikan teman sejawat sangat baik dan mendukung dalam proses pembelajaran ini untuk diterapkan dalam proses pembelajaran selanjutnya dengan kegiatan dan media yang lebih bervariasi sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal.

 

  Yang menjadikan faktor keberhasilan dari kegiatan ini adalah

1.      Media pembelajaran yang digunakan dekat dengan anak sehingga mudah dipahami.

2.      Kegiatan pembelajaran yang sangat menyenangkan sehingga anak tidak mudah bosan.

3.      Metode yang digunakan sudah tepat

4.      Penataan kelas yang tepat sehingga anak merasa nyaman saat belajar dan bermain.

5.      Dukungan dari kepala sekolah dan teman sejawat juga sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran.

6.      Bimbingan dan arahan dari dosen pembimbing dan guru pamong sehingga proses pembelajaran berjalan dengan lancar.

 

Pembelajaran dari keseluruhan kegiatan ini adalah dalam Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini saya sebagai penulis sangat banyak mendapatkan pembelajaran yaitu:

1.      Mengetahui cara membuat perangkat pembelajaran yang menarik untuk peserta didik

2.      Mengetahui cara menggali penggetahuan anak dengan metode bercakap-cakap melalui pertanyaan pemantik.

3.      Mengetahui cara memberikan materi pembelajaran yang tidak membosankan dengan media yang bervariasi.

4.      Mengasah cara berpikir tingkat tinggi peserta didik dengan menggunakan berbagai media yang menarik yaitu video, gambar dan benda konkret.

5.      Memberikan kesempatan pada anak untuk memilih kegiatan main sesuai dengan minatnya.

 

  1. PENDAHULUAN

 

A.       Latar Belakang

Berdasarkan pengamatan di TK MUSRA kecamatan Sawahan kelompok B (usia 5-

6 tahun), masih terdapat 3 dari 8 anak yang masih mengalami perkembangan literasi yang belum optimal, diantaranya anak kurang mampu bercerita , seperti kejadian yang dialami anak. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat, dan kegiatan yang dilaksanakan masih berupa penugasan pada Lembar Kerja Anak (LKA) sehingga anak tidak belajar langsung melalui benda konkret. Ketika pembelajaran berlangsung anak-anak kurang paham bercerita. Anak-anak merasa bosan dengan metode yang di berikan oleh guru untuk bercerita. Hal ini dapat dilihat ketika anak bercerita dari suatu kejadian sebuah benda masih sering keliru

Oleh karena itu guru diharapkan mampu mengatasi kesulitan tersebut dan melakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan mengaplikasikan konsep bercerita dan keterampilan hitung dengan penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan media yang lebih bervariasi.

 

B.       Tujuan

Tujuan dari penyusunan RTL ini adalah untuk membentuk dan meningkatkan kompetensi guru dalam bidang kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, sosial dan teknologi, diantaranya:

  1. Menyusun perangkat pembelajaran yang menarik minat belajar
  2. Memahami tata cara pengambilan video dan mengedit video secara
  3. Menambah wawasan bagi kami tentang pengoperasian
  4. Memberikan materi pembelajaran yang menyenangkan bagi anak sehinggamampu meningkatkan daya fikir,kreatifitas, dan imajinasi anak.

 

C.       Garis Besar kegiatan

 

Pada kegiatan pendalaman materi dan perancangan pembelajaran saya mendapatkan banyak tambahan ilmu dan pengetahuan baru tentang materi yang harus saya kuasai, mulai dari materi profesional dan pedagogik serta cara menyusun rencana pembelajaran yang sesuai dengan keterampilan pembelajaran, pembelajaran berbasis HOTS, pembelajaran yang mendidik dengan pendekatan TPACK. Setelah menyelesaikan pendalaman materi dan perancangan pembelajaran, saya sangat tergugah untuk memperbaiki pembelajaran saya mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian yang saya sesuaikan dengan ilmu yang saya peroleh dari kegiatan setelah pendalaman materi dan perancangan pembelajaran.

Pada pendalaman materi dan perancangan pembelajaran ini yang telah mendapatkan kritik dan saran dari dosen, guru pamong dan teman sejawat. Untuk tahapan berikutnya yaitu Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada khususnya bertujuan untuk memperbaiki kinerja saya sebagai seorang guru yang kreatif dan professional, dalam pelaksanan PPL ini saya selalu berkoordinasi dengan kepala sekolah dan teman sejawat demi kelancaran kegiatan ini. Saya akan menyiapkan perangkat pembelajaran yang bisa menarik semangat belajar siswa.kemudian dari semua aksi ini bisa dijadikan bahan acuan untuk guru yang lainya dalam hal membuat perangkat yang baik dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Setelah pelaksanaan PPL selesai guru dituntut untuk bisa mengedit video pembelajaran dan diunggah di media sosial You Tube. Dari keseluruhan

 

kegiatan PPL ini, kita akan menuangkan semuanya dengan membuat Best Practice.

 

 

  1. PEMBAHASAN

 

A.   Manfaat menyusun RTL

Sebagai peserta diklat PPG tahap 1 ini sangat perlu menyusun RTL dimaksudkan untuk memandu guru untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan setelah Kembali ke sekolahannya masing-masing untuk diterapkan dalam kegiatan di sekolah tempat tugasnya .

 

B.   Hambatan saat menyusn RTL

 

  1. Informasi yang diperoleh mengenai tata cara pengisian RTL masih belum jelas
  2. Keterbatasan waktu dalam pemyusunan RTL
  3. Media yang digunakan guru saat pembelajaran kurang bervariasi karena masih berupa Lembar Kerja Anak (LKA)
  4. Strategi yang digunakan guru untuk mengajari berhitung kurang di sukai
  5. Minat anak untuk belajar berhitung masih kurang
  6. Kurangnya pemanfaatan TPACK dalam
  7. Penataan ruang kelas kurang sesuai

 

 

C.       Komponen yang diperlukan dalam menyusun suatu RTL

  1. Lingkungan kelas yang aman dan nyaman untuk proses pembelajaran
  2. Cara kerja guru yang efektif dan efisien
  3. Cara kerja siswa yang aktif dan kreatif
  4. Kepemimpinan sekolah yang mendukung penuh proses pembelajaran, memfasilitasi sarana dan prasarana yang diperlukan.
  5. Sistem pembinaan profesionalisme guru yang baik

 

 

D.   Kriteria RTL yang baik dan efektif

  1. Terarah yang artinya setiap kegiatan yang dicantumkan dalam rencana tindak lanjut hendaknya terarah untuk mencapai tujuan.
  2. Jelas yang artinya isi rencana mudah dimengerti dan ada pembagian tugas yang jelas antara orang-orang yang terlibat di dalam masing-masing kegiatan.
  3. Fleksibel yang artinya mudah disesuaikan dengan perkembangan Oleh karena itu rencana tindak lanjut menpunyai kurun waktu relatif singka

 

KESIMPULAN

 

Selama praktik mengajar di TK Musra , saya mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman khususnya dalam Praktik Pembelajaran Inovatif dan penguasaan kelas serta cara menghadapi anak didik, seorang guru harus bisa memfasilitasi semua peserta didik dengan cara memamahi pribadi masing- masing siswa yang berbeda.

Sebagai Guru Kami di harapkan dapat untuk mengembangkan metode danmedia pembelajaran dengan kreatif dan inovatif sehingga proses belajar mengajar di kelas menjadi lebih menarik dan tidak membosankan. Selama pelaksanaan PPL telah memberikan gambaran yang jelas bahwa untuk menjadi seorang guru tidak hanya cukup dalam hal penguasaan materi dan penguasaan strategi dalam pembelajaran. Guru juga dituntut untuk menjadi pengelola kelasyang handal sehingga metode dan scenario pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disiapkan.

Dengan terjun langsung dalam situasi yang nyata dan berperan sebagai seorang guru untuk melatih kesiapan diri mental menjadi sosok tenaga pendidik dan kependidikan yang profesional yang meliputi pengetahuan sikap, keterampilan dalam berbasis bagi pendidik serta mampu menerapkan dalam penyelenggaraan pendidikan dan mengajar baik di sekolah maupun di luar sekolah dengan penuh tanggung jawab.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Pengaruh Metode Bercerita Terhadap Kemampuan Mengungkapkan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun di TK Pertiwi 1 Banjarsari

https://journal.trunojoyo.ac.id/pgpaudtrunojoyo/article/view/5441

Aceh Besar Bersama Sam Foundation, Kak Sam Academy dan Sapetendik Indonesia Adakan Pendalaman Materi Paedagogik, Profesional Serta Persiapan Pre Test PPG serta UKIN Tahun 2023

 

 

Pembelajaran AUD Abad 21

 

Sam Foundation adakan Diklat Kupas Tuntas dan kiat-kiat menghadapi Soal Pre Test PPG 2023

 

Sam Foundation Bekerja sama dengan Sapetendik Indonesia adakan Kiat Khusus Menghadapi UKM PPG (UP dan UKIN) First Taker dan serta Retaker 2023

 

Sapetendik Anak Usia Dini Indonesia Ngawi Sukses Gelar Sinau Bareng serta Try Out Pendalaman Materi Pre Test PPG PAUD 2023 di Perpusda Ngawi

(Sam Foundation) bantu secara Virtual peserta melakukan Konfirmasi Kesediaan Calon Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Tahun 2023 Angkatan Ifirmasi Kesediaan Calon Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Tahun 2023 Angkatan I

Sapetendik Indonesia Siapkan Pre Test PPG dan UKMPPG 2023, Ini Langkahnya

 

Informasi Verval Perpanjangan Waktu Verifikasi dan Validasi Administrasi PPG Dalam Jabatan bagi Guru yang belum Lulus Uji Tulis Nasional atau Uji Kompetensi pada akhir PLPG (Peserta Verval Sasaran 5)

Bangun Peradaban Literasi, Suara Utama Berkomitmen Lawan Hoax dengan SDM Jurnalis baru yang Siap Berjuang. Foto & Gambar: Mas Andre Hariyanto/Saepudin Fikri. Rotasi Pengurus Suara Utama (SUARA UTAMA)

 

Foto: Dok. Mas Andre Hariyanto. Pamflet Poster/Redaksi Suara Utama Kembali Membuka Kesempatan Bergabung Menjadi Kaperwil, Kabiro, Koresponden, Jurnalis/Suara Utama Foto: Dok. Mas Andre Hariyanto. Pamflet Poster/Redaksi Suara Utama Kembali Membuka Kesempatan Bergabung Menjadi Kaperwil, Kabiro, Koresponden, Jurnalis/Suara Utama[/caption]

BACA :  Kantor Desa Telun Sengaja Tidak Memasang Papan Informasi APBDes, Diduga Kuat Terjadi Praktek Korupsi

Berita Terkait

Ponpes Wali Barokah Kota Kediri Gelar Penyuluhan Hukum Terpadu
Diduga KKN, Pengadaan Buku Kurikulum Merdeka SD Dan SMP TA 2023 Di Kampar Tengah Di Lidik Pidsus Kejari Kampar.
“ANEH” MEMANDANG KULIAH SEBAGAI PEDIDIKAN TERSIER: KRITIK ATAS PEMAHAMAN PROGRAM WAJIB BELAJAR
SMA 1 Muara Wis Terbakar, Kerugian Materialnya Tercatat Tinggi
Pentingnya Penataan dan Regulasi yang Pro Tranportasi Publik dan Massal
Hendak Ke Museum Lampung Bus Rombongan Studi Tour MIN Pesisir Barat Terjun ke Jurang di Tanggamus
Hujan dan Angin Kencang Rusak Rumah Petambak Dipasana Lampung
LPKNI Gerudug Kantor Disperindagkop Merangin Imbas Gas LPG 3 Kg Langka
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 23:11 WIB

Ponpes Wali Barokah Kota Kediri Gelar Penyuluhan Hukum Terpadu

Rabu, 22 Mei 2024 - 19:31 WIB

Diduga KKN, Pengadaan Buku Kurikulum Merdeka SD Dan SMP TA 2023 Di Kampar Tengah Di Lidik Pidsus Kejari Kampar.

Rabu, 22 Mei 2024 - 19:30 WIB

“ANEH” MEMANDANG KULIAH SEBAGAI PEDIDIKAN TERSIER: KRITIK ATAS PEMAHAMAN PROGRAM WAJIB BELAJAR

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:25 WIB

SMA 1 Muara Wis Terbakar, Kerugian Materialnya Tercatat Tinggi

Rabu, 22 Mei 2024 - 11:12 WIB

Hendak Ke Museum Lampung Bus Rombongan Studi Tour MIN Pesisir Barat Terjun ke Jurang di Tanggamus

Rabu, 22 Mei 2024 - 09:53 WIB

Hujan dan Angin Kencang Rusak Rumah Petambak Dipasana Lampung

Rabu, 22 Mei 2024 - 08:34 WIB

LPKNI Gerudug Kantor Disperindagkop Merangin Imbas Gas LPG 3 Kg Langka

Rabu, 22 Mei 2024 - 00:39 WIB

Pendiri Hidayatullah Ustadz Hasyim HS Wafat. Andre Hariyanto: Almarhum Guru Terbaik Saya Semasa Mondok

Berita Terbaru

Berita Utama

SMA 1 Muara Wis Terbakar, Kerugian Materialnya Tercatat Tinggi

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:25 WIB