Mengurangi Plastik Sekali Pakai: Tantangan dan Solusi di MTsN 16 Jombang

- Wartawan

Kamis, 22 Juni 2023 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Jombang. Sampah merupkan momok masyarakat modern, dimanapun tempatnya;  pasar, tempat ibadah, tempat wisata, rumah tangga, perkantoran, rumah sakit, rumah makan, bahkan dilingkungan pendidikan, dengan Jenis sampah  dari sampah medis, sampah rumah tangga, sampah pasar, sampah industri, sampah pertanian, sampah peternakan dan paling berbahaya adalah sampah plastik disamping sampah elektronik. jenis sampah cat, Baterai, bola lampu, termometer air raksa, oli motor, obat kadaluwarsa, dan pestisida.

Sampah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang memberikan ancaman serius terhadap lingkungan, karena selain jumlahnya cenderung semakin besar, kantong plastik adalah jenis sampah yang sulit terurai oleh proses alam (non biodegradable) dan merupakan salah satu pencemar xenobiotik (pencemar yang tidak dikenal oleh sistem biologis di lingkungan mengakibatkan senyawa pencemar terakumulasi di alam).

Dampak negatif yang ditimbulkan dari sampah plastik berupa:

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Mengurangi Plastik Sekali Pakai: Tantangan dan Solusi di MTsN 16 Jombang Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama; jika sampah plastik dibakar secara terbuka (open burning) dapat menyebabkan polusi udara yang dapat menimbulkan penyakit kanker, pada dosis yang lebih besar bisa mengakibatkan sakit kulit yang serius yang disebut ‘chloracne’.

Kedua; Sampah plastik juga dapat mencemari saluran air, irigasi, sungai, danau, pantai dan tanah. Dalam jumlah tertentu, sampah plastik terbukti menyumbat saluran/sungai yg dapat mengakibatkan banjir danmematikan sebagian besar mencemari air laut dan isinya. Indonesia merupakan penghasil sampah plastik laut terbesar kedua di dunia. Penelitian dari UC Davis dan Universitas Hasanuddin yang dilakukan di pasar Paotere Makassar menunjukkan 23% sampel ikan yang diambil memiliki kandungan plastik di perutnya. Lamb dari Universitas Cornell, Amerika Serikat meneliti dari 159 terumbu karang di Asia Pasifik menunjukkan bahwa terumbu karang yang tidak terpapar sampah plastik, kemungkinan terkena penyakit hanya 4%, sementara bila terumbu karang terpapar sampah plastik kemungkinan terkena penyakit naik menjadi 89%. Riset tersebut telah dipublikasikan di Jurnal Nature tahun 2018.

Ada  dua sumber utama tantangan pengelolaan sampah plastik di Indonesia yaitu pertama sampah plastik yang tidak terkelola dan kedua kebiasaan membuang sampah langsung ke lingkungan. Hal tersebut terjadi juga dilingkungan sekolah khususnya MTsN 16 Jombang, terlihat banyak sampah plastik disekitar dalam maupun luar sekolah, yang bersumber dari tempat “cemilan” pentol, ciki, jajanan dan sejenisnya. Siswa membuang dengan sembarangan dan atau di buang di tempat sampah tapi pembuangannya di campur dengan sampah organisk atau anorganik lainnya. Dan lebih parahnya lagi sekolah belum mempunyai tempat akhir pembuangan sampah. Dari hasil pentauan tantangan dan solusi yang di hadapi MTsN 16 Jombang dalam perihal persampahan adalah

  1. Menata mental warga sekolah MTsN 16 Jombang untuk menjaga dan memelihara kebersihan
  • Sekolah melalui surat intruksi Kepala Sekolah, menerapkan aturan untuk melakukan dan menjaga kebersihan. Aturan ini di implikasikan oleh guru dengan memasukkan sikap kebersihan dalam setiap RPS mata pelajaran.
  • Guru kesiswaan dan OSIS bersama-sama menemplekan poster seruan menjaga kebersihan dengan selogan : kebersihan itu sebagian dari iman, Jagalah kebersihan, kebersihan itu sehat, mental yang sehat teletak ada pada lingkungan yang bersih, dst
  1. Mengurangi Sampah Plastik, dengan
  • Kegiatan Jumat Bersih

Cara sederhana untuk menimbulkan kesadaran akan bahaya plastik pada anak bisa dimulai dengan menggagas kegiatan “Jumat Bersih”. Setiap hari Jumat, siswa diajak untuk mengumpulkan dan memilah sampah yang ada di lingkungan sekolah. Sampah yang terkumpul harus dipilah sesuai dengan jenisnya. Sampah plastik seperti gelas atau botol minuman dan bungkus makanan harus dikumpulkan sendiri agar bisa disalurkan ke bank sampah yang menampung sampah-sampah plastik.

  • Pengadaan Stasiun Air Isi Ulang untuk Minum

Kebiasaan membawa botol air minum sendiri nampaknya sudah mulai dilupakan oleh siswa-siswi saat ini. Mereka cenderung memilih membeli minuman di kantin atau warung yang ada di sekitar sekolah. Untuk mengurangi dampak sampah plastik, alangkah lebih baik jika setiap sekolah menyediakan stasiun air isi ulang untuk minum siswa-siswinya. Pihak sekolah juga menghimbau para siswa untuk membawa botol air minum sendiri untuk diisi ulang di stasiun yang ada.

  • Anjuran Beralih ke Pensil Kayu atau Bolpoin Stainless
BACA JUGA :  Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Vokal Melalui Permainan 'Enter Box' di Kelompok A TK PERTIWI Sindangbarang Semester 1 Tahun Ajaran 2023/2024

Mengaajak siswa untuk beralih ke pensil kayu atau bolpoin stainless. Gerakan less plastic yang dilakukan oleh siswa-siswi ini sedikit banyak akan membantu penggunaan material plastik dan tentu saja berimbas pada pengurangan sampah plastik.

  • Buat Komunitas atau Grup Peduli Lingkungan

Guru dan Osisi membuat komunitas atau grup peduli lingkungan di sekolah. Karena Komunitas semacam ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya sampah plastik pada siswa-siswi di sekolah. Komunitas ini nantinya akan diisi dengan kegiatan penyuluhan mengenai dampak sampah plastik sampai dengan aksi nyata untuk turut mengurangi penggunaan plastik. Apabila komunitas ini semakin berkembang, maka siswa-siswi juga bisa ikut terlibat dalam aksi peduli bahaya plastik di luar sekolahnya.

  • Lomba Memanfaatkan Sampah Plastik

Mengurangi dampak sampah plastik bisa dilakukan melalui cara yang menyenangkan bagi siswa-siswi, salah satunya dengan membuat lomba memanfaatkan sampah plastik menjadi kerajinan tangan. Lomba ini juga bisa mengasah kreativitas si kecil untuk membuat benda kerajinan yang unik dari kemasan plastik yang sudah tidak terpakai.

  • Anjuran Tidak Membeli Makanan Berbungkus Plastik

Hampir semua siswa-siswi dari sekolah dasar sampai tingkat menengah atas pasti suka membeli makanan atau jajanan di lingkungan sekolah. Sayangnya, sebagian besar jajanan ini dibungkus oleh plastik. Nah, untuk mengurangi sampah plastik, pihak sekolah dapat menghimbau para siswa untuk tidak membeli makanan berbungkus plastik. Jika terpaksa membeli, siswa dapat berinisiatif untuk membawa tempat makan sendiri sebagai wadah makanan yang dibelinya.

  • Anjuran Menolak Sedotan dan Gelas Plastik dari Kantin

Saat ini, sejumlah restoran di Indonesia sudah turut mengurangi penggunaan sedotan pada minuman yang disajikan. Namun, kantin atau warung di sekitar sekolah agaknya belum mengurangi penggunaan sedotan atau gelas plastik.

Di sini, para siswa dapat menolak penggunaan sedotan atau gelas plastik dari minuman yang dibeli di kantin atau warung makan di sekitar sekolah. Solusinya, siswa dapat membawa sedotan stainless atau tumbler sendiri untuk menempatkan minuman yang dibeli. Sebuah aksi sederhana yang dapat membantu mengurangi sampah plastik, bukan?

  • Buat Bank Plastik di Lingkungan Sekolah

Siapa bilang sampah plastik hanya dihasilkan oleh rumah tangga dan restoran saja? Siswa-siswi di sekolah juga turut ‘menyumbang’ sampah plastik, mulai dari sampah bungkus makanan dan minuman, alat tulis, dll.

Upaya untuk mengurangi bahaya sampah plastik yang bisa dilakukan oleh para siswa adalah dengan membuat bank plastik yang dibantu oleh para guru dan pihak sekolah. Sampah plastik dari siswa nantinya akan dikumpulkan dalam sebuah tempat, lalu akan disalurkan ke pihak pengepul atau pengelola sampah plastik. Hasil penjualan sampah plastik bisa dimasukkan ke dalam kas sekolah untuk membantu pemeliharaan lingkungan sekolah.

 

Aksi melibatkan siswa untuk lebih peduli terhadap dampak sampah plastik ini mungkin akan meresahkan para orang tua. Rasa khawatir akan masalah kesehatan sampai dengan baju seragam yang kotor pasca “Jumat Bersih” menjadi penyebab keresahan para orang tua. Namun, para orang tua tidak perlu khawatir karena anak-anaknya sudah turut terlibat dalam aksi mengurangi bahaya plastik yang dapat menyelamatkan lingkungan di sekitarnya.

Berita Terkait

Chandra Foetra ; Menikahkan Anak Dibawah Umur Dengan Alasan Apapun Bukan Solusi, Ini Hukumnya!!!
Pertarungan Sengit di Pilkada Tanggamus 2024: Saleh vs. Dewi
Hari Raya Pagerwesi, Kisah Mengesankan dari Indonesian Hypnosis Centre IHC
Pilkada Serentak 2024: Mewujudkan Pemilihan yang Sehat dan Bermartabat di Kabupaten Musi Rawas Utara
Hidup tidak Layak: Masyarakat Palestina dalam Lingkungan yang Tidak Sehat, Tanpa Akses Dasar ke Kebutuhan Hidup
Dampak Psikologis Pada Minimnya Peran Ayah dan Pencegahan Fatherless
Srikandi Kota Ale – Ale Ketapang Merintis di Dunia Akademis dan Pecinta Sastra
Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum UIN Alauddin Sabet Juara di Papua Barat  
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:59 WIB

Chandra Foetra ; Menikahkan Anak Dibawah Umur Dengan Alasan Apapun Bukan Solusi, Ini Hukumnya!!!

Jumat, 19 Juli 2024 - 15:09 WIB

Pertarungan Sengit di Pilkada Tanggamus 2024: Saleh vs. Dewi

Kamis, 18 Juli 2024 - 00:24 WIB

Hari Raya Pagerwesi, Kisah Mengesankan dari Indonesian Hypnosis Centre IHC

Minggu, 14 Juli 2024 - 12:35 WIB

Pilkada Serentak 2024: Mewujudkan Pemilihan yang Sehat dan Bermartabat di Kabupaten Musi Rawas Utara

Minggu, 14 Juli 2024 - 12:00 WIB

Hidup tidak Layak: Masyarakat Palestina dalam Lingkungan yang Tidak Sehat, Tanpa Akses Dasar ke Kebutuhan Hidup

Minggu, 14 Juli 2024 - 06:12 WIB

Dampak Psikologis Pada Minimnya Peran Ayah dan Pencegahan Fatherless

Rabu, 10 Juli 2024 - 12:32 WIB

Srikandi Kota Ale – Ale Ketapang Merintis di Dunia Akademis dan Pecinta Sastra

Selasa, 9 Juli 2024 - 21:54 WIB

Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum UIN Alauddin Sabet Juara di Papua Barat  

Berita Terbaru

MOU Lazismu dan Kemenag

Berita Utama

Reformulasi Pelatihan Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Tandatangani MoU

Selasa, 23 Jul 2024 - 11:54 WIB