Mengendalikan Amarah Kunci Kebaikan dan Kebijaksanaan

- Publisher

Minggu, 7 Juli 2024 - 09:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Suasana Tidak Kondosip: Gambar: AI. (Suarautama.id)

Ilustrasi Suasana Tidak Kondosip: Gambar: AI. (Suarautama.id)

SUARA UTAMA – Kemampuan mengendalikan amarah adalah salah satu kualitas paling penting yang harus dimiliki oleh seseorang. Menumpahkan amarah dengan penuh emosi tidak hanya merusak hubungan profesional, tetapi juga sering kali meninggalkan rasa penyesalan yang mendalam. Benarlah kata bijak Rasulullah SAW, “Orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”

Kemarahan yang tidak terkendali dapat merusak dinamika, mengurangi produktivitas, dan menciptakan hubungan yang tidak sehat. Ketika seseorang meledakkan amarahnya kepada orang di sekitarnya, dampak psikologisnya bisa sangat merusak. Rasa takut, ketidaknyamanan, dan kehilangan motivasi adalah beberapa konsekuensi yang sering kali muncul. Selain itu, reputasi seseorang yang marah justru bisa tercoreng, karena pada prinsipnya, tak ada orang yang suka dimarahi, apalagi dengan luapan emosi yang meletup-letup.

BACA JUGA :  Ketua STAI Samarinda: Akreditasi Program Studi Bukan Sekadar Formalitas, Ini Kewajiban Hukum

Sebaliknya, siapa pun dia, harus mampu mengendalikan amarahnya menunjukkan kedewasaan emosional dan ketenangan dalam menghadapi tantangan. Kemampuan ini tidak hanya memperkuat rasa hormat dan kepercayaan dari pihak lain, tetapi juga menciptakan suasana dan lingkungan yang kondusif, tenang, dan damai. Ketika seseorang mampu tetap tenang dalam situasi stres, mereka memberikan contoh positif yang dapat diikuti oleh orang di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah emosi mereda dan pikiran menjadi lebih jernih, sering kali yang tersisa hanyalah penyesalan. Penyesalan karena telah melukai perasaan orang lain, terutama mereka yang kita cintai dan hargai. Terlepas dari kesalahan yang mungkin telah dilakukan oleh pihak lain, penting bagi seseorang untuk mengingat bahwa respons emosional yang berlebihan jarang sekali membawa hasil yang positif.

BACA JUGA :  Wartawan SUARA UTAMA Harus Berilmu dan Beretika

Untuk menghindari penyesalan akibat kemarahan yang meledak-ledak, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan. Pertama, penting untuk mengenali tanda-tanda awal kemarahan dan mengambil langkah-langkah untuk menenangkannya. Ini bisa berupa menarik napas dalam-dalam, mengambil waktu sejenak untuk merenung, atau bahkan berjalan-jalan singkat untuk meredakan ketegangan.

Kedua, berlatih empati dan mencoba memahami perspektif orang lain dapat membantu meredakan amarah. Dengan memahami alasan di balik tindakan atau perkataan seseorang, seseorang dapat merespons dengan lebih bijak dan adil.

Terakhir, penting untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif. Mengungkapkan perasaan dengan cara yang konstruktif dan menghindari bahasa yang menyerang dapat membantu mencegah konflik dan memperkuat hubungan.

BACA JUGA :  Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Dalam sebuah riwayat hadits dari Abu Dzar RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan beberapa tips saat kita marah dengan sabdanya, “Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendaknya dia mengambil posisi tidur.” (HR Ahmad 21348, Abu Daud 4782, dan perawinya dinilai shahih oleh Syu’aib Al-Arnauth).

Mengendalikan amarah adalah kunci kebaikan dan kebijaksanaan. Mampu menjaga ketenangan dan berpikir jernih dalam situasi sulit tidak hanya menunjukkan kekuatan karakter, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan lebih sehat.

Penulis : Nafian Faiz

Berita Terkait

Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong
Pernyataan Hotman Paris, Pemred SUARA UTAMA Ajak Hormati Profesi Wartawan
Wartawan SUARA UTAMA Harus Berilmu dan Beretika
Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya
Ketua STAI Samarinda: Akreditasi Program Studi Bukan Sekadar Formalitas, Ini Kewajiban Hukum
Menakar Etika Demokrasi Dan Keadilan Pemilu Dalam Bayang Politik Kepentingan
Muslimah: Let’s Say “No” to Hopelessness 
Genah Rasa Snack: Pelopor Oleh Oleh Bandung 24 Jam yang Guncang Shopee Lewat Kelezatan Tempe Goreng Fenomenal!
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:55 WIB

Menjadi Manusia yang Bermanfaat dan Berjiwa Penolong

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:15 WIB

Pernyataan Hotman Paris, Pemred SUARA UTAMA Ajak Hormati Profesi Wartawan

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:05 WIB

Wartawan SUARA UTAMA Harus Berilmu dan Beretika

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:35 WIB

Menata Masa Depan Wisata Nusantara melalui Formula Pariwisata Berbasis Masyarakat dari Pantai Galung oleh UT Surabaya

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:15 WIB

Ketua STAI Samarinda: Akreditasi Program Studi Bukan Sekadar Formalitas, Ini Kewajiban Hukum

Berita Terbaru

mancingjitu slot thailand slot thailand