Memprihatinkan !!! Bangunan SDN Sukamekar 03 Nyaris Ambruk

- Jurnalis

Jumat, 3 Juni 2022 - 06:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTAMA  BEKASI – Memprihatinkan, melihat masih
ada gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN)
di Kabupaten Bekasi tidak bisa di gunakan untuk kegiatan belajar dan
mengajar, karena kondisinya
rusak berat.
Seperti yang terjadi SDN Sukamekar 03
Kecamatan Sukawangi. Bangunan di
sekolah itu nyaris ambruk, karena kaso,
reng kayu bangunan sekolah itu sudah
banyak yang rapuh akibat termakan
usia, sehingga atap dan internitnya
pada jatuh berhamburan di lantai
ruang kelas dan kantor Kepala Sekolah.

Baca juga : Gelar Acara Kejutan ANTV di Kelurahan Pedurenan Bekasi 

Salah satu guru di SDN Sukamekar 03,
Rohani menjelaskan, sekolah itu
memiliki siswa sebanyak 143 orang.
Sedangkan gedung sekolah tersebut
di dirikan di atas lahan seluas 1180 meter.
Dikatakan, sejak di bangun gedung
sekolah ini pada tahun 2006 hingga
saat ini belum ada perbaikan, apalagi rusak berat seperti
sekarang ini.

Jika ada angin, para siswa dan guru
saat melakukan KBM lari berhamburan
keluar lantaran takut tertimpa
bangunan. Dengan demikian, 4 ruang
kelas termasuk kantor sekolah ini sudah
tidak di manfaatkan lagi karena kondisi
bangunan sangat mengkhawatirkan,
beber Rohani.

Menurutnya, bangunan SDN Sukamekar
03 yang berada di wilayah Desa
Sukamekar ini dalam keadaan rusak
berat, sehingga sangat di khawatirkan
jika di gunakan untuk KBM ambruk saat
ada angin.
Karena, katanya, atap dan internitnya
sudah banyak yang berjatuhan di
dalam ruang kelas.

Takut atap, internit, kaso dan reng kayu
jatuh menimpa siswa dan guru, terang Enok Sadiah Kepala SDN Sukamekar 03.
Di sebutkan, sekolah ini terbagi menjadi 7 ruang, 3 ruang masih bisa di gunakan dan 4 ruang lainnya sudah tidak bisa di manfaatkan karena kondisinya rusak berat.

Dikatakan Enok Sadiah, kerusakan
gedung sekolah ini terjadi sudah
terbilang lama. Saat itu pihak sekolah
sudah mengusulkan melalui Musrenbang Desa dan Musrenbang Kecamatan untuk di tindak lanjuti ke Pemkab Bekasi. Dalam hal ini dinas terkait agar gedung SDN Sukamekar 03 mendapat bantuan perbaikan gedung secara total.

BACA :  Apresiasi Petugas KAI, KRLMania Berbagi Bingkisan Ramadhan

Pak, kita pada takut tertimpa
reruntuhan bangunan sekolah ini ketika
sedang melakukan KBM di ruang kelas.
Karena selain atapnya, juga kayu
kayunya pun pada berjatuhan.

Mohon Pak, gedung sekolah ini agar mendapat bantuan untuk perbaikan secara permanen supaya para murid dan guru di sini aman dan nyaman penuh
konsentrasi belajar, ucap Anisa siswi kelas VI SDN Sukamekar 03.

Muhidin guru SDN Sukamekar 03
menambahkan, sementara untuk
belajar para siswa kelas 1, 2 dan 3
ditempatkan di ruang kelas 4, 5 dan 6.
Dibagi dua shift, pagi untuk kelas 1,2
dan 3 sedangkan siang untuk kelas 4, 5
dan 6.

Kalau melihat dari beberapa bagian bangunan memang sudah banyak yang lapuk, hingga atap, kaso dan reng berjatuhan. Kalau kerangka bangunan tersebut bukan besi sudah ambruk dari dulu. Karena kerusakan bangunan sekolah ini terjadi sudah lama, bebernya.

Baca juga : Warga Pebayuran Bekasi Geram Area Sawah Jadi Tempat Pembuangan Sampah llegal

Terpisah, Kepala Desa Sukamekar,
Jayadih membenarkan, bahwa pihak
sekolah tersebut saat itu sudah
mengusulkan melalui Musrenbang Desa
hingga di masukan dalam usulan skala
prioritas di Musrenbang Kecamatan
untuk di sampaikan ke Pemkab Bekasi
lantaran mengalami rusak berat.

BACA :  Dogiyai, api misterius kembali hanguskan puluhan rumah; Siapa pelaku sebenarnya?

Karena bangunan sekolah ini
mengalami rusak berat, atas nama
Pemerintahan Desa Sukamekar telah
mengusulkan melalui Musrenbang
Kecamatan Sukawangi terkait gedung
SDN Sukamekar 03 yang rusak berat
untuk di sampaikan ke Pemkab Bekasi.

“Prihatin, kalau melihat kondisi
bangunan sekolah yang rusak seperti
itu. Kasihan sama anak anak saat
melaksanakan KBM, khawatir dan tidak
nyaman lantaran takut tertimpa
reruntuhan bangunan apabila tuang
kelas itu masih di gunakan” imbuhnya.

 

Berita Terkait

Kanit Intelkam Polda Babel Raih Predikat Hukum dan Mediator di AR Learning Center
7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri
Puncak Arus Balik 39 Ribu Lebih Kendaraan Kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera
6 Tantangan Jurnalis dalam Mempertahankan Integritas dan Kebenaran
Hari H Plus Empat Aidul Fitri 1445 H, Ribuan Warga Sesaki Wahana Pemandian Panjupian
Ketua DAP Wilayah III Domberay Tegaskan Ada Proteksi Kependudukan
Pasutri ini Nekad Bermotor dari Kalimantan Utara ke Tulang Bawang Lampung Setelah 4 Tahun Tak Mudik
Arus Balik Pemudik Mulai Padati Bakauheni Lampung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 21:45 WIB

Kanit Intelkam Polda Babel Raih Predikat Hukum dan Mediator di AR Learning Center

Senin, 15 April 2024 - 20:46 WIB

7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri

Senin, 15 April 2024 - 14:45 WIB

Puncak Arus Balik 39 Ribu Lebih Kendaraan Kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera

Minggu, 14 April 2024 - 22:30 WIB

Hari H Plus Empat Aidul Fitri 1445 H, Ribuan Warga Sesaki Wahana Pemandian Panjupian

Sabtu, 13 April 2024 - 20:43 WIB

Ketua DAP Wilayah III Domberay Tegaskan Ada Proteksi Kependudukan

Sabtu, 13 April 2024 - 13:45 WIB

Pasutri ini Nekad Bermotor dari Kalimantan Utara ke Tulang Bawang Lampung Setelah 4 Tahun Tak Mudik

Jumat, 12 April 2024 - 16:24 WIB

Arus Balik Pemudik Mulai Padati Bakauheni Lampung

Jumat, 12 April 2024 - 02:59 WIB

Semakin Berkembang Media Online, Suara Utama Miliki Tampilan Baru

Berita Terbaru

Nafian Faiz (SUARA UTAMA.ID)

Artikel

Sidak Setelah Mudik Masih Efektifkah?

Rabu, 17 Apr 2024 - 12:00 WIB

Illustrasi Stress dan Relax  .Foto:pixabay.com/id/illustrations/search/stress

Artikel

7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri

Senin, 15 Apr 2024 - 20:46 WIB