Memaknai Cinta dalam Kenyataan

- Jurnalis

Kamis, 28 Juli 2022 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kenyataan dalam Cinta itu Nyata. Dok. Pribadi Penulis M. Mahfudz Alafghoni/Suara Utama ID.

Foto: Kenyataan dalam Cinta itu Nyata. Dok. Pribadi Penulis M. Mahfudz Alafghoni/Suara Utama ID.

Oleh: M. Mahfudz Alafghoni,

Mahasiswa STEI Daerah Istimewa Yogyakarta

SUARA UTAMA Haloo sobat pembaca, sebagai seorang remaja dalam memiliki pasangan yang sesuai sebagaimana yang diidamkan tentu menjadi kebahagian tersendiri dalam kehidupan. Meski sebenarnya dalam Islam, cinta barulah akan hidup dan memberikan makna positif bila telah dibingkai dalam mahligai pernikahan (Halal).

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Memaknai Cinta dalam Kenyataan Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

BACA JUGA : Selamat, Ditunjuk Sebagai Ketua Pendidikan dan Pelatihan Profesi: Mas Andre Hariyanto Terima SK DPP Persatuan Wartawan Republik Indonesia Periode 2022 – 2026

Islam memandang cinta sebagai sebuah fitrah manusia, sehingga terdapat ayat Alquran tentang cinta yang menjelaskan hal tersebut.

Foto: Pamflet poster kesempatan bergabung menjadi Penulis dan Jurnalis di Media Suara Utama ID/Mas Andre Hariyanto
Foto: Pamflet poster kesempatan bergabung menjadi Penulis dan Jurnalis di Media Suara Utama ID/Mas Andre Hariyanto

Repository UIN Banten mencatat, dengan berbagai bentuknya Alquran telah menyebut kata cinta hingga 93 kali. Kata tersebut ditulis baik dalam bentuk kata kerja masa lampau, kata kerja masa kini dan akan datang.

BACA JUGA : Kronologi Kasus Antara Pemuda di Kota Gudeg Yogyakarta

Kesemua bentuk tersebut memiliki tujuan, dan memberikan pelajaran kepada manusia bahwa perasaan cinta adalah bagian dari fitrah manusia. Penjelasan ini bahkan juga disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW, namun tidak sedikit manusia yang masih keliru dalam memandang cinta yang sejati, cinta yang benar-benar indah.

BACA JUGA : BMH Sidoarjo Support Lansia Terampil Usia 70 tahun

Dr. Aidh Al-Qarni menggoreskan sebuah kalimat indah dalam karyanya yang sangat populer, La Tahzan (jangan bersedih). “Jadilah orang-orang yang termasuk kekasih Allah agar engkau merasakan kebahagiaan sejati. Sebab orang itu dikatakan berbahagia ketika ia mencurahkan seluruh orientasi hidupnya untuk sesuatu yang ia cintai. Tiada sesuatu yang paling membahagiakan seorang hamba kecuali ibadah yang ia persembahkan semata-mata hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”

BACA JUGA :  Peningkatan Kemampuan Menjumlah Melalui Media Aneka Buah -  Buahan  di  Kelompok B TK Miftahul Ulum Tobaddung Bangkalan - Semester II Tahun Ajaran 2020/2021
Foto: ; Lowongan Pekerajaan di Lembaga AR Learning Center Yogyakarta/Mas Andre Hariyanto/Suara Utama
Foto: ; Lowongan Pekerajaan di Lembaga AR Learning Center Yogyakarta/Mas Andre Hariyanto/Suara Utama

Bagi orang beriman, cinta tentu saja tak sekedar pesona yang menjadikan hidup jadi terasa indah. Ia bukan semata pemanis bibir yang membuat setiap ucapan menjadi puitis laksana seorang pujangga. Tapi cinta hakiki adalah pernyataan iman seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda, “Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu (1) barangsiapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allah. (3) Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.” (Muttafaqun ‘alaih).

Dengan demikian, bagi seorang muslim, mau remaja atau dewasa, cinta harus dilandasi iman, dimanivestasikan untuk meneguhkan iman, dan diperjuangkanpun demi menguatkan iman. Dengan kata lain, cinta yang benar pasti membawa keberkahan dan keindahan.

Jika ada orang yang dengan cinta hidup dalam penderitaan dan kerugian, sudah barang tentu cintanya keliru, tidak dilandaskan pada iman dan juga tidak dioreientasikan untuk memelihara dan mengokohkan keimanan. Padahal, cinta yang indah hanya bisa dicapai bila seseorang komitmen terhadap iman dalam dadanya.

Berita Terkait

Keunikan di Balik Menu Olahan Daging Kurban Idul Adha
Pendidikan Profesi Guru dalam Jebakan Kurikulum Pendidikan Indonesia
Juru Parkir Liar : Ikhlas atau Terpaksa ?
UU Penyiaran Mempermudah Sebagian Masyarakat
Efek Perlokusi Baliho Menjelang Pilkada
Pentingnya Penataan dan Regulasi yang Pro Tranportasi Publik dan Massal
PERAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI
Basis Nilai Sejarah PKO Bagi RS.PKU
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 19:25 WIB

Keunikan di Balik Menu Olahan Daging Kurban Idul Adha

Rabu, 12 Juni 2024 - 08:07 WIB

Pendidikan Profesi Guru dalam Jebakan Kurikulum Pendidikan Indonesia

Senin, 10 Juni 2024 - 21:50 WIB

Juru Parkir Liar : Ikhlas atau Terpaksa ?

Senin, 10 Juni 2024 - 16:47 WIB

UU Penyiaran Mempermudah Sebagian Masyarakat

Senin, 10 Juni 2024 - 00:28 WIB

Efek Perlokusi Baliho Menjelang Pilkada

Rabu, 22 Mei 2024 - 15:04 WIB

Pentingnya Penataan dan Regulasi yang Pro Tranportasi Publik dan Massal

Senin, 6 Mei 2024 - 17:38 WIB

PERAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI

Minggu, 5 Mei 2024 - 21:40 WIB

Basis Nilai Sejarah PKO Bagi RS.PKU

Berita Terbaru

Artikel

Qurban dan Makna Keikhlasan di Universitas Ibnu Chaldun

Selasa, 18 Jun 2024 - 15:26 WIB

Berita Utama

Polres Bengkayang Serahkan 5 Ekor Sapi dan 3 Kambing Kurban

Selasa, 18 Jun 2024 - 12:52 WIB