banner 728x250

Kunjungan dan Sosialisasi Dinas Kesehatan Dogiyai, ke SMA NEGERI 1 DOGIYAI

IMG 20231123 WA0010 Kunjungan dan Sosialisasi Dinas Kesehatan Dogiyai, ke SMA NEGERI 1 DOGIYAI Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
banner 120x600
930 Kali Dibaca

SUARA UTAMA, Dogiyai – Dinas kesehatan Dogiyai dan Puskesmas Bomomani mengunjungi SMA Negeri 1 Dogiyai untuk melakukan kegiatan sosialisasi tentang “Pencegahan Anak Stanting” pada hari ini kamis (23/11/23).

Kegiatan ini berlangsung dihalaman sekolah SMA Negeri 1 Dogiyai amat sangat meriah. Diawali dengan senam Sehat Jantung dan dilanjutkan dengan sosialisasi Materi tentang Pencegahan Anak Stanting yang disampaikan langsung oleh Kepala Puskesmas Bomomani, Nico Tigi, amd.Kep.

IMG 20231123 WA0011 Kunjungan dan Sosialisasi Dinas Kesehatan Dogiyai, ke SMA NEGERI 1 DOGIYAI Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

Dalam materinya menyampaikan “khusus siswi atau murid perempuan, untuk mencegah Stanting, guru dan Puskesmas Bomomani harus dalam 1 bulan kita menyiapkan tablet tambah darah dan memberikan kepada putri remaja/siswi yang usianya produktif”.

“Tentu pelajar perempuan atau siswi adalah calon Ibu, maka untuk mencetak anak yang cerdas dan tidak Stanting harus minum tablet tambah darah sebab melahirkan anak yang cerdas, tentu kualitas alat reproduksi remaja putri harus sehat”. Ucapnya

Tigi menambahkan “Pelajar laki-laki jangan merokok, sebab didalam rokok terkandung banyak zat racun. Minuman keras (Miras) juga menghantarkan kita sebagai pelajar pada pergaulan yang bebas dan kurang baik, bisa saja menyebabkan penyakit menular yang tidak dapat terhindar”.

“Mulailah hidup sehat dengan melakukan aktivitas fisik, berolahraga dan memakan buah-buahan, kacang-kacangan dan mengonsumsi protein, dan jangan lupa minum air sesuai kebutuhan tubuh kita”. Tambahannya.

“Minuman yang perlu kita hindari adalah, kopi, kukubima, extrajoss+susu yang selalu kita gunakan untuk mengonsumsi hingga ember-ember. Sekarang kita harus hindari pergaulan bebas seperti Pacaran yang tidak sehat , sebab melalui pergaulan bebas akan menghasilkan sex bebas dan hasil dari sex bebas akan menghasilkan penyakit menular yaitu HIV AIDS”. Tutupnya

Data menunjukkan Bulan Januari sampai September kasus HIV di Provinsi Papua Tengah mencapai 52.793 yang terinfeksi virus HIV. Khusus kabupaten Dogiyai 529 kasus, untuk yang sudah periksa di rumah sakit. Kemudian di Mapia sendiri ada 13 orang sering berobat di Puskesmas Bomomani

Kepala Puskesmas Bomomani Nico Tigi, amd. Kep yang hendak menjadi pemateri mengajak para siswa siswi untuk hindari pacaran dan hindari hubungan sex bebas, yang perlu dilakukan untuk saat ini adalah fokus untuk sekolah dulu.

Diakhir kegiatan sosialisasi, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Bomomani membagikan sabun mandi disertai dengan mengajarkan cara cuci tangan yang baik dan dibagikan bingkisan Roti kepada peserta didik dan guru yang hadir untuk dikonsumsi.

Reporter: Keiya

banner 468x60
Penulis: Jhon M KeiyaEditor: Dianus You
banner 468x60

Respon (1)

  1. Berita ttg sosialisasi kesehatan remaja patut disanjing jempol. Kegiatan penting ini dilaksanakan oleh kepala puskesmas Bomomani Mapia Nicolaus Tigi kepa para siswa dan guru SMA NEGERI 1 Dogiyai. Agar semua kegiatan kami bisa diekspos, maka Directur Breaking News bisa menerima tiga reporter dari kalangan siswa kami di SMA tercinta. Sebab selama tiga tahun, kami sudah membentuk anak-anak didik dengan materi jurnalis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90