KNPB Mnukwar Nyatakan Pelaksanaan New York Agreement 1962 Ilegal di Papua, Ini Pernyataannya

- Jurnalis

Senin, 15 Agustus 2022 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KNPB Mnukwar Menolak Pelaksanaan New York Agreement 1962 karena tidak melibatkan rakyat Papua dalam setiap perundingan antara pemerintah Indonesia, Amerika dan Belanda.

KNPB Mnukwar Menolak Pelaksanaan New York Agreement 1962 karena tidak melibatkan rakyat Papua dalam setiap perundingan antara pemerintah Indonesia, Amerika dan Belanda.

SUARA UTAMA, MANOKWARI – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mnukwar gelar diskusi publik dalam rangka menolak pelaksanaan New York Agreement 15 Agustus 1962 oleh pemerintah Indonesia, Amerika dan Belanda diatas tanah Papua.

BACA JUGA : Tingkatkan Kompetensi, FH Universitas Bangka Belitung Gaet AR Learning Center dalam Penerapan Soft Skill

Proses aneksasi Irian Barat (Papua) kedalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) mengalami tantangan yang cukup serius dan tindakan protes terhadap integrasi Papua kedalam NKRI semakin menguat kearah tuntutan pemisahan diri dari NKRI.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 KNPB Mnukwar Nyatakan Pelaksanaan New York Agreement 1962 Ilegal di Papua, Ini Pernyataannya Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto: Dokumentasi Seremonial Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (FH UBB) menjalin kerja sama dan pelatihan Saksi Ahli bersama Lembaga AR Learning Center. Coach Musafir/Kameramen FH/Mas Andre Hariyanto (Suara Utama)
Foto: Dokumentasi Seremonial Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (FH UBB) menjalin kerja sama dan pelatihan Saksi Ahli bersama Lembaga AR Learning Center. Coach Musafir/Kameramen FH/Mas Andre Hariyanto (Suara Utama)

Karena, sama sekali rakyat Papua tidak libatkan dalam setiap proses perundingan yang membahas masa depan wilayahnya.

Dimana pelaksanaan konfrensi meja bundar (PKMB) tahun 1949, perjanjian New York Agreement 15 Agustus 1962, Roma Agreement 1962, Aneksasi Papua kedalam NKRI pada 1 Mei 1963.

Foto: Pamflet poster kesempatan bergabung menjadi Penulis dan Jurnalis di Media Suara Utama ID/Mas Andre Hariyanto
Foto: Pamflet poster kesempatan bergabung menjadi Penulis dan Jurnalis di Media Suara Utama ID/Mas Andre Hariyanto

Kemudian, ditindak lanjut pada pelaksanaan penentuan pendapat rakyat (PEPERA) pada tahun 1969 tidak dilaksanakan sesuai prinsip-prinsip universal didalam mekanisme hukum internasional bahwa “one man one vote” (satu orang satu suara).

Foto: Pamflet Poster/Redaksi Suara Utama Kembali Buka Kesempatan Bergabung Menjadi Jurnalis/Suara Utama ID
Foto: Pamflet Poster/Redaksi Suara Utama Kembali Buka Kesempatan Bergabung Menjadi Jurnalis/Suara Utama ID

“Namun mereka laksanakan secara “one group one vote” kepada 1025 orang yang di wakili dari 815.906 penduduk orang Papua yang ada saat itu”terang ketua KNPB Alexander Nekenem kepada wartawan suarautama.id tadi siang, Senin (15/08/2022) di Amban, Manokwari, Papua Barat.

Lanjut Alexander, setiap perundingan itu orang Papua tidak pernah terlibat untuk menyaksikan dan menetukan nasib masa depan bangsanya.

BACA JUGA :  AMPTPI Laksanakan Seminar bertajuk: Pemekaran DOB untuk Siapa

“Akan tetapi hanya di lakukan oleh sepihak antara pemerintah Indonesia, Amerika dan Belanda di bawah pengawasan PBB” ujarnya

Memoria pasionis ini diperlakukan secara tindakan yang tidak manusiawi oleh instrumen kekuasan pemerintah Indonesia dan Amerika sejak itu.

“Hal itu terjadi demi kepentingan sosial, ekonomi dan politik bagi penguasa. Sehinga kata Nekenem hingga detik ini martabat manusia direndahkan, SDA di ekspoitasi dan eksplorasi, manusia di bunuh, disiksa, ditindas dan dipenjarakan” bebernya.

Untuk itu, KNPB wilayah Mnukwar menyatakan sikap bahwa:

Pertama, Kami menolak perjanjian New York 15 Agustus 1962, karena rakyat Papua tidak di libatkan dalam perjanjian tersebut.

Kedua, Keberadaan Indonesia diatas tanah Papua Ilegal, karena dalam proses aneksasi tidak melibatkan orang Papua.

Ketiga, Menolak dengan tegas pemekaran daerah otonomi baru (DOB) dan memdesak pemerintah Indonesia agar segera mencabut otonomi khusus jilid 2 di Papua.

Keempat, Segera bebaskan Tuan Viktor Yeimo sebagai korban rasisme yang kambing hitamkan oleh pemerintah Indonesia.

Kelima, Tarik keluar militer organik dan non-organik yang berada di wilayah yang sedang konflik di tanah Papua.

Keenam, Mendesak kepada pemerintah  Indonesia dan perserikatan bangsa-bangsa, agar segera memberikan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat bangsa Papua, karena hak penentuan nasib sendiri tidak gunakan sebaik-baiknya.

Ketujuh, Referendum sebagi solusi damai antara indonesia dan bangsa Papua.

Berita Terkait

Qurban dan Makna Keikhlasan di Universitas Ibnu Chaldun
Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-78,  Polres Ngawi Gelar Lomba Hias Perahu di Waduk Sangiran Bringin
Polres Bengkayang Serahkan 5 Ekor Sapi dan 3 Kambing Kurban
Langgar Kesepakatan, Nelayan Tepeleo Hentikan Tuqboat Yang Melintasi Perairan Patani Utara dan Patani Timur
Idul Adha 1445 H : Penyembelihan Hewan Kurban Wujud Taqwa & Syukur
Ta’lim Mutaalim, Bagaimana Mengagungkan Ilmu, Ahli ilmu & Ustadz
Idul Adha 1445H Petambak Dipasena Lampung Sembelih 26 Sapi dan 123 Kambing Kurban 
Panitia Qurban Masjid Taqwa Banjar Agung Udik Tanggamus Bagikan 210 Paket Daging Qurban 
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:26 WIB

Qurban dan Makna Keikhlasan di Universitas Ibnu Chaldun

Selasa, 18 Juni 2024 - 14:56 WIB

Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-78,  Polres Ngawi Gelar Lomba Hias Perahu di Waduk Sangiran Bringin

Selasa, 18 Juni 2024 - 12:52 WIB

Polres Bengkayang Serahkan 5 Ekor Sapi dan 3 Kambing Kurban

Selasa, 18 Juni 2024 - 08:31 WIB

Langgar Kesepakatan, Nelayan Tepeleo Hentikan Tuqboat Yang Melintasi Perairan Patani Utara dan Patani Timur

Senin, 17 Juni 2024 - 20:24 WIB

Ta’lim Mutaalim, Bagaimana Mengagungkan Ilmu, Ahli ilmu & Ustadz

Senin, 17 Juni 2024 - 20:12 WIB

Idul Adha 1445H Petambak Dipasena Lampung Sembelih 26 Sapi dan 123 Kambing Kurban 

Senin, 17 Juni 2024 - 15:27 WIB

Panitia Qurban Masjid Taqwa Banjar Agung Udik Tanggamus Bagikan 210 Paket Daging Qurban 

Senin, 17 Juni 2024 - 13:00 WIB

Pinisepuh PBI Korda Malang Yani Sinergi Kurban bersama Wasekjen NGG Coach Agus

Berita Terbaru

Artikel

Qurban dan Makna Keikhlasan di Universitas Ibnu Chaldun

Selasa, 18 Jun 2024 - 15:26 WIB

Berita Utama

Polres Bengkayang Serahkan 5 Ekor Sapi dan 3 Kambing Kurban

Selasa, 18 Jun 2024 - 12:52 WIB