banner 728x250

KIP-K; Ranah Penghasilan Tambahan Bagi Pengangguran Calon Intelektual

kip KIP-K; Ranah Penghasilan Tambahan Bagi Pengangguran Calon Intelektual Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
banner 120x600
336 Kali Dibaca

SUARA UTAMA. KIP-K terindikasi menjadi sumber pengahasilan baru bagi calon intelektual yang masih pengangguran. Pada umumnya kuliah atau sekolah harus dengan berbiaya. Biaya yang disodorkan dan harus di bayar bervariasi menurut lembaga/institusi dimana mahasiswa itu terdaftar didalamnya. Ada dua biaya kuliah yaitu Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Biaya Kuliah Tunggal (BKT)  merupakan keseluruhan biaya operasional setiap mahasiswa per semester pada suatu program studi. BKT adalah biaya kuliah asli yang seharusnya dikeluarkan oleh mahasiswa dengan Perhitungan yang ditentukan oleh masing-masing PTN/PTS dan dikurangi dana bantuan dari pemerintah.

Sedangkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) merupakan sebagian dari BKT yang ditanggung setiap mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonomi. UKT adalah sistem pembiayaan kuliah, di mana uang gedung, SPP, uang almamater, uang praktikum, dan penunjang lainnya dilebur menjadi satu dan dibagi rata dalam delapan semester. Dengan demikian, biaya UKT adalah nilai BKT yang sudah mendapatkan subsidi oleh pemerintah dan inilah yang sekarang marak diperbicangkan di PTS, karena PTS menggunakan hitungan biaya UKT. Dalam standar pembiayaan UKT normal sebuah program studi adalah 16 juta per tahun atau 8 juta per semester per mahasiswa. Atau dalam kata lain mahasiswa per bulan harus membayar minimal 8 juta di bagi 6 bulan atau setara dengan Rp. 1.333.333 atau dibulatkan menjadi Rp. 1.350.000,-

Disebutkan pada Pasal 31 ayat 1 sampai 5 UUD 1945 bahwa pemerintah berkewajiban mencerdaskan bangsa melelaui pendidikan dan berdasarkan UU No 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, Pemerintah Indonesia berkewajiban meningkatkan akses dan kesempatan belajar di Perguruan Tinggi serta menyiapkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif.

Melalui PIP di tahun 2020, pemerintah memberikan bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi termasuk penyandang disabilitas dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP Kuliah sebagai bukti kehadiran negara untuk membantu warganya memperoleh hak pendidikan tinggi. KIP Kuliah menjamin keberlangsungan kuliah dengan memberikan pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi dan bantuan biaya hidup bulanan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan ekonomi dan akademik.

Setiap mahasiswa penerima KIP-K ini akan mendapat jaminan biaya pendidikan yang dibayarkan langsung ke perguruan tinggi, dengan besaran bervariasi tergantung akreditasi program studi (prodi). Dengan besarna biaya menurut zona peringkat akreditas prodi sebagai berikut :

  • Prodi dengan Akreditasi A: maksimal Rp12 juta/orang/semester
  • Prodi dengan Akreditasi B: maksimal Rp4 juta/orang/semester
  • Prodi dengan Akreditasi C: maksimal Rp2,4 juta/orang/semester

Mahasiswa penerima KIP-K juga mendapatkan bantuan biaya hidup yang akan ditransfer langsung ke rekening pribadi mahasiswa atau sesuai kebijakan masing-masing wilayah kerja kelembagaan, dengan besarannya bervariasi tergantung wilayah domisili mahasiswa, dan dibagi menjadi 5 klaster, yaitu Rp. 800 ribu/bulan, Rp.950 ribu/bulan, Rp1,1 juta/bulan, Rp1,25 juta/bulan, dan Rp1,4 juta/bulan.

Dari data di atas apabila kita ambil sampel satu mahasiswa yang kuliah seumpama di kota kecil, di Jombang di Universitas Darul ‘Ulum (UNDAR) Jombang dengan peringkat Akreditas Prodi B (misal Ekonomi Pembangunan), maka mahasiswa mendapat 4 juta/semester atau   Rp. 666.667/bulan dengan biaya hidup layak Rp. 1.076.205 (poyeksi Susenas BPS 2021 untuk biaya layak kota Jombang). Padahal UKT di UNDAR Jombang  Rp. 3.237.500/semester atau total UKT sampai habis kuliah adalah 25.900.000. Maka dapat dirpoyeksikan bahwa mahasiswa yang kuliah di prodi Ekonomi PembangunanFakultas Ekonomi UNDAR Jombang mendapat laba Rp.4.000.000-Rp.3.237.500 =  Rp.762.500/semester atau  Rp. 127.083/bulan. Dan karena mereka, mahasiswa yang mendapatkan KIP-K adalah masih dalam tanggungan orang tua, maka perolehan pundi uang bertambahdari biaya hidup yaitu  Rp. 1.076.2005, total yang didapat mahasiswa penerima KIP-K di UNDAR Jombang tanpa kerja adalah Rp. 1.203.288,-/perbulan. Pundi-Pundi KIP-K ini mengalahkan gaji honorer pemerintah dan bahkan dosen di PTS Swasta wilayah Jombang.

Tapi sangat menarik untuk di perhatikan, KIP-K tidak diperoleh mahasiswa dengan daftar begitu saja terus mendapatkan jatah KIP-K, karena jatah KIP-K ada 2 sumber dari pemerirntah dengan perolehan rasio jumlah mahasiswa yang ditetapkan oleh L2DIKTI wilayah masing-masing dan kemungkinan setiap PTS maksimal hanya mendapatkan 50 jatah. Dan KIP-K yang kedua di peroleh dari Usulan Masyarakat yang dikendalikan oleh partai politik. Dan untuk memeprolehnya membutuhkan waktu yang panjang dan biaya yang tidak sedikit, butuh perjuangan yang sangat luar biasa. Maka apabila ada calon/mahasiswa yang sudah terdaftar di KIP-K, belum tentu mendapatkan jatah KIP-K karena banyak faktor. Mahasiswa yang mendapatkan KIP-K adalah mahasiswa yang sangat beruntung tapi juga harus bersyukur.

Semoga dapat memberikan pencerahan bagi mahasiswa untuk selalu tetap semangat meraih cita-cita dan dan selalu mengingat bahwa KIP-K bukan untuk membiayai kelayakan hidup akan tetapi untuk kedepannya menjadi insan yang berkehidupan layak . Tetap semangat..

banner 468x60
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90