Kematian Manusia, apa yang aneh ?

- Jurnalis

Selasa, 23 Mei 2023 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA. Kematian adalah keniscayaan yang bakal terjadi pada setiap makhluk hidup. Manusia mati yang dipertanyakan adalah apa yang ditinggalkan, apa yang telah dilakukan untuk orang sekitarnya, dan seberapa manfaat untuk orang sekitar, untuk makhluk allah yang lain…….?

Jauh dari menjelang akhir hayatnya, adek penulis Abid Al Mahzumi (wafat 18 Mei 2023) dalam unggahan facebooknya mengatakan :

Klo ditanya cita2, maka aku ingin menjadi orang yg berarti bagi dunia meski hanya sedikit hingga jika nanti aku mati orang2 disekelilingku akan rindu pada sosokku….

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Kematian Manusia, apa yang aneh ? Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari nisbat (contoh) diatas kematian seharusnya menjadi cita-cita tujuan akhir hidup “apa yang seharunya dilakukan…?”. Dan dalam realnya pada saat kematiannya dia (Adek penulis) mendapat begitu panyak penghormatan dari orang lain yang dia pernah manfaati secara langsung maupun tidak langsung, walaupun dia (Abid Al Mahzumi ) bukan siapa-siapa dia hanya hamba Allah yang kesehariannya mejadi guru di sebuah Lembaga Pendidikan yang didirikan Kakaknya sendiri (Dr. Siti Hikmah) di sebuah Desa Wanutunaggal Grobokan Purwodadi Semarang. Dia seorang guru biasa tapi yang takziyah dari kalangan Wali Kota, Polda Jawa Tengah, Kyai-Kyai  daerah Kudus, Jajaran UIN Semarang dan masyarakat sekitranya… masyaallah… Apa yang menggerakkan hati mereka untuk takziyah pada seorang guru Ndeso……ya… benar niat hidup.

Orang jawa meyakini kematian adalah sebuah awal yang sering disebut deathless death. Dalam arti umum kematian adalah berpisahnya roh dengan tubuh, yang kemudian tubuh akan perlahan-lahan hancur. Dalam pandangan orang Jawa kematian sebagai proses kembali ke asal mula, atau yang disebut dengan mulih mulo mulanira. “Urip neng donyo iki mung mampir ngombe,” yang diibaratkan bahwa hidup di dunia ini hanya “mampir” sebentar untuk kemudian meneruskan perjalanan sesungguhnya setelah meninggal.

Dalam bahasa jawa sebutan untuk orang meninggal berbeda-beda sesuai dengan prilaku hidup jenazah. KH. Anwar Zahid membedakan menjadi  empat.

wong mati sebutane ora podho (orang mati sebutannya berbeda)

BACA JUGA :  Kepengasuhan Orangtua kepada Anak adalah Nomor 1 dari Pendidikan Sekolah

wong apik, wong sholeh disebut sedo tegese : siksane wis ba’da, kari nikmate

(orang baik, orang soleh disebut “sedo” artinya siksanya sudah terlampui, tinggal nikmatnya dengan surga (karena hidup dunia adalah la’ibun walahwun)

nek wong biasa disebut mati tegese : nikmate ganti

(kalau orang biasa disebut ”mati” artinya nikmatnya ganti); jenazah menikmati hidip yang lebih baik dari hidup di dunianya

-nek wong rondok elek disebut matek, tegese : nikmate wis entek

(kalau orang yang agak jelek disebut “matek” artinya nikmate sudah habis) Kenikmatan yang dirasakan jenazah sudah habis di akhirat tinggal mendapatkan siksa

ora sholat, ora poso, ora rukun karo tonggo disebut bongko, tegese : mergo arep diobong nang neroko

(Orang tidak sholat, tidak puasa, tidak rukun dengan tetangga disebut “bongko” artinya selamanya di bakar di neraka)

Kematian adalah sebuah misteri, tapi misteri itu meciptakan sebab perilaku kita dengan sebutan sedo, mati, matek dan bongko karena cita-cita hidup yang kita inginkan. Allah Tuhan Semesta Alam menjadikan hambanya yang lain sebagai saksi sebutan kematian kita. Seberapa taat kah kita, seberapa tekunkah kita, seberapa jujurkah kita, seberapa sabarkah kita dan pada puncaknya seberapa ikhlaskah kita dengan kehidupan kita.

Kita terkenal menjadi sosok apa ?. Pemarah kah kita, sabarkah kita, tekun, uletkah kita dalam hidup ? atau sebagai sosok-sosok syaitan atau iblis dengan berbagai sifat tipu danyanya….? naudlu billah min dzalik.

Sebagai tanda kita akan mati adalah berkurangnya salah satu nikmat yang diberikan Allah, Tuhan kita.. yaitu tidak maksimalnya fungsi tubuh/jasad kita…. ini salah satu nikmat untuk peringatan sebelum kematian kita… mari kita manfaatkan nikmat itu untuk menjemput kematian kita.  Sebelum kematian menjemput kita… mari kita terkenalkan diri kita;  kepada diri sendiri dan orang lain : bahwa kita orang yang mukminin, shobirin, muttaqin, muhlisin….dan sebutan baik lainnya,  agar sebutan ketiadaaan kita minimal “mati”. Dengan berperilaku baik dan benar kepada orang lain…….Wallahualam bishowab

Berita Terkait

Alami Luka Serius Petambak Bumi Dipasena Lampung Selamat dari Terkaman Buaya Saat Mencari Ikan
Pj Bupati Lantik Sekda dan Pejabat Tinggi Pratama di Kabupaten Tulang Bawang Lampung 
Patroli Malam Akhir Pekan, Polres Pringsewu Lampung Amankan Empat Sepeda Motor
HUT BPC HIPMI Gresik Bagikan Dorpreic 40 Juta
Satpolairud Polres Tulang Bawang Lampung Gelar Aksi Bersih Pantai dalam Rangka Hari World Ocean Day (WOD) 2024
Kepengasuhan Orangtua kepada Anak adalah Nomor 1 dari Pendidikan Sekolah
Petambak Dipasena Lampung, Tewas Tersengat Listrik Saat Menyiram Tanaman
Surat balasan kepada Santri
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:53 WIB

Pj Bupati Lantik Sekda dan Pejabat Tinggi Pratama di Kabupaten Tulang Bawang Lampung 

Senin, 10 Juni 2024 - 10:58 WIB

Patroli Malam Akhir Pekan, Polres Pringsewu Lampung Amankan Empat Sepeda Motor

Minggu, 9 Juni 2024 - 15:59 WIB

HUT BPC HIPMI Gresik Bagikan Dorpreic 40 Juta

Sabtu, 8 Juni 2024 - 15:26 WIB

Satpolairud Polres Tulang Bawang Lampung Gelar Aksi Bersih Pantai dalam Rangka Hari World Ocean Day (WOD) 2024

Jumat, 7 Juni 2024 - 20:04 WIB

Kepengasuhan Orangtua kepada Anak adalah Nomor 1 dari Pendidikan Sekolah

Jumat, 7 Juni 2024 - 16:42 WIB

Petambak Dipasena Lampung, Tewas Tersengat Listrik Saat Menyiram Tanaman

Jumat, 7 Juni 2024 - 06:37 WIB

Surat balasan kepada Santri

Kamis, 6 Juni 2024 - 16:34 WIB

Seorang Pejuang Harus Percaya Diri, Jangan  Pernah Ada Kata Tidak Pede

Berita Terbaru

Berita Utama

Antusias Pengunjung Hotel Grand Verona Naik Jelang Iduladha

Rabu, 12 Jun 2024 - 07:29 WIB