Kehilangan Tahta Suci Kewanitaan Demi Berpacaran

- Jurnalis

Minggu, 28 Mei 2023 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA – Dari zaman ke zaman perubahan budaya terus menerus terjadi didalam kehidupan nyata manusia di dunia ini. Beberapa Penyebab utama yang menyebabkan hal itu adalah, masuknya Pemerintahan di suatu wilayah, kemudian masuknya orang-orang baru dengan budaya yang berbeda. Sehingga pengaruh antara  manusia dengan manusia diadakan lalu terciptalah perubahan sebuah budaya yang sudah ada dengan yang baru.

Budaya asing pun dijadikan tameng dan menganggapnya baik hingga mengaplikasikannya. Budaya asing yang dimaksud yakni “Berpacaran”. Dulu tidak pernah mengenal kata berpacaran, yang ada yakni “Perkawinan”.

Kini, estimasi manusia abad ini adalah sudah tidak zaman lagi menerapkan budaya yang dahulu kala sudah ada turun temurun. Sebab, budaya tersebut dianggap sudah tidak menarik lagi.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Kehilangan Tahta Suci Kewanitaan Demi Berpacaran Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, Pacaran dianggap cara yang tepat untuk memulai dan membangun sebuah hubungan yang akan membawa Perempuan dan Laki-laki menuju pada Perkawinan yang bahagia.

Hal ini memang baik untuk di jalankan pada era moderen seperti saat ini.  Namun, sebagian orang akan mendapatkan dampak yang buruk karena kurangnya pengetahuan tentang cara berpacaran yang baik.

Ada satu pepatah umum yang paling awam dan tidak asing lagi ditelinga, sebab sering digunakan oleh orang-orang, yakni “Jodoh itu ditangan TUHAN” hal ini dilupakan. Padahal, pepatah ini benar adanya.

Setelah saya mengikuti dan mempelajari kelakuan bahkan tindakan manusia abad 20an ini, untuk membuktikan keseriusan dan kesetiaan selama menjalani hubungan pacaran harus dibuktikan melalui pergulatan proses sex bebas.

Menurut Jheno Gobai yang telah dikemukakan pada laman Facebooknya, “Kita sedang berada dizamannya Cinta Itu mahal dan Sex Itu gratis. Waspada Semut !” Saya harus akui bahwa masa sekarang dan dulu sudah sangat jauh berbeda.

Apa yang salah dengan dunia ini ? Entahlah !

Dalam pembahasan selanjutnya, saya akan memberikan pemahaman Mengenai, Apa itu Tahta Suci Kewanitaan ? Bagaimana cara menjalin hubungan berpacaran yang baik dan benar untuk Perempuan ? dan terakhir, Apa yang perlu dilakukan oleh Wanita dalam menjaga Tahtanya ?

A. Tahta Suci Kewanitaan

Mari kita mengetahui terlebih dahulu arti mengenai 3 kata dari subjudul pembahasan ini. Tahta, secara etimologis dapat diartikan sebagai ‘singgasana’, ‘kedudukan’, atau ‘kekuasaan’. Suci, adalah bebas dari dosa, noda, cela, ‘keramat’. Wanita, diambil dari bahasa Sanskerta yakni vanita yang bukan merupakan penanda jenis kelamin. Tetapi dalam pengertian masyarakat luas, wanita dikaitkan dengan perempuan yang sudah dewasa.

Jadi, jika ketiga kata ini disatukan maka, akan mengandung pemahaman yakni: “Seorang Perempuan/wanita yang menjaga kududukan/singgasananya dari segala bentuk dosa/noda”.

Tentu pemahaman ini mengajarkan para wanita agar tidak sembarang menjual kesuciannya. Kaum Hawa perlu mengetahuinya juga, Takhta adalah sebuah singgasana yang layak diduki oleh seorang raja yang sudah sah untuk mendudukinya, tidak sembarangan.

Jika Takhta Suci dikotori, tidak di jaga dengan baik maka, ada hukum yang berlaku, TUHAN berfirman: Oleh karena wanita Sion telah menjadi sombong dan telah berjalan dengan jenjang leher dan dengan main mata, berjalan dengan dibuat-buat langkahnya dan gemerencing dengan giring-giring kakinya. Maka Tuhan akan membuat batu kepala wanita Sion penuh kudis dan TUHAN akan mencukur rambut sebelah dahi mereka. (Yesaya 3:16-17)

B. Menjalin Hubungan Berpacaran yang baik dan benar untuk Perempuan.

Menjalin Hubungan Berpacaran yang baik adalah suatu kondisi di mana Wanita dan Pasangannya mampu bertumbuh, memberikan manfaat positif satu sama lain dan memiliki rasa yang aman diantara mereka.

Namun, disini saya mau tekankan bahwa dalam Alkitab kata “berpacaran” tidak ada satu ayatpun yang dimuat didalamnya. Tetapi yang dimuat hanya kata “Perkawinan” menjadi suami-istri.

Kaum Hawa mesti memahami bahwa, orang tua zaman dulu mereka tidak mengetahui apa itu berpacaran. Yang mereka tahu adalah kawin. Kata “berpacaran” muncul di abad 20an ini, ketika Cross Culture itu muncul.

BACA JUGA :  Full Beasiswa, Ayo Mondok di Yayasan Taman Quran Annahl Indonesia. View Kaki Gunung Gede dan Kampung Syariah

Tetapi saya akan memberikan sedikit pemahaman bagaimana cara berpacaran yang baik dan benar. Agar, kalian tidak menggunakan Tahta Suci Kewanitaan kalian dengan sembarang.

Berpacaran adalah untuk menjalin hubungan cinta dan kasih dengan lawan jenisnya, tetapi masih belum terikat dengan perkawinan. Artinya, masa berpacaran adalah masa yang dimana memiliki kesempatan ruang dan waktu melakukan “pendekatan”.

Ingat berpacaran adalah untuk melakukan pendekatan. Dimana pendekatan yang dimaksud yakni untuk mengenali latar belakang dari pasangan anda. Tetapi ingat jangan sampai anda terbawa arus oleh pendekatan ini pada hal negatif. Akhirnya terjadilah Penodaan terhadap Takhta yang dimiliki.

Kadang-kadang sebagian wanita yang memiliki paras wajah yang cantik, menarik dan banyak kaum Adam yang tergila-gila atas paras dan tubuh bagusnya, membuat si wanita ini sombong dan tidak terkontrol. Maka dari itu, para wanita harus menyadari hal-hal ini.

C. Tindakan Kaum Hawa dalam Menjaga Tahtanya sebelum menikah/kawin

Menjaga Kesucian Tahta Wanita adalah salah satu bentuk penghargaan diri untuk kebaikan yang dijanjikan oleh Tuhan. Menjaga Kesucian Takhta juga merupakan salah satu bukti dari wanita yang saleh dan beriman kepada Tuhan.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang Wanita selama belum menikah, agar Iblis tidak membawamu kepada hal-hal yang kurang baik, yaitu :

1. Menutup aurat

Tindakan pertama yang perlu dilakukan oleh seorang Wanita dalam menjaga Takhta Sucinya ialah menutup aurat agar mendapatkan kemuliaan.

Orang tua zaman dulu mereka menasehati anak perempuannya begini “Kamu memiliki wajah yang cantik, sembunyikan wajah itu didalam rumah, jika mau keluar rumah tutupi wajahmu dengan kain/ bahasa MEE (ebaute), sampai saatnya tiba kamu membukanya”.

2. Menjaga pandangan

Tindakan kedua adalah mengupayakan menjaga Kesucian Takhta adalah menjaga pandangan dari hal-hal yang dilarang untuk dilihat.

3. Mengendalikan hawa nafsu

Seorang Wanita harus mampu mengendalikan hawa nafsunya. Tentu ketika kuasa iblis menguasai tak ada kuasa untuk lolos. Maka, perkuat imanmu jika ingin menjaga Takhta mu yang berharga itu.

4. Bacalah Alkitab

Hal terakhir yang perlu dilakukan oleh Wanita adalah membaca Alkitab dan berdoa dari rumah sebelum dan sesudah beraktivitas. Bukan hanya pergi ketempat peribadatan untuk memamerkan diri supaya menebak-nebak dalam hati siapa yang sedang melirik saya.

Sebagai referensi dari beberapa hal yang perlu dilakukan oleh Wanita diatas adalah BACA: Yehezkiel 16:15-63

Kesimpulan

Berpacaran boleh saja, tetapi jangan sampai turbuai kedalam kenikmatannya. Kebanyakan wanita mengalami penyesalan karena salah memilih jalan dengan cara menjual Takhta Sucinya.

Untuk kalian wanita, berpacaranlah dengan baik. Jangan karena takut kehilangan dia yang belum tentu akan menjadi suamimu, kamu harus menyerahkan atau menjual  Tahta Suci yang Tuhan ciptakan itu dengan cuma-cuma, itu salah.

Berilah tahtamu kepada orang yang benar saja (suami) jika kelak sudah miliki suami yang sah. Maka, setialah dan hidup bahagialah jangan harap lebih, cukupi satu itu.

Pada zaman orang tua kami untuk mau menikah/kawin, mereka harus dewasa dalam segala hal. Seperti dewasa pemikiran, dewasa fisik, dewasa jiwanya. Tetapi sebaliknya, kebanyakan perempuan yang sekarang lebih suka kehilangan Tahta Sucinya di usia muda dari pada kehilangan Pacarnya.

Tuhan menciptakan kamu para kaum Hawa untuk mendampingi kaum Adam, agar  beranak cucu penuhi muka bumi ini bukan penuhi dosa dan memuaskan nafsunya sesaat saja dan hal itu dilakukan berulang-ulang dengan berbeda Jantan, ini yang salah.

Renungkanlah !!!

Penulis: Jhon M Keiya

Paniai, 28 Mei 2023

Penulis adalah Mantan Jurnalis di Media SUARA UTAMA.ID yang pernah menduduki jabatan Kepala Wilayah Provinsi Papua Tengah (Kaperwil), asal dari Paniai, Kampung Muyetadi.

Berita Terkait

Pemerintah Nagari Sikabau Laksanakan Musyawarah RKP Nagari Tahun 2025, DU RKP 2026 Dan Rembug Stunting
Pendidikan Profesi Guru dalam Jebakan Kurikulum Pendidikan Indonesia
Antusias Pengunjung Hotel Grand Verona Naik Jelang Iduladha
Perjuangan Pendamping Proses Produk Halal (P3H): Tantangan dan Kontribusi dalam Mendukung Industri Halal di Indonesia
Alami Luka Serius Petambak Bumi Dipasena Lampung Selamat dari Terkaman Buaya Saat Mencari Ikan
Warga Patani Barat Keluhkan Ruas Jalan Yang Rusak dan Tergenang Air
Hari Ketiga Nias Pro 2024 : Peselancar Wanita Asal Australia Dominasi Kategori, Singkirkan Peselancar Lokal
Terkait Isu Kecurangan Distribusi LPG 3 Kg di Beberapa Pangkalan, Ini Kata Dirut PT. Putra Siarang
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 17:14 WIB

Pemerintah Nagari Sikabau Laksanakan Musyawarah RKP Nagari Tahun 2025, DU RKP 2026 Dan Rembug Stunting

Rabu, 12 Juni 2024 - 08:07 WIB

Pendidikan Profesi Guru dalam Jebakan Kurikulum Pendidikan Indonesia

Rabu, 12 Juni 2024 - 07:29 WIB

Antusias Pengunjung Hotel Grand Verona Naik Jelang Iduladha

Rabu, 12 Juni 2024 - 06:58 WIB

Perjuangan Pendamping Proses Produk Halal (P3H): Tantangan dan Kontribusi dalam Mendukung Industri Halal di Indonesia

Selasa, 11 Juni 2024 - 22:37 WIB

Alami Luka Serius Petambak Bumi Dipasena Lampung Selamat dari Terkaman Buaya Saat Mencari Ikan

Selasa, 11 Juni 2024 - 18:34 WIB

Hari Ketiga Nias Pro 2024 : Peselancar Wanita Asal Australia Dominasi Kategori, Singkirkan Peselancar Lokal

Selasa, 11 Juni 2024 - 16:32 WIB

Terkait Isu Kecurangan Distribusi LPG 3 Kg di Beberapa Pangkalan, Ini Kata Dirut PT. Putra Siarang

Selasa, 11 Juni 2024 - 15:16 WIB

13 Tahun “Mangkrak” Jadi Temuan BPK, GOR Asahan Sudah habiskan Rp.16,2 Milyar

Berita Terbaru

Berita Utama

Antusias Pengunjung Hotel Grand Verona Naik Jelang Iduladha

Rabu, 12 Jun 2024 - 07:29 WIB