Kehadiran Polres dan Kodim, Intelek Dogiyai: Rakyat Jangan Jual Tanah

- Wartawan

Jumat, 20 Mei 2022 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Intelektual Dogiyai Musa Boma/Suara Utama ID.

Foto: Intelektual Dogiyai Musa Boma/Suara Utama ID.

SUARA UTAMA, DOGIYAI Kali ini intelektual Dogiyai menegaskan kepada rakyat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh adat di kabupaten Dogiyai jangan sekali-kali jual tanah kepada non-OAP atau TNI dan Polri.

Foto: Pamflet poster kesempatan bergabung menjadi Penulis dan Jurnalis di Media Suara Utama ID/Mas Andre Hariyanto
Foto: Pamflet poster kesempatan bergabung menjadi Penulis dan Jurnalis di Media Suara Utama ID/Mas Andre Hariyanto

Hal tersebut ditegaskan oleh intelektual Dogiyai Musa Boma kepada reporter Suara Utama ID, Jum’at (20/05/2022). Menurut Musa, kekayaan alam milik rakyat Dogiyai tersisa hanya tanah, air dan hutan atas eksploitasi negara besar-besaran di tanah Papua.

BACA LAGI: SRP Dogiyai Pertanyakan Kasus Kebakaran di Dogiyai, Siapa Dalangnya?

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Kehadiran Polres dan Kodim, Intelek Dogiyai: Rakyat Jangan Jual Tanah Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sehingga saya meminta agar rakyat jangan jual tanah. Apabila kita jual tanah kepada pihak kepolisian, maka mereka beli dan otomatis bangun Polres dan Kodim di kabupaten Dogiyai,” demikian ujar Musa Boma kepada reporter Suara Utama ID, Jum’at (20/05/2022) lewat telepon selelur.

Dirinya meminta rakyat agar bangun kesadaran dalam hal jual tanah terhadap pendatang atau non-OAP yang nampung di kabupaten Dogiyai.

BACA LAGI: PRP Menyerukan Bulan Mei Berlawan, Menolak Tunduk!

“Jika kita tidak jual tanah, Polres dan Kodim yang diinstruksi Kapolda Papua Mathius Fakhiri tidak terbangun,” ujar Musa yakin.

Foto: Poster Pamflet Kelas Jurnalistik Official 1 bulan pelatihan menulis pada 15 Juni - 15 Juli 2022/Suara Utama ID
Foto: Poster Pamflet Kelas Jurnalistik Official 1 bulan pelatihan menulis pada 15 Juni – 15 Juli 2022/Suara Utama ID

Beliau juga menuturkan, rencana Kapolda Papua hadirkan Polres dan Kodim di Dogiyai itu merupakan instruksi negara tanpa timbang aspirasi penolakan rakyat Dogiyai.

BACA LAGI: Massa Aksi di Manokwari Dihadang Aparat Kepolisian: Tugas Polisi Mengayomi Rakyat

“Demokrasi bagi rakyat Dogiyai untuk mengajukan aspirasi dan menyampaikan pendapat di muka umum telah disegel oleh aparat kepolisian,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Jelang Hari Raya Aidul Fitri 1444 H, PIM Salurkan Santunan dan Parcel Lebaran Untuk Ratusan Anak Yatim
Foto: Poster Pamflet Kelas Jurnalistik Official 1 bulan pelatihan menulis pada 15 Juni - 15 Juli 2022/Suara Utama ID
Foto: Poster Pamflet Kelas Jurnalistik Official 1 bulan pelatihan menulis pada 15 Juni – 15 Juli 2022/Suara Utama ID

Kata dia, tiap aksi demo rakyat Papua nyalar ditangkap dan dipukul belur. Sehingga Musa menanyakan tujuan kehadiran Polres dan Kodim di Dogiyai miris mau tangkap rakyat Dogiyai lagi?

BACA LAGI: Yafet Boma: Hidup Sekali, Mati Sekali Berjuang Sampai Papua Bebas

“Kehadiran mayoritas TNI dan Porli di kabupaten Dogiyai menunjukan sikap senonoh. Mereka tidak menjalankan sesuai amanah institusi untuk melayani, melindungi, mengayomi dan mengawasi malah mereka letuskan konflik di daerah tertentu,” ungkapnya.

Kapolda Papua menuturkan pejabat publik di Dogiyai jangan main politik praktis. Menanggapi pernyataan itu, Musa Boma menyatakan selayaknya rakyat turun aksi demo.

“Kata Kapolda Papua demikian maka aksi rakyat pantas dilakukan, lebih baik kita bicara secara intelek saja esensinya,” ujar Boma.

BACA LAGI: Motor CBR Terbakar, LBH Papua: Perbuatan Orang Terlatih Berniat Buruk

Menurut Musa, kehadiran Polres dan Kodim bahkan daerah otonomi baru di Papua tidak ada manfaat sedikit pun bagi rakyat Papua.

“Untuk itu, saya menanyakan kepada Kapolda Papua bahwa Polres dan Kodim itu untuk siapa, sebab rakyat Dogiyai menolak?,” ungkap Musa.

BACA LAGI: Hari Aneksasi 1 Mei 1963, KNPB: Siapa Musuh Rakyat Papua Sebenarnya?

Salah satu tokoh pemuda Melianus Uni menyatakan bahwa Polres, Kodim dan DOB merupakan mesin pembunuh manusia Papua lebih khusus rakyat Dogiyai yang sisa dari tersisa.

“Kami pemuda Dogiyai menolak kehadiran Polres dan Kodim bahkan tidak dikasih tanah untuk dibangun,” katanya.

Berita Terkait

PNU WERE Sebut BPBD Halteng Tidak Serius Tangani Bencana Banjir, Bayi dan Warga Tiga Hari Belum Dievakuasi
Kasus Jasad Wanita Dalam Karung”Polisi Periksa 19 Saksi Di Lampung Timur.
Bersumber Dari DAK Fisik Pendidikan 2024, SD Negeri Karanggedang Sodong Hilir Dapat Revitalisasi!!!
Dimasa Menjelang Pilkada Serentak 2024, Bupati Tasikmalaya Rubah Nama RSUD SMC Menjadi RSUD KHZ Musthafa Setelah 13 Tahun Berdiri!!!
Reformulasi Pelatihan Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Tandatangani MoU
Parkir Liar di Purbalingga Semakin Merajalela
Ditahun 2024, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Kembali Mendapat DAK Fisik Senilai 71,8 Miliar Untuk Tiga Sub Bidang, Berikut Rinciannya!!!
LSM PETA Laporkan Dugaan Korupsi PSU DPD RI di Pesisir Selatan ke Kejari
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 00:55 WIB

PNU WERE Sebut BPBD Halteng Tidak Serius Tangani Bencana Banjir, Bayi dan Warga Tiga Hari Belum Dievakuasi

Selasa, 23 Juli 2024 - 22:50 WIB

Kasus Jasad Wanita Dalam Karung”Polisi Periksa 19 Saksi Di Lampung Timur.

Selasa, 23 Juli 2024 - 17:33 WIB

Bersumber Dari DAK Fisik Pendidikan 2024, SD Negeri Karanggedang Sodong Hilir Dapat Revitalisasi!!!

Selasa, 23 Juli 2024 - 13:02 WIB

Dimasa Menjelang Pilkada Serentak 2024, Bupati Tasikmalaya Rubah Nama RSUD SMC Menjadi RSUD KHZ Musthafa Setelah 13 Tahun Berdiri!!!

Selasa, 23 Juli 2024 - 11:54 WIB

Reformulasi Pelatihan Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Tandatangani MoU

Senin, 22 Juli 2024 - 18:44 WIB

Ditahun 2024, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Kembali Mendapat DAK Fisik Senilai 71,8 Miliar Untuk Tiga Sub Bidang, Berikut Rinciannya!!!

Senin, 22 Juli 2024 - 16:17 WIB

LSM PETA Laporkan Dugaan Korupsi PSU DPD RI di Pesisir Selatan ke Kejari

Senin, 22 Juli 2024 - 15:37 WIB

Mahasiswi UMMI Ungkapkan Aspek Penting Pertumbuhan dan Perkembangan Siswa PAUD Usia 4 Tahun

Berita Terbaru

MOU Lazismu dan Kemenag

Berita Utama

Reformulasi Pelatihan Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Tandatangani MoU

Selasa, 23 Jul 2024 - 11:54 WIB