John Gobay: Dampak tailing meluas keluar wilayah kontrak karya Freeport

Ketua Kelompok Khusus (Poksus) Papua, John Gobay, saat memberikan keterangan kepada wartawan suara utama.id

- Publisher

Jumat, 25 November 2022 - 20:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

💰 Ayo Dukung Keberlanjutan Media & Jurnalisme
+ Berpartisipasi

SUARA UTAMA JAYAPURA – Ketua Poksus Papua, John Gobay, mengatakan dampak dari tailing PT Freeport Indonesia telah meluas keluar wilayah kontrak karya dan berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar area pertambangan.

“Sejak 10 tahun terakhir ini, imbas dari pembuangan sisa limbah PT Freeport Indonesia sedang berdampak langsung kehidupan masyarakat Sempan Timur, Agimuga, dan Jita,” Katanya, Jumat (25/11/2022).

Gobay mengatakan dampak dari tailing sudah melewati batas wilayah kontak kerja PT Freeport bagian wilayah Sempan Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Oleh sebab itu, saat ini yang perlu didorong supaya dibicarakan kembali dengan PT Freepot Indonesia terkait dampak yang terjadi di masyarakat dan meluasnya tailing PT Freeport Indonesia itu,” Katanya.

BACA JUGA :  Polemik Video Gudang Beras, KWIP Merangin Ingatkan Pimpinan Bulog agar Menghargai Kerja Jurnalistik

Gobay mengatakan dari fakta masyarakat yang terdampak tailing PT Freeport Indonesia, tiga desa di wilayah gunung dan lima desa di wilayah pantai tidak berdampak bagi masyarakat. Padahal menurut informasi yang didapatkan bahwa dana kompensasi untuk masyarakat itu dikelola oleh Yayasan Wartsing dan Yayasan Yluamako sejak tahun 2001.

“Kami akui bahwa kompensasinya setiap tahun dibayar oleh PT Freeport Indonesia melalui yayasan sebagai ganti rugi selama perusahaan beroperasi. Kami menilai hal ini ada kaitan erat dengan hasil gugatan arbitrase oleh Bapak Tom Beanal dulu, dan menurut mereka ini tidak ada masalah,” Katanya.

BACA JUGA :  Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi Jenazah ABK KM Mayangsari II yang Meninggal Dunia di Perairan Masalembo

Lanjut Gobay, bahwa salah satu poin penting yang diperoleh dari masyarakat adalah dampak tailing sudah melewati batas area kontrak kerja PTFI.

“Selama ini banyak orang tidak tahu kalau tailing melewati batas wilayah AMDAL. Sisa tailing sudah masuk di muara sungai Omouga, Inauga, bahkan sampai di Kampung Otya yang sering disebut Otakwa, masyarakat Sempan Timur [Mimika Timur Jauh], Agimuga, dan Jita tapi juga arah Mimika Barat,” Katanya.

BACA JUGA :  Sorotan Tajam! Juhendri Disorot Usai Hadiri Pengukuhan PKB Berseragam PNS

Gobay mengatakan pada zaman Belanda, kemudian berganti ke Jepang, wilayah Kokonao dalam sekali airnya, jernih biru, sampai kapal-kapal dari luar negri semua masuk di pelabuhn Atapo Kokonao. Tapi dengan adanya PT Freeport Indonesia sekarang sungai itu sudah sangat dangkal.

“Pendangkalan, itu artinya, limbah terhormat ada jalan dibawa pasir, dan pasir didongkrak oleh limbah itu ke atas, maka terjadilah pendangkalan sungai. Oleh sebab itu, saya harap Freeport dan pemerintah terbuka dan mau mencari solusi,” Katanya. (*)

Berita Terkait

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot
Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak
Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama
DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup
Bapelkum Bitung Goes to Campus, Bangun Generasi Sadar Hukum di Tengah Berlakunya KUHP Nasional
Wali Kota Pangkal Pinang Tekankan Pentingnya Semangat Gotong Royong dan Jaga Kelestarian Lingkungan di Kecamatan Gerunggang
BREAKING NEWS: Dugaan Pencurian Buah Sawit Gegerkan Warga Koto Baru, Tabir Lintas
Tingkatkan Literasi Warga Binaan, Lapas Bangko Gandeng PKBM ADS Tunas Mulia
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Diduga Dikelola Wandri, PETI Excavator di Sungai Ulak Merangin Disorot

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Diduga Milik Sukro, Aktivitas PETI di Mentawak Dikeluhkan Warga, Polres Merangin Diminta Bertindak

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Ketua Dewan Pakar SUARA UTAMA Kolonel (Purn) Oktovianus Karundeng Berdiskusi dengan Staf Khusus Menteri Agama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:49 WIB

DPRD dan Pemprov Babel Dorong Raperda Kelautan hingga Lingkungan Hidup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Wali Kota Pangkal Pinang Tekankan Pentingnya Semangat Gotong Royong dan Jaga Kelestarian Lingkungan di Kecamatan Gerunggang

Berita Terbaru

Chat via WhatsApp