JDRP2 Selpius Bobi, Nubuatan Pdt. Kejne adalah Roh Sekaligus Visi Tuhan untuk Masa Depan Papua

- Jurnalis

Selasa, 25 Oktober 2022 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JDRP2 Selpius Bobi, Nubuatan Pdt. Kejne adalah Roh Sekaligus Visi Tuhan untuk Masa Depan Papua. Foto: Wartawan Suara Utama (Mas Andre Hariyanto)

JDRP2 Selpius Bobi, Nubuatan Pdt. Kejne adalah Roh Sekaligus Visi Tuhan untuk Masa Depan Papua. Foto: Wartawan Suara Utama (Mas Andre Hariyanto)

SUARA UTAMA, JAYAPURA –  Pada 25 Oktober 2022, hari dimana Pdt. I. S. Kejne meletakan Batu Peradaban Papua di Automeri – Wasior – Wondama, 25 Oktober 1925, 97 tahun yg silam.

BACA JUGA : Filosofi Dou Gai Ekowai Suku Mee Papua Tengah

Ketika meletakan batu peradaban saat itu, Pdt. Kejne menubuatkan,”Di atas batu ini saya meletakkan Peradaban orang Papua. Sekalipun orang yang berkepandaian tinggi, akal budi dan marifat, tetapi tidak dapat membangun negeri ini. Bangsa ini akan bangkit untuk membangun dirinya sendiri”.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 JDRP2 Selpius Bobi, Nubuatan Pdt. Kejne adalah Roh Sekaligus Visi Tuhan untuk Masa Depan Papua Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto: Program Kelas Pelatihan/AR Learning Center adalah Pusat Pembelajaran, Pendidikan dan Pengkaderan. Lembaga AR Learning Center/Suara Utama-081232729720/Suara Utama ID
Foto: Program Kelas Pelatihan/AR Learning Center adalah Pusat Pembelajaran, Pendidikan dan Pengkaderan. Lembaga AR Learning Center/Suara Utama-081232729720/Suara Utama ID

Nubuatan Pdt. I. S. Kejne sungguh terbukti bahwa sudah tiga bangsa menduduki Tanah Papua (Belanda, Jepang dan terakhir Indonesia) untuk membangun Peradaban Orang Papua, tetapi gagal total. Pada waktu-Nya Negara Indonesia juga akan segera angkat kaki dari Tanah Papua atas pertolongan Tuhan.

Foto: Dok. Mas Andre Hariyanto. Pamflet Poster/Redaksi Suara Utama Kembali Membuka Kesempatan Bergabung Menjadi Kaperwil, Kabiro, Koresponden, Jurnalis/Suara Utama
Foto: Dok. Mas Andre Hariyanto. Pamflet Poster/Redaksi Suara Utama Kembali Membuka Kesempatan Bergabung Menjadi Kaperwil, Kabiro, Koresponden, Jurnalis/Suara Utama

Hal di katakan Selpius Bobii Koordinator Jaringan Doa Rekonsilasi untuk Pemulihan Papua (JDRP2)dalam rangka memperingati Hari Peradaban Bangsa Papua yang ke 97 katanya kepada Suara Utama melalui layanan WhatsApp , Selasa (25/10/2022).

BACA JUGA : Redaksi Suara Utama Ajak Masyarakat Bergabung Menjadi Kaperwil Kabiro Koresponden dan Jurnalis Anti Hoax

Untuk mewujudkan nubuatan Pdt Kejne, kata Bobi, “kembali kepada orang papua, apakah kita terus tunduk ditindas, ataukah bangkit di dalam Tuhan menuju Papua Baru untuk membangun Peradaban Bangsa Papua,” tuturnya.

BACA :  Dies Natalis STKIP PGRI Lumajang Jawa Timur

Bagi Bobi Nubuatan Pdt. Kejne adalah roh yang memberi semangat dan harapan kepada bangsa Papua untuk meraih nubuatannya.

“Bangsa Papua harus merubah pola pandang yang selama ini mengharapkan sesuatu dari dunia barat. Orang Papua harus merubah karakter budak. Harus ada langkah langkah kongkrit untuk mewujudkan revolusi mental (revolusi karakter) dan revolusi Iman,” ajaknya.

Bobi mengatakan selama ini orang Papua seakan tidak punya harga diri dan martabat sehingga dengan mudah diadu domba dan dikendalikan.

“Kita bangsa Papua bukan bangsa yang mudah diombang ambingkan oleh arus kelicikan dan kemunafikan Negara Indonesia dan para sekutunya. Kita bangsa Papua punya martabat, punya harga diri sama seperti bangsa bangsa merdeka lain di dunia,” tegasnya.

Selama ini orang Papua bermental budak. Tunduk kepada bosnya, tunduk kepada majikannya yaitu Negara Indonesia. Tidak berkarakter, sehingga gampang diadu domba, gampang dikendalikan, gampang terhipnotis, gampang dibeli, gampang dimainkan, gampang ditipu, gampang ikut arus, dan lainnya,”ujarnya.

Bobi mengatakan hari ini Jakarta sedang mengendalikan para birokrat pemerintahan dan swasta di tanah Papua, sehingga banyak program jahat dari Jakarta berhasil di tanah Papua untuk membumi hanguskan Tanah dan bangsa Papua.

“Bangsa Papua bukan bangsa budak. Begitulah kata Pdt Yoman. Artinya keluarkan NKRI dari tanah leluhur kita yang memenjara kita selama ini adalah tugas kita bersama untuk berani menyatakan TIDAK untuk penjajahan, dan YA untuk perubahan total atau revolusi total menuju Papua Baru yaitu Tanah Suci Papua,”tuturnya.

Bobi mengatakan tak ada masa depan bagi orang dalam bingkai NKRI. Masa depan depan orang Papua ada dalam ketetapan Allah.

“Mari kita sadar akan hal hal ini. Mental kita yang mengharapkan sesuatu dari orang lain, lebih khusus dari dunia barat, harus dirubah. Arah pandang kita kepada dunia harus dirubah. Mari arahkan pandangan kita kepada diri kita dan kepada Tuhan sang Pencipta,” ajaknya.

Bobi mengatakan nubuatan Pdt. Kejne ini adalah visi Tuhan untuk masa depan Papua dan nubuatannya benar-benar sedang terbukti.

“Yang pertama, walaupun Belanda menduduki Tanah Papua, tetapi pada tanggal 1 Oktober 1962, Belanda angkat kaki dari Tanah Papua karena Negara Indonesia di bawah bayang-bayang Amerika Serikat menganeksasi Tanah dan bangsa Papua melalui traktat perjanjian New York, 15 Agustus 1962,” katanya.

BACA :  Pencuri Coreng Kampung Kebangsaan Polres Asahan

Yang kedua, bangsa Jepang pernah menduduki Tanah Papua dari tahun 1942 ketika Perang Dunia II pecah. Tetapi Jepang angkat kaki dari Tanah Papua diusir oleh Sekutu (Belanda, Amerika Serikat, Australia dan Inggris) pada bulan April 1944.

Dan yang Ketiga, Melalui badan PBB (UNTEA), bangsa Papua diserahkan kepada Indonesia pada 1 Mei 1963. Sudah genap 59 tahun Negara Indonesia menduduki Tanah Papua. Sudah terbukti Negara Indonesia tidak mampu membangun Peradaban Orang Papua,”katanya.

BACA :  Ketum DPP LDII : Kurban untuk Gerakkan Ekonomi, Sejahterakan Peternak, hingga Cegah Stunting

Bobi juga mengatakan Pembangunan yang ditonjolkan oleh Negara Indonesia di Tanah Papua selama ini adalah pembangunan Pemusnahan Etnis Papua dan penguasaan serta penghancuran Tanah Air Papua.

“Yang dibangun oleh Negara Indonesia selama ini adalah pembangunan bias pendatang. Dalam era OTSUS dari tahun 2001 hingga 2022 tidak ada perubahan signifikan untuk membangun Peradaban orang Papua. Negara Indonesia sudah gagal total memberdayakan orang asli Papua,”jelasnya.

Bobi juga menambahkan bahwa nubuatan Pdt Kejne akan terjadi maka dari itu dirinya mengajak kepada orang papua untuk terus memuji dan menyembah Tuhan sesuai talenta dan karunia yang dimiliki dan orang papua harus bersatu didalam kehendak Tuhan

“Dengan kekuatan talenta dan karunia yang kita miliki, mari kita bangkit dan bergerak dengan jalan damai, membangun gerakan ahimza yaitu doa puasa, pujian dan penyembahan. Dan bertobat dari dosa, berdamai dengan siapapun, dan bersatu di dalam kehendak Tuhan), sambil memandang ke atas – kepada Tuhan pemilik mutlak atas manusia dan alam semesta Papua yang sanggup memberi kelepasan, kehidupan dan keselamatan,”ajak bobi

Seperti ada tertulis, “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi(Mazmur 121:1-2 (TB). Bagi Tuhan tak ada yang mustahil”. “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita,”tandasnya.

Berita Terkait

Kanit Intelkam Polda Babel Raih Predikat Hukum dan Mediator di AR Learning Center
Liburan ke Jatim Park 3, Nginepnya Wajib di Villa Kawan Jaya Junrejo Batu
7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri
Puncak Arus Balik 39 Ribu Lebih Kendaraan Kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera
6 Tantangan Jurnalis dalam Mempertahankan Integritas dan Kebenaran
Hari H Plus Empat Aidul Fitri 1445 H, Ribuan Warga Sesaki Wahana Pemandian Panjupian
Ketua DAP Wilayah III Domberay Tegaskan Ada Proteksi Kependudukan
Pasutri ini Nekad Bermotor dari Kalimantan Utara ke Tulang Bawang Lampung Setelah 4 Tahun Tak Mudik
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 21:45 WIB

Kanit Intelkam Polda Babel Raih Predikat Hukum dan Mediator di AR Learning Center

Senin, 15 April 2024 - 22:08 WIB

Liburan ke Jatim Park 3, Nginepnya Wajib di Villa Kawan Jaya Junrejo Batu

Senin, 15 April 2024 - 20:46 WIB

7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri

Senin, 15 April 2024 - 14:45 WIB

Puncak Arus Balik 39 Ribu Lebih Kendaraan Kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera

Senin, 15 April 2024 - 06:14 WIB

6 Tantangan Jurnalis dalam Mempertahankan Integritas dan Kebenaran

Sabtu, 13 April 2024 - 20:43 WIB

Ketua DAP Wilayah III Domberay Tegaskan Ada Proteksi Kependudukan

Sabtu, 13 April 2024 - 13:45 WIB

Pasutri ini Nekad Bermotor dari Kalimantan Utara ke Tulang Bawang Lampung Setelah 4 Tahun Tak Mudik

Jumat, 12 April 2024 - 16:24 WIB

Arus Balik Pemudik Mulai Padati Bakauheni Lampung

Berita Terbaru

Illustrasi Stress dan Relax  .Foto:pixabay.com/id/illustrations/search/stress

Artikel

7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri

Senin, 15 Apr 2024 - 20:46 WIB