Halal Bi Halal Milenial

- Jurnalis

Senin, 24 April 2023 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA. Selamat hari raya idul fitri…..Mohon maaf lahir dan batin ya……. kalimat  inti yang tertulis dan terucapkan dalam berbagai media sosial. Tidak perlu bertatap muka, tidak perlu merasakan keseriusan sebuah kalimat “maaf” dengan gestur tubuh. Jadilah silaturrahmi  dan sudah dianggap mewakili untuk sebuah kesalahan.

Salah satu tradisi sakral saat hari Lebaran yaitu bermaaf-maafan satu sama lain. Biasanya, yang berusia muda akan melakukan “sungkem”  dengan orang yang lebih tua. Momen ini tentu saja sebagai wujud membersihkan hati dan mensucikan diri dari segala kesalahan, sengaja maupun tak sengaja. Tradisi sungkem merupakan akulturasi dari budaya Jawa dengan agama Islam yang ada sejak zaman  Pangeran Sambernyawa (Mangkunegara I). Pangeran Sambernyawa mengadakan pertemuan antara raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana. Tradisi ini kemudian dikenal dengan “halal bi halal” yang (sekaarng) biasa dilakukan oleh lembaga, kelompok, atau keluarga.

Pada era generasi mileneal (Y),  generasi smart phone ( Z) dan kemudian  generasi robotik (Alpha) terjadi akulturisasi silaturrahmi “Halal bi halal” yang  berebeda. Manusia seakan di setir oleh mesin smart dan tergantung oleh mesin smart. Kecerdasan manusia berdasan penilain mesin, uang kartel  berubah menjadi uang virtual (e-wallet dsb), berjualan dan berdagang sudah tidak memerlukan tempat/area,  Penilain terhadap sesama berdasarkan pendapat umum dimedsos dan untuk meminta maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan cukup lewat medsos…. bagaimana menurut anda ? sudah cukupkah…?

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Halal Bi Halal Milenial Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Hadits Riwayat  Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu majah dan Ahmad, Rasulullah bersabda ; “Tidaklah dua orang muslin saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni dosa-dosa mereka berdua sebelum mereka berpisah.” Dalam riwayat lainnya juga disebutkan “Apabila seorang muslim bertemu dengan saudaranya sesama muslim, lalu ia menjabat tangannya, maka akan berguguranlah dosa-dosa keduanya sebagaimana bergugurannya dedaunan dari pepohonan yang kering, di hari angin bertiup sangat kencang. Jika pun tidak maka akan diampuni dosa-dosa keduanya meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR: Thabrani).

BACA JUGA :  Pentingnya Peran Anak Muda Dalam Memakmurkan Masjid

إِنَّ الْـمُؤْمِنَ إِذَا لَقِيَ الْـمُؤْمِنَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ، وَأَخَذَ بِيَدِهِ فَصَافَحَهُ، تَنَاثَرَتْ خَطَايَاهُمَا كَمَا يَتَنَاثَرُ وَرَقُ الشَّجَرِ

“Sesungguhnya seorang mukmin apabila bertemu dengan mukmin yang lain, lalu ia mengucapkan salam dan mengambil tangannya untuk menjabatnya, maka akan berguguran kesalahan-kesalahan keduanya sebagaimana bergugurannya daun-daun pepohonan.” (HR. Al-Mundziri dalam At-Targhib 3/270, Al-Haitsami dalam Al-Majma’ 8/36, lihat Ash-Shahihah no. 526)

Gretchen Rubin, seorang pakar psikologi kebahagian mengatakan, bahwa bersalaman saat kita baru berjumpa atau berpisah dengan orang lain bisa mempererat hubungan dan merupakan cara efektif untuk membuat kita menyadari akan kedatangan atau perginya seseorang. Kebiasaan ini bisa menciptakan koneksi dan pengakuan, serta meningkatkan kebahagiaan dalam hubungan, baik itu dengan anggota keluarga, pasangan, maupun teman.

Berjabat tangan dalam ilmu psikologi dilihat dari cara dan gaya berjabat tangan merupakan ungkapan perasaan seseorang; adakah ketulusan, adakah keseriusan dan sebaliknya masihkah  dia marah, sedih, ngambek dan seterusnya ?. Maka sebaiknya Halal bi halal dilakukan dengan tatap muka dan berjumpa muka. Kecuali ada hal-hal yang tertentu seperti faktor kesehatan, faktor tempat yang jauh dan sebagainya. Mari lakukan halal bi halal dengan ketulusan hati.. sungkem lahir batin… pada orang tua, para guru/dosen dan para  saudara-saudara kita (sekandung, se agama/seiman, se negara dan sesama manusia) agar kita betl-betul menjadi minal aidin wal faizin….. wallahu a’lam bishawab

Berita Terkait

Dosen Perbankan Syariah Universitas Ibnu Chaldun Hadiri BSI International Expo 2024
Qurban dan Makna Keikhlasan di Universitas Ibnu Chaldun
Masail Fiqhiyah Kontemporer Berkaitan Kurban 1445 H
Hari Jadi ke-1145, Pemkot Kediri Gelar Khotmil Quran dan Doa Bersama Antar Umat Beragama
Kepengasuhan Orangtua kepada Anak adalah Nomor 1 dari Pendidikan Sekolah
Surat balasan kepada Santri
Seorang Pejuang Harus Percaya Diri, Jangan  Pernah Ada Kata Tidak Pede
Yuk Mendoakan Kebaikan Saudara Kita, Bukan Mencaci Maki Saat Bersalah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 18:02 WIB

Dosen Perbankan Syariah Universitas Ibnu Chaldun Hadiri BSI International Expo 2024

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:26 WIB

Qurban dan Makna Keikhlasan di Universitas Ibnu Chaldun

Minggu, 16 Juni 2024 - 14:51 WIB

Masail Fiqhiyah Kontemporer Berkaitan Kurban 1445 H

Kamis, 13 Juni 2024 - 09:43 WIB

Hari Jadi ke-1145, Pemkot Kediri Gelar Khotmil Quran dan Doa Bersama Antar Umat Beragama

Jumat, 7 Juni 2024 - 20:04 WIB

Kepengasuhan Orangtua kepada Anak adalah Nomor 1 dari Pendidikan Sekolah

Jumat, 7 Juni 2024 - 06:37 WIB

Surat balasan kepada Santri

Kamis, 6 Juni 2024 - 16:34 WIB

Seorang Pejuang Harus Percaya Diri, Jangan  Pernah Ada Kata Tidak Pede

Rabu, 5 Juni 2024 - 20:46 WIB

Yuk Mendoakan Kebaikan Saudara Kita, Bukan Mencaci Maki Saat Bersalah

Berita Terbaru

Ilustrasi: Dampak Medsos Terhadap Hubungan Keluarga: Gambar AI (Suara Utama.id)

Artikel

Pengaruh Media Sosial terhadap Hubungan Keluarga

Sabtu, 22 Jun 2024 - 07:20 WIB