Esensi Evaluasi Dalam Filsafat Pendidikan 1slam

- Jurnalis

Minggu, 19 Maret 2023 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto :Penulis Esensi Filsafat Pendidikan Islam di Perpustakaan IAIDU Asahan

Foto :Penulis Esensi Filsafat Pendidikan Islam di Perpustakaan IAIDU Asahan

Esensi Evaluasi Dalam Filsafat Pendidikan Islam

 

Elita Sari Tanjung, Annisa Nabilah, Muhammad Abdul Rozak, Putri Kurniati, Suhardi

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Esensi Evaluasi Dalam Filsafat Pendidikan 1slam Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendidikan Agama Islam, FITK,  IAIDU Asahan Kisaran

 

Pendahuluan

Menurut Ahmad Tafsir Evaluasi adalah tindakan yang dilakukan untuk mengetahui hasil pengajaran pada khususnya, hasil pendidikan pada umumnya. Jadi, evaluasi itu dapat diberlakukan pada bidang yang amat luas, arti umum tersebut ialah penilaian. (Ahmad Tafsir,,2007:198).

Sedangkan menurut Darwin Syah Penilaian atau evaluasi merupakan tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai mengenai sesuatu.Terdapat perbedaan antara penilaian dengan pengukuran,pengukuran lebih bersifat kuantitatif. (Darwin Syah,2007:198).

Permasalahan-permasalahan evaluasi dapat di tinjau dari beberapa sisi yaitu yang pertama sisi dari guru,orang tua dan lembaga.Jika kita tinjau dari guru banyak sekali guru yang menaikkan nilai rapot hasil belajar siswa dengan tujuan agar siswanya dapat tuntas semua dalam mencapai nilai kkm,sehingga nilai yang di terima bukan nilai asli dari hasil belajar siswa tersebut.Setelah itu guru tidak melakukan perubahan cara menampaikan materi kepada siswanya,padahal dari hasil belajar siswa telah terlihat bahwa tingkat pemahaman dan penangkapan materi sangat rendah.Lalu di tinjau dari segi orang tua,kebanyakan orang tua menerima saja program-program yang di sampaikan oleh pihak sekolah tanpa mengetahui bagaimana pelaksanaan dari program-program yang di sampaikan dan terakhir adalah di tinjau dari sisi lembaga-lembaga pendidikan tidak melakukan perbaharuan program yang akan datang padahal sudah di ketahui bahwa program sebelumnya tidak mencapai hasil maksimal.

Sebaiknya kita sebagai tenaga pendidik dapat melakukan perubahan-perubahan baik dalam penyampaian materi dan pembaharuan program sehingga terciptanya ke ektivan di dalam pendidikan begitu  juga dengan orang tua sebaiknya para orang tua lebih memperhatikan lagi hasil-hasil belajar anaknya dan mengkonsultasikan kepada pendidik agar potensi anak yang sebelumnya tidak mencukupi,kembali meningkat maksimal.

 

Konsep Dasar Evaluasi Dalam Filsafat Pendidikan Islam

Dalam tatataran praktikal, istilah imtihan dan khataman merupakan tema yang selalu digunakan untuk menilai hasil akhir dari suatu aktivitas pendidikan atau pembelajaran yang telah dilalui peserta didik. Dalam praktik di berbagai lembaga pendidikan Islam, baik imtihan ataupun khataman, keduanya merupakan istilah teknis yang selalu digunakan untuk menyebutkan proses mengevaluasi hasil belajar peserta didik. Karena itu, kedua istilah tersebut sebenarnya belum dapat menggambarkan esensi evaluasi pendidikan dalam konteks Islam.Sebab,evaluasi pendidikan pada dasarnya bukan hanya menilai hasil belajar, tetapi juga proses-proses yang di lalui pendidik dan peserta didik dalam keseluruhan setting pembelajaran.(Al Rasyidin,2008:183-184). sedangkan Menurut bahasa evaluasi berasal dari bahasa Inggris,“evaluation”, yang berarti penilaian atau penaksiran.Sedangkan menurut pengertian istilah evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan intrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur memperoleh kesimpulan. (Suhendri,2018:31)

Proses evaluasi dalam pendidikan Islam secara esensial berlaku bagi setiap muslim. Demikian halnya dengan peserta didik yang sadar dan baik, adalah mereka ya sering mengevaluasi diri sendiri, baik mengenai kelebihan yang hendaknya dipertahankan maupun kekurangan dan kelemahan yang perlu dibenahi karena evaluasi diri sendiri hendakaya dilakukan secara objektif. Bahkan dalam konteks evaluasi diri ini Umar Ibn Khattab pernah berkata Evaluasilah dirimu sebelum engkau dievaluasi orang lain hal ini mutlak diperlukan, sebab Allah senantiasa mengawasi dan mengevaluasi tindakan manusia. (M.Fairuzabady Al Baha’I,2017:169). sedangkan Pretest merupakan sebuah evaluasi yang diadakan untuk menguji konsep dan eksekusi yang direncanakan.(Hani Damayanti Aprilia,Aditya Wardhana,Frendly Albertus,Subroto,Yusan Badrianto,Muhamad Ekhsan,Rusliandy,Andy Sukrisno,Eka Susilawati,2021:123).

 

Tujuan Evaluasi Dalam Filsafat Pendidikan Islam

Pendidikan Islam secara rasional–filosofis adalah bertujuan untuk membentuk al insan al-kamil atau manusia paripurna.(Fitriani Rahayu,2019:109). Tujuan evaluasi pendidikan adalah untuk mengukur dan menilai apakah seluruh program dan aktivitas kependidikan yang dilaksanakan telah berhasil merealisasikan program dan aktivitas tersebut ke arah pencapaian matlamat pendidikan Islam, yaitu: 1) Mengembangkan potensi insaniyah peserta didik agar mereka memiliki kemampuan dalam mengarahkan dan membimbing – realisasiatauaktualisasi – diri dan masyarakatnya untuk melaksanakan tugas dan peran sebagai khalifah di muka bumi. 2) Mengembangkan potensi ilahiyah peserta didik agar mereka berkemampuan dalam membimbimbing dan mengarahkan mengenali dan realisasi – diri sebagai ‘abd yang tulus ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT.

Tujuan program evaluasi adalah mengetahui kadar pemahaman anak didik terhadap materi pelajaran, melatih keberanian dan mengajak anak didik untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan.Selain itu, program evaluasi bertujuan mengetahui siapa diantara anak didik yang cerdas dan yang lemah, sehingga naik tingkat, kelas maupun tamat. (Salminawati,2016:169)

Tujuan evaluasi pendidikan ialah untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan sampai di mana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler. (Umi Chotimah,2021:14). sedangkan Tujuan evaluasi untuk mendapatkan umpan balik dari pesertayang sangat membantu dalam memutuskan kebijakan mana yang akan diambiluntuk memperbaiki pelatihan tersebut..(Hani Damayanti Aprilia,Aditya Wardhana,Frendly Albertus,Subroto,Yusan Badrianto,Muhamad Ekhsan,Rusliandy,Andy Sukrisno,Eka Susilawati,2021:125).

Sementara itu,Mochtar Buchori sebagai mana yang di kutip Moh.Haitami Salim dan Erwin Mahrus mengemukakan bahwa tujuan khusus evaluasi pendidikan ada dua,yaitu: pertama,untuk mengetahui kemauan belajar peserta didik setelah ia menyadari pendidikan selama jangka waktu tertentu.kedua,untuk mengetahui tingkat efisiensi metode-metode pendidkan yang di gunakan selam jangka waktu tertentu.Jadi tujuan evaluasi dalam pendidikan islam adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana keberhasilah sebuah proses belajar mengejar dan untuk memperbaiki kekurangan yang ada supaya hasil selanjutnya menjadi lebih baik.(Syamsul Kurniawan,2015:187).

Jika dihubungkan dengan belajar, menurut Oemar Hamalik ada 6 tujuan evaluasi hasil belajar, di antaranya adalah :a) Memberikan informasi tentang kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajar melalui berbagai kegiatan belajar.b) Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk membina kegiatan-kegiatan belajar siswa lebih lanjut, baik keseluruhan kelas maupun masing-masing individu.c) Memberikan informasi yang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa, menetapkan kesulitan-kesulitannya dan menyarankan kegiatan-kegiatan remedial (perbaikan).d) Memberikan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mendorong motivasi belajar siswa dengan cara mengenal kemajuannya sendiri dan merangsangnya untuk melakukan upaya perbaikan.e) Memberikan informasi tentang semua aspek tingkah laku siswa, sehingga guru dapat membantu perkembangannya menjadi warga masyarakat dan pribadi yang berkualitas.f) Memberikan informasi yang tepat untuk membimbing siswa memilih.(A.Heris Hermawan,2009:329).

 

Fungsi Evaluasi Dalam Filsafat Pendidikan Islam

Secara filosofis fungsi evaluasi selain menilai dan mengukur juga memotivasi serta memacu peserta didik agar lebih bersungguh-sungguh dan sukses dalam kerangka pencapaian tujuan pendidikan Islam.(Suhendri,2018:36). Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan secara didaktik(khususnya evaluasi hasil belajar) akan dapat memberikan dorongan (motivasi) kepada mereka untuk dapat memperbaiki,meningkatkan dan mempertahankan prestasinya.(Elis Ratna Wulan,A.Rusdiana,2013:10). Fungsi evaluasi pendidikan bagi guru ialah:a) Mengetahui kemajuan belajar peserta didik.b) Mengetahui kedudukan masing-masing individu peserta didik dalam kelompoknya.c) Mengetahui kelemahan-kelemahan dalam cara belajar mengajar proses belajar mengajar.d) Memperbaiki proses belajar mengajar.e) Menentukan kelulusan peserta didik. (Syamsul Kurniawan,2015:188).

BACA JUGA :  Sedekah Laut "Nadran" Wilayah Pantura Cirebon Jawa Barat

Dalam perspektif evaluasi pendidikan islami,kualitas yang tercermin sebagai gabungan dari dimensi ‘ketundukan’vertikal dan dialektikal-horizontal tersebut merupakan tolak ukur untuk member markah terhadap kepribadian seorang peserta didik.Karenanya,dalam kaitan itu,idealnya  evaluasi pendidikan berfungsi sebagai instrument untuk menjamin kontinuitas pembentukan dan pengembangan kepribadian muslim menuju khalifah yang berkualitas dan hamba yang taqwa kepada Allah Swt.(Al Rasyidin,2008:186).

Adapun fungsi evaluasi, menurut Abudin Nata adalah:1) Mengetahui tercapai tidaknya tujuan.2) Memberi umpan balik bagi guru dalam melakukan proses pembelajaran.3) Untuk menentukan kemajuan belajar.4) Untuk mengenal peserta didik yang mengalami kesulitan.5) Untuk menempatkan murid dalam situasi belajar yang tepat.6)Bagi pendidik, untuk mengatur proses pembelajaran. Bagi peserta didik untuk mengetahui kemampuan yang telah dicapai, bagi masyarakat untuk mengetahui berhasil tidaknya pelaksanaan program. (Salminawati,2016:171

Fungsi evaluasi pembelajaran juga sangat penting dalam melihat tingkat keberhasilan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. (Umi Chotimah,2021:14). Pengumpulan informasi tentang peserta perlu juga dilakukan dalam evaluasi akhir untuk mengetahui tingkat partisipasi peserta, perasaan peserta, kerjasama peserta dengan peserta yang lain, kerjasama dengan fasilitator. .(Hani Damayanti Aprilia,Aditya Wardhana,Frendly Albertus,Subroto,Yusan Badrianto,Muhamad Ekhsan,Rusliandy,Andy Sukrisno,Eka Susilawati,2021:130).

Suharsimi Arikunto merumuskan fungsi yang lebih spesifik antara lain:a) Berfungsi selektif, dengan cara mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya.b) Berfungsi diagnostik, apabila alat yang digunakan dalam penilaian cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa.Di samping itu diketahui pula sebab musababnya kelemahan itu.c) Berfungsi sebagai penempatan. Untuk dapat menentukan dengan pasti bahwa seorang siswa harus ditempatkan pada kelompok tertentu, maka digunakanlah suatu penilaian.d) Berfungsi sebagai pengukur keberhasilan, yakni untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan.(Rahmat Hidayat,Henni Syafriana Nasution,2016:197).

 

Sistem Evaluasi Dalam Filsafat Pendidikan Islam

Pada dasarnya,Al-Qur’an telah memberikan gambaran tentang sistem evaluasi dan beberapa contoh yang berkaitan dengan pelaksanannya.Diantaranya:1) Allah Swt melakukan proses evaluasi dengan cara menugaskan para malaikat untuk mempersilahkan dan mencatat seluruh tindakan manusia.2) Allah Swt mengevaluasi manusia dengan cara mengutus para nabi dan rasul.Dalam konteks ini,para nabi dan rasul pada dasarnya hanyalah ‘petugas pelaksana’ perintah Allah Swt untuk memberi peringatan,pengajaran,pensucian manusia serta untuk member penilaian sesuai dengan ketentuan yang telah diturunkan Allah Swt,yakni al-kitab atau al-mizan.3) Allah Swt memerintahkan agar manusia mengevaluasi dirinya sendiri,sebelum kelak Allah mengevaluasi mereka.Kemudian,Allah Swt juga memerintahkan manusia untuk menilai segala sesuatu yang telah di lakukannya untuk merancang masa depan yang lebih baik.(Al Rasyidin,2008:187).

Sistem evaluasi yang diterapkan Allah untuk mengetahui apakah manusia bersyukur atau kufur terhadap-Nya.Adapun sistem evaluasi yang diterapkan oleh para nabi diantaranya:a) Nabi Sulaiman pernah mengevaluasi seekor burung hud-hud yang memberitahukan tentang adanya kerajaan yang diperintah oleh seorang wanita cantik, yang dikisahkan dalam al-Qur’an surat an-Naml:27.b) Nabi Muhammad Saw dalam melaksanakan dakwah dan pengajaran juga seringkali mengadakan evaluasi terhadap hasil belajar para sahabatnya dengan system pertanyaan atau Tanya jawab serta musyawarah.c) Nabi juga mengevaluasi kemampuan sahabat untuk diajadikan utusan ke suatu daerah mengajarkan agama Islam.(A.Heris Hermawan,2009:328).

Al-Qur’an sebagai dasar segala disiplin ilmu termasuk ilmu Pendidikan Islam secara implisit sebenarnya telah memberikan deskripsi tentang evaluasi pendidikan dalam Islam. (Salminawati,2016:172).

Sistem evaluasi dalam pendidikan islam adalah mengacu pada sistem evaluasi yang di gariskan Allah SWT dalam Al Qur’an sebagaimana telah di kembangkan oleh Rasul-Nya Muhammad Saw.Maka secara umum sistem evaluasi pendidikan islam adalah sebagai berikut :a) Untuk menguji daya kemampuan manusia beriman terhadap berbagai macam problematika kehidupan yang dihadapi.b) Untuk mengetahui sejauh mana atau sampai dimana hasil pendidikan Wahyu yang telah diaplikasikan Rasulullah Saw kepada umatnya.c) Untuk menentukan klasifikasi atau tingkat hidup keislaman dan keimanan seseorang, seperti pengevaluasian Allah terhadap nabi Ibrahim yang menyembelih Ismail putra yang di cintainya.d) Untuk mengukur daya kognisi,hafalan manusia dan pelajaran yang telah diberikan kepadanya, seperti pengevaluasian yang di berikan nabi Adam tentang asma-asma Yang di ajarkan Allah kepadanya dihadapan para malaikat.e) Memberikan semacam tabsyir (berita gembira) bagi yang beraktifitas baik,dan memberikan semacam ‘iqab (siksa) bagi mereka yang beraktifitas buruk.( M.Fairuzabady Al Baha’I,2017:168-169).

Evaluasi pelatihan adalah usaha mengumpulkan informasi secara sistematis untuk mengukur hasil pelatihan. (Hani Damayanti Aprilia, Aditya Wardhana, Frendly Albertus, Subroto, Yusan Badrianto, Muhamad Ekhsan, Rusliandy, Andy Sukrisno,Eka Susilawati,2021:124).

Secara umum sistem evaluasi pendidikan Islam menurut Nizar sebagai berikut:1. Untuk menguji daya kemampuan manusia beriman terhadap berbagai macam problema kehidupan yang dihadapi (QS. Al-Baqarah, 2: 155).2. Untuk mengetahui sejauhmana atau sampai dimana hasil pendidikan wahyu yang telah diaplikasikan Rasulullah Saw. kepada umatnya (QS. Al-Naml, 27: 40).3. Untuk menentukan klasifikasi atau tingkat hidup keislaman atau keimanan seseorang, seperti pengevaluasian Allah Swt. terhadap nabi Ibrahim as. yang menyembelih Ismail as. putra yang dicintainya (QS. Al-Shaaffat, 37: 103-107).4. Untuk mengukur daya kognisi, hafalan manusia dan pelajaran yang telah diberikan kepadanya, seperti pengevaluasian terhadap nabi Adam as.tentang asma` yang diajarkan Allah Swt. kepadanya di hadapan para malaikat (QS. Al-Baqarah, 2: 31).5. Memberikan semacam tabsyir (berita gembira) bagi yang beraktivitas baik, dan memberikan semacam ‘iqab (siksa) bagi mereka yang beraktivitas buruk (QS. Al-Zalzalah, 99: 7-8).6. Allah Swt. dalam mengevaluasi hamba-Nya, tanpa memandang formalitas (penampilan), tetapi memandang subtansi di balik tindakan hamba-hamba tersebut (QS. Al Hajj, 22: 37).7. Allah Swt. memerintahkan agar berlaku adil dalam mengevaluasi sesuatu, jangan karena kebencian menjadikan ketidakobjektifan evaluasi yang dilakukan (QS. Al-Maidah, 5: 8).(Suhendri,2018:39-40).

 

Kesimpulan

Hakekat evaluasi pendidikan Islam adalah konsep berpikir tentang penilaian dalam proses belajar mengajar yang mempunyai tujuan dan fungsi untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau tidaknya tujuan pen- didikan Islam (dengan seluruh komponen yang terlibat di dalamnya). Untuk mencapai tujuan pendidikan yang dicita-citakan.Dalam dunia pendidikan, khususnya dunia persekolahan, penilaian mempunyai makna bagi siswa, guru dan sekolah itu sendiri. Bagi siswa dua kemungkinan, memuaskan dan tidak memuaskan, sedangkan bagi guru akan dapat mengetahui siswa-siswa mana yang sudah menguasai atau yang belum menguasai pelajarannya. Demikian juga penggunaan metode yang tepat. Jika sebahagian besar dari siswa memperoleh angka jelek, maka boleh jadi penyebabnya adalah pendekatan atau metode yang kurang tepat. Sedangkan bagi sekolah adalah menciptakan kondisi belajar sebagai cermin sekolah yang berkualitas.

 

Berita Terkait

Revolusi Penulisan Berita dan Artikel dengan Kecerdasan Buatan
Qurban dan Makna Keikhlasan di Universitas Ibnu Chaldun
Hikmah Idul Adha 1445: Gapai Kebahagian Sejati
Nabi Ismail AS. ” Laksanakan Apa Yang di Perintahkan Allah SWT.
Keunikan di Balik Menu Olahan Daging Kurban Idul Adha
Nabila Kayyisa Chariri, Siap Wakili Lomba Kreativitas Dan Seni di Tingkat Provinsi Jawa Timur
Project P5 SMP Swasta Bunga Mawar, Pelestarian Budaya Pesta Pernikahan Adat Laraga Nias
Belajar dari Nenek Penjual di Pinggir Jalan
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 06:55 WIB

Revolusi Penulisan Berita dan Artikel dengan Kecerdasan Buatan

Selasa, 18 Juni 2024 - 15:26 WIB

Qurban dan Makna Keikhlasan di Universitas Ibnu Chaldun

Senin, 17 Juni 2024 - 12:02 WIB

Hikmah Idul Adha 1445: Gapai Kebahagian Sejati

Senin, 17 Juni 2024 - 11:05 WIB

Nabi Ismail AS. ” Laksanakan Apa Yang di Perintahkan Allah SWT.

Minggu, 16 Juni 2024 - 19:25 WIB

Keunikan di Balik Menu Olahan Daging Kurban Idul Adha

Minggu, 16 Juni 2024 - 07:30 WIB

Nabila Kayyisa Chariri, Siap Wakili Lomba Kreativitas Dan Seni di Tingkat Provinsi Jawa Timur

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:55 WIB

Project P5 SMP Swasta Bunga Mawar, Pelestarian Budaya Pesta Pernikahan Adat Laraga Nias

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:27 WIB

Belajar dari Nenek Penjual di Pinggir Jalan

Berita Terbaru

Artikel

Qurban dan Makna Keikhlasan di Universitas Ibnu Chaldun

Selasa, 18 Jun 2024 - 15:26 WIB

Berita Utama

Polres Bengkayang Serahkan 5 Ekor Sapi dan 3 Kambing Kurban

Selasa, 18 Jun 2024 - 12:52 WIB