Ekonomi Kematian

- Jurnalis

Rabu, 24 Mei 2023 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA. Si Camat (Si calon Mayit), Izroil (Sang Malakat Pencabut Nyawa) dan  pemegang saham asuransi (malaikat Mikail), sesekali bertemu untuk membahas keberlangsungan ekonomi kematian Si Camat. Ekonomi kematian ini juga dipercaya dapat menentukan strata kenikmatan dan keterjaminan fasilitas di akherat dengan memandang perlu pertimbangan sekretaris Si Camat (Roqib dan Atid). Apabila dalam inspeksi kesahariaanya Izroil menemukan Si Camat sudah waktunya cuti dari dunia, maka beliau menghubungi ketua pemegang asuransi si Mikail, bahwa si Camat akan pensiun dan mohon deberikan jasa asuransinya berupa pendanaan kematian dunia dan uang pesangon untuk perjalanan akherat dengan surat tugas, dan SPPDnya…..

Anekdot di atas merupakan kenyataan perekonomian kematian yang dijalankan oleh hampir seluluruh masyarakat di dunia, bahwa perjalanan kematian menuju akherat memerlukan biaya, memerlukan uang. Keyakinan ada kehidupan setelah kematian memerlukan berupa banyak ragam fasilitas dan terbukti mendistorsi perekonomian masyarakat, sehingga terjadi pemaksaan, dengan istilah“dianak-anakno” karena itulah cara untuk menghormati dan kebaktian yang dilakukan orang hidup terhadap si Camat.

Salah satu upacara pemakaman yang memakan biaya tinggi adalah berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya Tanah Toraja, yaitu upacara Rambu Solo dengan mengorbankan kerbau bule/belang dengan harga satu ekor kerbau berkisar Rp. 20- Rp. 600 juta.Semakin tinggi strata sosialnya, semakin banyak jumlah kurbannya. Misalnya, untuk strata sosial menengah, kerbau dan babi yang dibutuhkan berkisar antara 8-10 ekor kerbau dan 30-50 ekor babi. Sementara kalangan bangsawan bisa mencapai 25-150 ekor kerbau. Begitu juga Ngaben – Bali. Tiwah – Kalimantan Tengah, Mangkoli Holi – Sumatera Utara dan Marapu – Sumba dengan upacara upacara yang memerlukan biaya Rp. 20 juta hingga di atas Rp. 150 juta tergantung kasta dari anggota keluarga yang meninggal.

Dikalangan kita, orang Jawa yang Nahdliyin khususnya, mengantar kematian adalah dengan selamatan. Selamatan dimulai hari H kematian ada upacara mudun lemah untuk yang menggali tanah kubur dan pezirah yang ikut mengantar kubur, kemudian ada selamatan hari ke satu sampai ke tujuh, empat puluh hari, seratus hari, satu tahun dan haul tahunan. Dengan biaya yang dikeluarkan diperkirakan lebih dari 2,5 juta per hari atau lebih dengan  memperhitungkan jumlah petakziyah/tahlil dan menu makanan yang dihidangkan. Secara kasar selametan orang Nahdliyin harus mengeluarkan dana stimulus minim 50 juta atau lebih untuk 1 tahun dan haulnnya untuk selamatan kematian.

BACA :  Ponpes Wali Barokah Menjadi Tuan Rumah Halal Bi Halal dan Sarasehan FKPQ dan FKDT Kota Kediri

Keungan itu diambil dari mana…. ? dari harta si mayyit. Dari hasil Hasil bahtsul masail putaran ke-VII  PC LBMNU  Jombang pada 27 Oktober  2019. Hukum mengambil biaya selamatan yang diambil dari harta peninggalan adalah tidak boleh apabila tidak mendapatkan ridho dari ahli waris atau sebagian ahli waris ada yang berstatus mahjur (tercegah untuk menggunakan haknya seperti anak kecil yang belum tamyiz, orang gila dan lain-lain). Dengan dasar dari kitab Al Fatawi Al Fiqhiyatul Al Kubro, Ibnu Hajar AL Haitami, berpendapat bahwa

وَلَا يَجُوزُ أَنْ يُفْعَلَ شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ مِنْ التَّرِكَةِ حَيْثُ كَانَ فِيهَا مَحْجُورٌ عَلَيْهِ مُطْلَقًا أَوْ كَانُوا كُلُّهُمْ رُشَدَاءَ لَكِنْ لَمْ يَرْضَ بَعْضُهُمْ بَلْ مَنْ فَعَلَهُ مِنْ مَالِهِ لَمْ يَرْجِعْ بِهِ عَلَى غَيْرِهِ وَمَنْ فَعَلَهُ مِنْ التَّرِكَةِ غَرِمَ حِصَّةَ غَيْرِهِ الَّذِي لَمْ يَأْذَنْ فِيهِ إذْنًا صَحِيحًا

Artinya: Biaya selamatan (selametan) tidak diperbolehkan diambil dari harta tinggalan mayat, jika sebagian ahli waris berstatus mahjur (tercegah untuk menggunakan haknya seperti anak kecil yang belum tamyiz, orang gila dan lain-lain), atau sebagian Ahli waris tidak ridlo.

Pada kitab Hasyiah Syech Bajuri mengatakan;  Jika sebagian ahli waris berstatus mahjur maka haram menggunakan harta tinggalan mayat. 

​​​​Maka dari ulasan tersebut, apa yang harus kita lakukan untuk persiapan kematian kita, ya…… dengan asuransi. Apa yang harus kita asuransikan…? ya……amal jariyah, ilmu manfaat dan anak yang sholih/sholihah.

BACA :  Rebut Usia Muda dengan Karir dan Cinta AlQuran

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bersabda:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya.”

Dengan salah satu dari ke 3 jenis asuransi di atas, investasi pembiayaan keuangan kematian meunuju akherat  akan terjamin. Kita si Mayat tidak perlu mengeluarkan uang dan mempersiapkan uang sebelum mati. Karena aspek perilaku yang diakibatkan oleh shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh akan mendatangkan pundi-pundi uang untuk selamtan kita. Wallahu alam bishowab.

Monggo mempersiapkan kematian dengan berinvesasi pada asuransi shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh/sholehah.

Berita Terkait

Ini Kiat – Kiat Buah Hati Agar Bisa Menghafal Al-Quran Dengan Mudah
Ada Pesan Toleransi dan Persatuan Menggema dari Ribuan Lokasi Salat Ied di Indonesia
Distorsi Akidah Islam 1445 H
Pondok Pesantren Al Aziz Membangun Masyarakat Melalui Moderasi Beragama
Upaya Pengembalian Jati Diri Kepada Fitrah 1445 H
Syafari Ramadhan DP. MUI di Masjid Ukhuwah Islamiyah Desa Bagan Asahan 1445 H
Siap Berlaga, Kontingen UDG Karanganyar Tahun 2024 Bersemangat
Cara Terbaik Pelaksanaan Ibadah Ramadhan 1445 H
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 15:11 WIB

Ini Kiat – Kiat Buah Hati Agar Bisa Menghafal Al-Quran Dengan Mudah

Jumat, 12 April 2024 - 17:52 WIB

Ada Pesan Toleransi dan Persatuan Menggema dari Ribuan Lokasi Salat Ied di Indonesia

Minggu, 7 April 2024 - 23:22 WIB

Distorsi Akidah Islam 1445 H

Sabtu, 30 Maret 2024 - 17:39 WIB

Pondok Pesantren Al Aziz Membangun Masyarakat Melalui Moderasi Beragama

Sabtu, 30 Maret 2024 - 13:55 WIB

Upaya Pengembalian Jati Diri Kepada Fitrah 1445 H

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:51 WIB

Syafari Ramadhan DP. MUI di Masjid Ukhuwah Islamiyah Desa Bagan Asahan 1445 H

Senin, 25 Maret 2024 - 19:00 WIB

Siap Berlaga, Kontingen UDG Karanganyar Tahun 2024 Bersemangat

Sabtu, 23 Maret 2024 - 23:06 WIB

Cara Terbaik Pelaksanaan Ibadah Ramadhan 1445 H

Berita Terbaru

Nafian Faiz (SUARA UTAMA.ID)

Artikel

Sidak Setelah Mudik Masih Efektifkah?

Rabu, 17 Apr 2024 - 12:00 WIB

Illustrasi Stress dan Relax  .Foto:pixabay.com/id/illustrations/search/stress

Artikel

7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri

Senin, 15 Apr 2024 - 20:46 WIB