banner 728x250

Dosen STKIP PGRI LUMAJANG Ikuti Pelatihan Bersertifikat Dan Bergelar Non Akademik Bersama AR Learning Center

Untuk Pengembangan Pedagogis Civitas Akademika STKIP PGRI Lumajang

1 1 Dosen STKIP PGRI LUMAJANG Ikuti Pelatihan Bersertifikat Dan Bergelar Non Akademik Bersama AR Learning Center Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama
banner 120x600
194 Kali Dibaca

SUARA UTAMA, Lumajang Pada hari minggu, 9 April 2023 salah satu dosen STKIP PGRI lumajang  mengikuti pelatihan bersertifikat dan bergelar non akademik yang diselenggarakan oleh lembaga AR Learning Center yang profesional dan sudah memiliki legalitas badan hukum dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Skema/topik yang saya ikuti pada kesempatan ini adalah mengenai Tutor Ahli (Expert Tutor) dan nantinya akan mendapatkan predikat gelar non akademik C.Ext (Certified Expert Tutor). Coach Dicky adalah tutor selama saya mengikuti pelatihan tersebut. Coach yang sangat profesional dalam bidang pelatihan bersertifikat. Materi yang saya dapat selama mengikuti pelatihan ini antara lain:

  1. Keterampilan Seorang Pengajar
  2. Gaya Belajar dan Teknik Mengajar
  3. Tips Menjadi Tutor Menyenangkan
  4. Kesalahan dalam Mengajar
  5. Marketing Plan
  6. Ice Breaker untuk Mengajar

KETERAMPILAN SEORANG PENGAJAR

  1. Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran
  2. Keterampilan menjelaskan pembelajaran
  3. Keterampilan bertanya (5W + 1H)
  4. Keterampilan mengadakan variasi
  5. Keterampilan memberikan penguatan
  6. Keterampilan mengelola kelas
  7. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
  8. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan

GAYA BELAJAR DAN TEKNIK MENGAJAR

Setiap anak terlahir unik, mereka memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Ada anak yang memiliki gara belajar Visual, auditorial, dan kinestetik. Tapi terkadang banyaknya jumlah anak di dalam kelas, membuat guru hanya punya sedikit waktu untuk benar-benar memahami gaya belajar setiap anak. Karena itu, guru perlu memahami tipe-tipe gaya belajar anak utnuk membantu menentukan rencana pengajaran yang bisa berpusat pada anak.

  1. Gaya belajar Visual dan Teknik mengajar

Gaya belajar Visual

Anak dengan kemampuan belajar visual cenderung memahami konsep lebih baik melaui gambar atau ilustrasi, lebih suka membaca daripada mendengarkan, dan mengingat informasi tertulis lebih baik daripada mendengarkan.

Teknik mengajar

Menirukan gerak atau mencontohkan materi ajar, menggunakan gambar atau grafis, mengajak anak menggambar apa yang telah mereka pelajari, dan membagikan catatan belajar.

  1. Gaya belajar Auditoral dan Teknik mengajar

Gaya belajar Auditoral

Anak dengan kemampuan belajar auditorial cenderung memahami konsep lebih baik melalui suara atau penjelasan guru, lebih suka mendengar daripada membaca, dan mengingat informasi yang dibacakan lebih baik daripada informasi yang ditulis.

Teknik mengajar

Membacakan materi ajar, mengajak anak untuk membaca ketika belajar di rumah, merangkum pembelajaran secara verbal.

  1. Gaya belajar Kinestetik dan Teknik mengajar

Gaya belajar Kinestetik

Anak dengan kemampuan belajar kinestetik cenderung memahami pelajaran lebih baik saat dilibatkan dalam pembelajaran dan memecahkan masalah, dan belajar lebih efektif dengan melakukan proyek atau eksperimen.

Teknik mengajar

Mengajak anak untuk tidak duduk di kursi mereka, memberi jeda waktu saat mengajar, memberikan alat peraga atau benda lain yang bisa anak gunakan untuk membantunya memahami pelajaran.

TIPS MENJADI TUTOR MENYENANGKAN

  1. Tegas bukan keras
  2. Memiliki teknik mengajar yang bervariasi
  3. Lakukan pendekatan emosional yang baik
  4. Jangan sungkan beri apresiasi
  5. Pandai – pandai memposisikan diri, berteman dengan siswa bukan menjadi teman siswa
  6. Perhatian dan komunikatif
  7. Berikan evaluasi yang membangun

KESALAHAN DALAM MENGAJAR

  1. Mengajar tanpa persiapan
  2. Salah memilih pakaian dan tidak rapi
  3. Mengajar tanpa memberi contoh
  4. Memanjakan siswa
  5. Tidak menguasai materi
  6. Berkata kasar
  7. Kaku
  8. Membanding-bandingkan
  9. Tidak hafal nama siswa
  10. Terlalu banyak curhat

MARKETING PLAN

  1. Presentasi di sekolah-sekolah
  2. Sebarkan berita
  3. Iklankan di internet atau sosial media
  4. Bagikan pamflet

Jangan lupa mencantumkan 6 hal penting ini pada setiap media promosi:

  1. Fasilitas unggulan
  2. Prestasi akademik dan non akademik
  3. Profil guru dan tenaga kependidikan
  4. Program unggulan
  5. Kultur / lingkungan
  6. Kreativitas dalam KBM

ICE BREAKER UNTUK MENGAJAR

Ice breaking adalah suatu komunikasi yang membuatkan suasana dalam forum menjadi dingin dan nyaman. Kita bisa memberikan ice breaking disaat pertama kali opening dan di saat murid mulai bosan/mengantuk. Beberapa macam ice breaking yang dapat digunakan dalam pembelajaran antara lain:

  1. Menyanyi
  2. Sambung kata
  3. Berhitung
  4. Senam otak
  5. Tepuk tangan
  6. Bercerita
  7. Tebak-tebakan
  8. Membaca karakter
  9. Dan lain-lain

Tujuan dari Ice Breaking adalah:

  1. Terciptanya kondisi-kondisi yang equal (setara) antara sesama murid dalam forum pembelajaran.
  2. Menghilangkan sekat-sekat pembatas di antara murid.
  3. Menimbulkan kegairahan (motivasi) antara sesama murid untuk melakukan aktivitas selama pembelajaran berlangsung.

 

banner 468x60
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x90