Dirut KCI Mengeluh Soal Manggarai, Pengamat : Lebih Baik Mundur

- Publisher

Selasa, 21 Februari 2023 - 14:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA, Jakarta – Pengamat Kebijakan Publik dan juga Pengguna KAI Commuter Indonesia Fathin Robbani Sukmana, menanggapi keluhan Direktur Utama KAI Commuter Indonesia yang muncul di beberapa media seperti CNN Indonesia, Detik.com pasca acara yang diselenggarakan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang bertajuk Ngobrol Santai : Pengembangan Stasiun Manggarai dan Program Motis 2023 di Kantor Kemenhub pada 20 Februari 2023

“Seharusnya seorang Direktur Utama PT. KAI Commuter Indonesia tidak mengeluh di acara diskusi dan juga di media,” tutur Fathin kepada Redaksi Suara Utama(21/02).

BACA JUGA : 200 Sertifikat LU 2 Milik Warga Translok Bakal Hilang Kabar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fathin menganggap diksi yang disampaikan Dirut KCI ” Sudah Kerja Tetap Saja Salah” merupakan kesalahan fatal.

BACA JUGA :  Bupati Majene Hadiri Pawai Budaya “Messawe To Tamma”, Wujud Syukur Kelulusan dan Khatam Al-Qur'an

“KCI itu BUMN yang harus melayani penumpang dengan kerja dan inovasi, bukan mengeluh,” ujar Fathin.

Fathin menegaskan jika Dirut PT KCI enggan bekerja dengan maksimal serta berinovasi lalu hanya mengeluh lebih baik mundur.

BACA JUGA : Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bekasi, Dukung Reza Arfah di Muktamar XVIII Pemuda Muhammadiyah Balikpapan

“KCI itu tugasnya melayani, kalau tidak sanggup lebih baik mundur,” tegas Fathin

Ngobrol Santai DJKA dan KCI bersama Komunitas bertajuk Pengembangan Stasiun Manggarai dan Program Motis 2023
Ngobrol Santai DJKA dan KCI bersama Komunitas bertajuk Pengembangan Stasiun Manggarai dan Program Motis 2023

Fathin yang hadir dalam acara Ngobrol Santai itu juga sudah kecewa karena dirinya sudah menanyakan apa solusi yang ditawarkan oleh DJKA dan KCI dalam mengatasi keruwetan yang ada di Manggarai, namun tidak ada jawaban dari keduanya.

BACA JUGA :  Wakil Walikota Palangkaraya Dukung Penuh Sekolah Alam Alqonita: Milad ke-21 Ditandai Penanaman Pohon

“Saya yakin, DJKA dan KCI melakukan pembangunan Manggarai untuk kenyamanan dan keamanan Pelanggan, namun untuk dinamika di Manggarai saat ini belum ada solusi konkret, ketika Dirjen KA dan PT. KCI ditanya solusi, malah hanya minta maaf dan meminta masukan” kata Fathin.

BACA JUGA : Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah, Berikan Layanan Kesehatan Ke Penyintas Gempa Turki

Pria yang juga penumpang KRL dari Cibitung itu juga menyampaikan seharusnya DJKA bisa melakukan riset dan studi banding untuk menyelesaikan persoalan penumpang yang ada di Manggarai.

BACA JUGA :  Di Hadapan 6.193 ASN, Menkum Supratman Paparkan Arah Baru Reformasi Kepegawaian Kemenkum

“Kan bisa DJKA atau KCI melakukan riset atau studi banding, ajak perguruan tinggi, lalu temukan solusi untuk persoalan di Manggarai, bahkan persoalan tentang Perkeretaapian di Indonesia,” lanjut Fathin.

BACA JUGA : Mengapa Pelanggan Rela Kehujanan dan Antre Panjang di Holland Bakery? Ini Strateginya

“Boleh bangga dengan prestasi di masa lalu, Namun DJKA dan KCI harus terus bekerja dan berinovasi untuk pelayanan Perkeretaapian di Indonesia. Dulu saja bisa bertransformasi, mengapa sekarang tidak bisa?” tutup Fathin.

Berita Terkait

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎
Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya
Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’
15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung
Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas
Mubeslub Ormawa UT Surabaya Bahas dan Tetapkan AD/ART sebagai Landasan Organisasi Mahasiswa
Pelatihan Menulis Digelar di MTS Mamba’ul Ulum Pekon Margoyoso, Tanggamus
HIMAS 2026 : AMAN Sulsel Tegaskan Kedaulatan Pengetahuan Masyarakat Adat adalah Kunci Menjaga Bumi, Mendesak Pengesahan UU Masyarakat Adat
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Tambang PT MTN Makin Dekat dengan Rumah Warga, 100 KK Palayo Mengeluh: Sosialisasi Dipertanyakan, Manajemen Bungkam ‎

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Fakta Sidang Kasus 997 Ekstasi Samarinda: Advokat Krissandi & Partners Buktikan Kliennya Hanya Sopir Carteran Tanpa ‘Mens Rea’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WIB

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:19 WIB

Bapelkum Bitung Bekali 15 Peserta MagangHub dengan Etos Kerja dan Integritas

Berita Terbaru

Berita Utama

Bang Nahar Strategis Wafat, Sulbar Kehilangan Putra Terbaiknya

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:33 WIB

Berita Utama

15 Peserta MagangHub Mulai Jalani Pemagangan di Bapelkum Bitung

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:15 WIB

mancingjitu slot thailand slot thailand https://www.marcopolodijon.com/