Belajar dari Nenek Penjual di Pinggir Jalan

- Wartawan

Sabtu, 15 Juni 2024 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nenek Menjajakan Jualan di Sepanjang Jalan: Gambar AI (Suara Utama.id)

Nenek Menjajakan Jualan di Sepanjang Jalan: Gambar AI (Suara Utama.id)

SUARA UTAMA, Apa yang ada di benak kita ketika melihat seorang nenek tua, kakek tua, atau seseorang yang maaf dalam keadaan cacat, menjual jajanan di pinggir jalan? Rasa iba, kasihan, atau tersentuh mungkin muncul dalam hati kita. Meski barang yang dijual tidak kita butuhkan, kita tetap membelinya dan terkadang memberikan uang lebih. Ini adalah bentuk empati dan dukungan kita kepada mereka.

Makna di Balik Tindakan Empati

Namun, mari kita renungkan lebih dalam. Bukankah kita sebenarnya berada dalam posisi yang sama di hadapan Tuhan? Tuhan memandang kita sebagaimana kita memandang penjual jajanan tersebut, dengan alasan kasihan. Kita, manusia, adalah makhluk yang lemah dan tak berdaya, tidak memiliki apa pun yang dapat berguna bagi Tuhan. Amal perbuatan kita, sebesar apa pun, tidak menambah sedikit pun kekayaan atau kemuliaan Tuhan.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Belajar dari Nenek Penjual di Pinggir Jalan Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amal dan Anugerah Tuhan

Tuhan, dengan kasih sayang dan kemurahan-Nya, menerima amal-amal kita yang sederhana dan seringkali tak berharga. Gerakan rukuk dan sujud kita, yang tidak menambah kekuasaan Tuhan, justru dihargai dengan balasan surga dan kebahagiaan dunia. Doa-doa dan zikir kita, yang tidak menambah kemuliaan-Nya, dibalas dengan sebutan nama kita oleh Tuhan dan segunung pahala.

Bayangkan jika untuk menggapai pahala dan surga, kita harus menyuguhkan sesuatu yang benar-benar berguna bagi Tuhan. Hal ini tentu mustahil, sebab Tuhan tidak membutuhkan apa pun dari kita. Tuhan adalah Maha Kaya, sementara kita adalah fakir miskin yang membutuhkan karunia-Nya.

Bahaya Penyakit Ujub

Satu hal yang dapat membuat segala amal ibadah kita menjadi sia-sia adalah penyakit ujub, yakni merasa telah berjasa kepada Tuhan dan layak diganjar. Perasaan ini bisa muncul tanpa kita sadari dan merusak niat tulus dalam beribadah. Allah mengingatkan dalam Al-Quran:

BACA JUGA :  Ada Opini dan pertanyaan di Kecamatan Sandai Kabupaten ketapang Prov. Kalbar

**وَٱللَّهُ ٱلۡغَنِیُّ وَأَنتُمُ ٱلۡفُقَرَاۤءُۚ**

*”Allah lah yang Maha Kaya dan kalianlah fakir miskin yang membutuhkan karunia-Nya”* [Surat Muhammad: 38].

Ayat ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang kita miliki dan lakukan hanyalah karena karunia dan kasih sayang Tuhan. Maka, hendaklah kita menjaga hati dan niat, tetap rendah hati, dan menyadari bahwa segala amal ibadah yang kita lakukan adalah karena kasih sayang Tuhan semata.

Refleksi Pribadi

Seperti nenek tua yang menjual jajanan, kita pun menawarkan amal kita kepada Tuhan dengan segala keterbatasan. Namun, Tuhan, dengan kebesaran dan kasih sayang-Nya, menerima dan menghargai amal-amal tersebut jauh melebihi nilai yang sebenarnya.

Mari kita terus beramal dengan tulus, menjaga niat dan hati kita dari penyakit ujub, dan selalu menyadari bahwa segala yang kita lakukan hanyalah untuk mendapatkan ridha-Nya. Karena pada akhirnya, segala sesuatu kembali kepada-Nya, dan hanya Dia-lah yang Maha Pemberi Karunia.

Kesimpulan

Kisah tentang nenek penjual jajanan di pinggir jalan mengajarkan kita tentang makna empati dan bagaimana Tuhan memandang amal perbuatan kita. Semoga kita selalu bisa menjaga niat tulus dalam beramal, bebas dari penyakit ujub, dan senantiasa berusaha untuk mendapatkan ridha-Nya.

Keterangan:

Tulisan ini saya adaptasi dari status Ustad Najih Ibn Abdil Hameed di Facebook pada 15 Juni 2024. Meski ditulis dengan sederhana, pesan yang disampaikan sangat menyentuh. Saya sertakan [link ke status Facebook](https://www.facebook.com/share/p/pzk7nf19adRs5xCv/?mibextid=oFDknk) sebagai bentuk takzim saya kepada beliau.

Penulis : Nafian Faiz

Sumber Berita : https://www.facebook.com/share/p/pzk7nf19adRs5xCv/?mibextid=oFDknk

Berita Terkait

Chandra Foetra ; Menikahkan Anak Dibawah Umur Dengan Alasan Apapun Bukan Solusi, Ini Hukumnya!!!
Pertarungan Sengit di Pilkada Tanggamus 2024: Saleh vs. Dewi
Hari Raya Pagerwesi, Kisah Mengesankan dari Indonesian Hypnosis Centre IHC
Pilkada Serentak 2024: Mewujudkan Pemilihan yang Sehat dan Bermartabat di Kabupaten Musi Rawas Utara
Hidup tidak Layak: Masyarakat Palestina dalam Lingkungan yang Tidak Sehat, Tanpa Akses Dasar ke Kebutuhan Hidup
Dampak Psikologis Pada Minimnya Peran Ayah dan Pencegahan Fatherless
Srikandi Kota Ale – Ale Ketapang Merintis di Dunia Akademis dan Pecinta Sastra
Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum UIN Alauddin Sabet Juara di Papua Barat  
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:59 WIB

Chandra Foetra ; Menikahkan Anak Dibawah Umur Dengan Alasan Apapun Bukan Solusi, Ini Hukumnya!!!

Jumat, 19 Juli 2024 - 15:09 WIB

Pertarungan Sengit di Pilkada Tanggamus 2024: Saleh vs. Dewi

Kamis, 18 Juli 2024 - 00:24 WIB

Hari Raya Pagerwesi, Kisah Mengesankan dari Indonesian Hypnosis Centre IHC

Minggu, 14 Juli 2024 - 12:35 WIB

Pilkada Serentak 2024: Mewujudkan Pemilihan yang Sehat dan Bermartabat di Kabupaten Musi Rawas Utara

Minggu, 14 Juli 2024 - 12:00 WIB

Hidup tidak Layak: Masyarakat Palestina dalam Lingkungan yang Tidak Sehat, Tanpa Akses Dasar ke Kebutuhan Hidup

Minggu, 14 Juli 2024 - 06:12 WIB

Dampak Psikologis Pada Minimnya Peran Ayah dan Pencegahan Fatherless

Rabu, 10 Juli 2024 - 12:32 WIB

Srikandi Kota Ale – Ale Ketapang Merintis di Dunia Akademis dan Pecinta Sastra

Selasa, 9 Juli 2024 - 21:54 WIB

Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum UIN Alauddin Sabet Juara di Papua Barat  

Berita Terbaru

MOU Lazismu dan Kemenag

Berita Utama

Reformulasi Pelatihan Keagamaan, Kemenag dan Lazismu Tandatangani MoU

Selasa, 23 Jul 2024 - 11:54 WIB

Parkir Liar di Purbalingga -
suarautama.id 22/7

Liputan Khusus

Parkir Liar di Purbalingga Semakin Merajalela

Senin, 22 Jul 2024 - 19:08 WIB