Ar Roja’

- Jurnalis

Jumat, 31 Maret 2023 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pilar ibadah yang ketiga sesudah mahabbatulloh dan al khauf adalah Ar Roja’ yang secara bahasa berarti pengharapan, dan yang dimaksud dengan Ar Roja’ disini adalah keterkaitan hati dengan sesuatu yang ingin diraih dengan menempuh jalan mendapatkannya. Kalau tidak menempuh jalan maka dinamakan tamak dan itu jelas tercela menurut syariat, dan setiap mukmin harus mengimani akan wajibnya sikap roja’ ini.

Mengimani akan wajibnya sikap roja’ ini didasarkan pada firman Alloh SWT, sebagai berikut:

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ يَبْتَغُوْنَ اِلٰى رَبِّهِمُ الْوَسِيْلَةَ اَيُّهُمْ اَقْرَبُ وَيَرْجُوْنَ رَحْمَتَهٗ وَيَخَافُوْنَ عَذَابَهٗۗ اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُوْرًا ( الأسراء 57 )

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Ar Roja’ Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka (sendiri) mencari jalan kepada Tuhan, (masing-masing berharap) siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka juga mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya, azab Tuhanmu itu adalah yang (harus) ditakuti.

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ (الإعراف 56 )

Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.

 

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ( الزّمر 53 )

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ayat diatas menegaskan bahwa setiap hamba haruslah memliki rasa takut dan harap, atau dalam bahasa yang sederhana sikap harap-harap cemas, berharap akan Rahmat dan ampunan Alloh karena Dia Maha Pengampun bahkan semua dosa sebesar apaun bisa diampuni Alloh SWT., sekaligus merasa takut atau cemas jika saja amalnya tidak diterima dan  akan menanggung  adzabNya.

Rasa takut dan harap atau al khauf wa ar roja’ ini harus ada secara bersamaan dalam diri setiap orang yang mengaku mukmin dan harus ditempatkan secara proporsional dan seimbang, sebagaimana Imam Abu Ali Ar Rubadzari berkata: Khouf dan Roja’ itu seperti kedua sayap burung, kalau keduanya imbang maka seimbanglah burung itu. Tapi kalau salah satu yang berat maka akan kurang imbang, namun apabila keduanya tidak ada maka burung itu akan mati. Makanya dikatakan bahwa kalau takut dan harap seorang mukmin itu ditimbang maka keduanya akan seimbang.

BACA :  Enjoy saat Jalan Jalan, Letoy Waktu Sholat. Beginikah Tren Anak Muda ?

Keyakinan dan keimanan akan wajib nya roja ini juga dibangun atas dasar beberapa hadits Rosulullah SAW. diantaranya adalah:

Hadits Riwayat Abu Huroiroh r.a. :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَوْ يَعْلَمُ الْمُؤْمِنُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنَ الْعُقُوبَةِ مَا طَمِعَ بِجَنَّتِهِ أَحَدٌ، وَلَوْ يَعْلَمُ الْكَافِرُ مَا عِنْدَ اللَّهِ مِنَ الرَّحْمَةِ مَا قَنَطَ مِنْ جَنَّتِهِ أَحَدٌ.

Dari Abu Hurairah (dia berkata): Sesungguhnya Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ”Kalau sekiranya orang Mu’min itu mengetahui siksaan yang ada di sisi Allâh, niscaya tidak ada seorangpun Mu’min yang berharap akan surga-Nya. Dan kalau sekiranya orang kafir itu mengetahui rahmat yang ada di sisi Allâh, niscaya tidak ada seorangpun kafir yang putus asa dari surga-Nya” (HR. Muslim).

Hadits Riwayat Jabir bin Abdullah r.a. salah seorang sahabat yang termasuk paling banyak mengoleksi hadits Rasulullah SAW.:

لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

 “Janganlah salah satu diantara kalian mati, kecuali berprasangka baik terhadap Allah.” ( HR : Muslim )

Hadits qudsi juga melalui Riwayat Abu Huroiroh, r.a. :

يَقُولُ اللهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي؛ فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً

“Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Aku berdasarkan pada prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Aku akan selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku.Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia berdzikir mengingat-Ku dalam suatu jama’ah, maka Aku akan sebut-sebut dia dalam jama’ah yang lebih baik dari mereka.Jika ia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Jika ia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Apabila ia mendekati-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan jalan cepat.” (HR. Al-Bukhari)

BACA :  Menurutmu Allah ﷻ Jahat..??

Hadits diatas menunjukkan bahwa siksa dan ancaman Alloh itu begitu berat sehingga seakan akan tidak satupun manusia yang bisa luput dan selamat dari padanya, namun harapan untuk memperoleh rahmatNya pun begitu terbuka luas, seakan akan tidak ada satupun makhluq yang tidak akan memperolehnya.

Hadits diatas juga mengabarkan akan keharusan bagi setiap mukmin berbaik sangka kepada Alloh ketika mati, dan pentingnya mengingat Alloh atau berdzikir.

Dan perlu dipahami bahwa dzikir tidak hanya mencakup ucapan lidah semata, tapi semua perbuatan anggota badan. Dzikirnya lidah adalah dengan memuji Alloh, dzikirnya mata adalah dengan menangis, dzikirnya tangan adalah memberi, dzikirnya telinga adalah mendengar, dzikirnya badan adalah menunaikan kewajiban, dzikirnya hati dengan takut dan harap, sedangkan dzikirnya jiwa dengan pasrah menerima dan ridla. Rahmat dan kasih sayang Alloh adalah sebagaimana yang kita sangkakan, bahkan jauh melebihi dari apa yang yang kita sangkakan dalam jantung hati.

Syekh Abu Utsman Sai’d bin Ismail al-Hirri, seorang ulama  ahli hadits yang juga  sufi asal Naisabur, pernah melantunkan sebuah syair :

ما بال دينك ترضى إن تدنسه #  و إنّ ثوبك مغسول من الدنس
ترجو النجاة ولم تسلك مسالكها # إن السفينة لا تجري على اليبس

Mengapa kamu tega mengotori agamamu, padahal bajumu saja selalu kau cuci dari noda.

Kamu berharap keberhasilan tapi tak menempuh jalannya, sesungguhnya perahu itu tidak bisa berlayar diatas daratan.

Syair diatas menjelaskan bahwa harapan tidak boleh kosong yang berarti hanya dalam angan angan namun tidak ada upaya untuk meraihnya melalui perbuatan nyata. Sama halnya mengharapkan kebaikan Tuhan namun mengerjakan sesuatu yang berlawanan dengan kehendakNya. Baju yang kotor saja selalu kita cuci bersih, lalu bagaimana dengan jiwa yang kotor karena  dosa tidakkah itu lebih wajib untuk dibersihkan ?

Imam Al Baihaqi dalam hal keseimbangan antara khauf dan roja’ mengatakan: “Sungguh tidak pantas bagi seorang mukmin menempatkan sikap roja’nya terhadap kasih sayang Alloh, kosong dari sikap takutnya akan adzab Alloh, supaya takut tersebut bisa mencegahnya dari bermaksiat kepadaNya dan sikap harapnya selalu mendorongnya untuk taat kepada Alloh dan memperoleh ampunanNya.

BACA :  AR Learning Center dan Suara Utama Turun Aksi Sebar Paket Sembako tuk Warga Menengah ke Bawah

Al Hafidz Ibnu Al Jauzy ulama Irak yang sangat alim, hafidzul Qur’an, mufassir, dan muhaddits mengatakan : Orang yang mengharap sorga tapi betah bermaksiat sama dengan orang yang berharap panen tapi tak pernah menanam atau berharap punya anak tapi tak mau menikah.

Diceritakan dari sahabat Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah SAW suatu Ketika menemui seorang laki-laki dan ternyata dia sudah hampir mati, maka beliau bertanya kepada orang itu “bagaimana kondisi dirimu ?” ia menjawab: aku merasa harap-harap cemas (berharap sekaligus takut), lalu beliau SAW bersabda: Tidak akan berkumpul perasaan semacam ini  dalam hati seorang hamba kecuali Alloh akan memberikan apa yang dia harap dan mengamankannya dari apa yang dia takutkan.

Dengan harapan hidup menjadi lapang, dan sorang mukmin harus senantiasa menggantungkan harapan hanya kepada Alloh semata dan itulah sifat mukmin yang sejati, sebagaimana yang dikatakan oleh: Abu Zakariya Yahya bin Muadz Ar Razy wafat 258 H. tokoh sufi, wali min auliyaillah, beliau mengatakan:

ثلاثُ خِصالٍ مِنْ صفات الأولياء: الثِّقَة بالله في كلِّ شيءٍ , والغِنَى به مِن كلّ شيءٍ , والرّجوعُ إليه منْ كلّ شيءٍ.

Ada tiga hal yang merupakan sifat para wali: mempercayakan segalanya hanya kepada Alloh, merasa cukup hanya dengan Alloh saja, dan mengembalikan apapun yang terjadi hanya kepadaNya pula.

Terakhir, menurut Imam Al Halimi, apabila rasa harap seseorang sudah terkait kepada Alloh Yang Maha Agung penyebutanNya, maka dia harus meminta kepada Alloh baik dalam hal besar maupun hal kecil karena segala hal ada ditanganNya, tidak ada yang bisa memenuhi keperluan seseorang selain Dia Yang Maha Agung. Alloh berfirman : ud’uuni astajib lakum.

Ihdina Ash Shirot Al Mustaqiem.

sumber kutip kitab Muhtashar Syu’ab Al Iman Lil Imam Al Baihaqi rahimahullohu

Berita Terkait

Ini Kiat – Kiat Buah Hati Agar Bisa Menghafal Al-Quran Dengan Mudah
Ada Pesan Toleransi dan Persatuan Menggema dari Ribuan Lokasi Salat Ied di Indonesia
Distorsi Akidah Islam 1445 H
Pondok Pesantren Al Aziz Membangun Masyarakat Melalui Moderasi Beragama
Upaya Pengembalian Jati Diri Kepada Fitrah 1445 H
Syafari Ramadhan DP. MUI di Masjid Ukhuwah Islamiyah Desa Bagan Asahan 1445 H
Siap Berlaga, Kontingen UDG Karanganyar Tahun 2024 Bersemangat
Cara Terbaik Pelaksanaan Ibadah Ramadhan 1445 H
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 15:11 WIB

Ini Kiat – Kiat Buah Hati Agar Bisa Menghafal Al-Quran Dengan Mudah

Jumat, 12 April 2024 - 17:52 WIB

Ada Pesan Toleransi dan Persatuan Menggema dari Ribuan Lokasi Salat Ied di Indonesia

Minggu, 7 April 2024 - 23:22 WIB

Distorsi Akidah Islam 1445 H

Sabtu, 30 Maret 2024 - 17:39 WIB

Pondok Pesantren Al Aziz Membangun Masyarakat Melalui Moderasi Beragama

Sabtu, 30 Maret 2024 - 13:55 WIB

Upaya Pengembalian Jati Diri Kepada Fitrah 1445 H

Selasa, 26 Maret 2024 - 11:51 WIB

Syafari Ramadhan DP. MUI di Masjid Ukhuwah Islamiyah Desa Bagan Asahan 1445 H

Senin, 25 Maret 2024 - 19:00 WIB

Siap Berlaga, Kontingen UDG Karanganyar Tahun 2024 Bersemangat

Sabtu, 23 Maret 2024 - 23:06 WIB

Cara Terbaik Pelaksanaan Ibadah Ramadhan 1445 H

Berita Terbaru

Nafian Faiz (SUARA UTAMA.ID)

Artikel

Sidak Setelah Mudik Masih Efektifkah?

Rabu, 17 Apr 2024 - 12:00 WIB

Illustrasi Stress dan Relax  .Foto:pixabay.com/id/illustrations/search/stress

Artikel

7 Tips Menghindari Stres Pasca Mudik Lebaran Idul Fitri

Senin, 15 Apr 2024 - 20:46 WIB