Anomali Pertumbuhan Ekonomi Pedagang Takjil Ramadhan 1444H

- Jurnalis

Jumat, 7 April 2023 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA UTAMA. Telah terjadi keanehan pergerakan ekonomi dalam bulan ramadhan tahun 1444 H ini, yang biasanya terjadi tinggi pembelian (purchase height)  menjadi hanya tinggi penawaran (high offer).

Biasanya ramadhan diperedeksi akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi semua sektor tak terkecuali pada pedagang kaki lima ramadhan yaitu pedagang takjil yang muncul ketika di bulan ramadan. Ini karena Ramadhan meningkatkan permintaan serta gelontoran jumlah uang beredar yang bisa menjadi tambahan bahan bakar bagi pertumbuhan ekonomi.

Dalam survey Kurios dari Katadata Inseigt Center (KIC) menunjukkan, mayoritas masyarakat Indonesia lebih banyak mengeluarkan uang saat ramadhan dengan kisaran Rp20 ribu-Rp40 ribu untuk membeli takjil. Proporsi pilihan ini menyentuh 46,7% dari 599 total responden yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan proporsi responden laki-laki 48,2% dan perempuan 52,8% dengan usia antara 35-44 tahun (33,4%), diikuti kelompok 25-34 tahun (29,9%) dan kelompok 45-54 tahun (20,2%). Survei dilakukan pada 24-31 Maret 2023 menggunakan metode computer-assisted web interviewing (CAWI), dengan toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 4% dan tingkat kepercayaan 95%.

ADVERTISEMENT

IMG 20240411 WA00381 Anomali Pertumbuhan Ekonomi Pedagang Takjil Ramadhan 1444H Suara Utama ID Mengabarkan Kebenaran | Website Resmi Suara Utama

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belanja masyarakat untuk takjil diatas untuk membeli kudapan buka puasa yaitu es buah (56,9%) dan kolek (52,1%) disusul kemudian aneka minuman es, seperti es cendol dan es cincau sebanyak 45,6%. Lalu, sebanyak 15,2% responden mengaku biasa mengonsumsi lontong untuk berbuka puasa dengan tempat berbuka puasa di rumah (92%) dan 5,7% di perjalanan pulang dari kantor serta 2,3% pulang dari sekolah.

Dalam survey penulis ke sejumlah tempat di wilayah Jombang,  didapat penurunan signifakan terhadap pendapatan pedagang takjil dikarenakan sepi pembeli. Seperti yang dikatakan Pak. Sadiman penjual es buah di Jalan Raya asar Kudu Jombang. Penjualannya masih tersisa banyak pada setiap harinya. Begitu juga yang dikatakan Bu Warsih, penjual aneka lalapan dan ikan di jalan raya pasar Diwek. Daganganya setiap hari tersisa dan tidak laku. Kesepian pembelian ini juga terlihar di jalan Gus Dur depan Kampus Unversitas Darul ‘Ulum Jombang. Terlihat sediktinya pedagang yang berjualan dan banyaknya lapak yang sudah tidak di buka lagi untuk jualan. Hal ini diperkirakan karena faktor cuaca hujan (saat di bukanya lapak) dan  kedua faktor minat pembeli sebagai Imbas Corona-19.

BACA JUGA :  Little Fox Mall Masuki Market Indonesia

Kebiasaan aktivitas dirumah dengan memasak makanan sendiri bersama keluarga dan kebiasaan mengkonsumsi makanan sehat juga diduga menjadi salah satu sebab sepinya pembelian takjil ramadhan. Kebanyak dari warga yang berkunjung ke pasar ramadhan adalah untuk wisata kuliner ringan yang hanya sebatas survey makanan kegemaran yang disesuaikan dengan ekspektasi selera. Dampak dari Corona, juga mengakibatkan  pembelian takjil dilakukan secara online sehingga menyebabkan pasar ramdhan sepi.

Sepinya pasar ramdhan diduga juga disebabkan karena munculnya pedagang-pedagang kaki lima baru (limpahan dari PHK Corona-19) yang membuka lapak di daerahnya masing-masing; desa, pinggiran kota, pusat kota, kesemuanya dipenuhi oleh pedagang takjil yang melimpah, berakibat konsumen takjil dapat memilih takjil yang diperlukan dengan lokasi tidak jauh dari rumah. Sehingga tempat-tempat takjil yang diresmikan oleh pemerintah daerah menjadi sepi pembeli.

Kondisi ini menyebabkan anomali pertumbuhan ekonomi masyarakat, yang seharusnya para pedagang takjil dapat menabung untuk keperluan hari raya lebaran idul fitri dengan lebih baik, menjadi harapan kosong dengan menaggung kerugian karena tidak terjualnya takjil.

Solusi yang dapat diberikan adalah

pertama: penjual takjil agar melakukan survey siapa sasaran dagangannya, dari usia, kegemaran, kelompok dan asal daerah dengan mengoptimalkan jejaring (kenalan)

kedua : mencari tempat yang strategis sesuai solusi pertama kemudian diputuskan berjualan online atau offline;

Ketiga : menjaga mutu dan kualitas barang dagangan;

Ketiga : pemerintah membuat kebijakan persyaratan khusus (penjual takjil) dan memberikam support pendanaan serta pelatihan SDM bagi yang kurang memenuhi syarat

Kelia : jangan lupa berdoa, berikhtiar dan jangan pernah putus asa.

Wallahualam bishowab. semoga bermanfaat

Berita Terkait

Banjir Besar Hanyutkan Jembatan Masyarakat Pulau Panggung Lampung Kini Gunakan Jembatan Bambu
Pengaruh Media Sosial terhadap Hubungan Keluarga
Management PT. Well Harvest Winning Alumina RefInery (PT. WHW) Salurkan CSR untuk Qurban.
Tanah Rakyat Atau Tanah Negara
Dosen Perbankan Syariah Universitas Ibnu Chaldun Hadiri BSI International Expo 2024
Ta’lim Mutaalim, Bagaimana Mengagungkan Ilmu, Ahli ilmu & Ustadz
Idul Adha 1445H Petambak Dipasena Lampung Sembelih 26 Sapi dan 123 Kambing Kurban 
Nabi Ismail AS. ” Laksanakan Apa Yang di Perintahkan Allah SWT.
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Juni 2024 - 14:00 WIB

Banjir Besar Hanyutkan Jembatan Masyarakat Pulau Panggung Lampung Kini Gunakan Jembatan Bambu

Sabtu, 22 Juni 2024 - 07:20 WIB

Pengaruh Media Sosial terhadap Hubungan Keluarga

Jumat, 21 Juni 2024 - 22:14 WIB

Tanah Rakyat Atau Tanah Negara

Kamis, 20 Juni 2024 - 18:02 WIB

Dosen Perbankan Syariah Universitas Ibnu Chaldun Hadiri BSI International Expo 2024

Senin, 17 Juni 2024 - 20:24 WIB

Ta’lim Mutaalim, Bagaimana Mengagungkan Ilmu, Ahli ilmu & Ustadz

Senin, 17 Juni 2024 - 20:12 WIB

Idul Adha 1445H Petambak Dipasena Lampung Sembelih 26 Sapi dan 123 Kambing Kurban 

Senin, 17 Juni 2024 - 11:05 WIB

Nabi Ismail AS. ” Laksanakan Apa Yang di Perintahkan Allah SWT.

Minggu, 16 Juni 2024 - 19:25 WIB

Keunikan di Balik Menu Olahan Daging Kurban Idul Adha

Berita Terbaru

Ilustrasi: Dampak Medsos Terhadap Hubungan Keluarga: Gambar AI (Suara Utama.id)

Artikel

Pengaruh Media Sosial terhadap Hubungan Keluarga

Sabtu, 22 Jun 2024 - 07:20 WIB